Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Penembakan WNI di Malaysia: Siapa yang Salah dalam Insiden Tanjung Rhu? Ini Faktanya

Arya Kusuma • Senin, 10 Februari 2025 | 06:19 WIB

Penembakan WNI oleh APMM di Tanjung Rhu memicu protes dan kontroversi.
Penembakan WNI oleh APMM di Tanjung Rhu memicu protes dan kontroversi.

Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa sangka, perairan tenang Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, menjadi saksi bisu insiden yang menggemparkan.

Pada Jumat, 24 Januari 2025, sekitar pukul 03.00 dini hari, lima Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami nasib nahas akibat tindakan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, kita kupas tuntas!

Kronologi Singkat Insiden

Menurut informasi yang dihimpun, APMM tengah berpatroli rutin di perairan Tanjung Rhu ketika mendeteksi sebuah kapal yang ditumpangi lima WNI.

APMM mengklaim bahwa saat hendak melakukan interogasi, penumpang kapal tersebut melakukan perlawanan dengan senjata tajam, sehingga memicu tindakan represif dari petugas. Akibatnya, satu WNI meninggal di tempat, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

Reaksi Pemerintah Indonesia

Menanggapi insiden ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengecam keras tindakan APMM yang dianggap berlebihan.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menyatakan, "Kami mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh otoritas Maritim Malaysia (APMM) yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka."

Desakan Investigasi Menyeluruh

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut angkat bicara dengan mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden ini.

Beliau menekankan pentingnya penyelidikan mendalam untuk mengungkap dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh APMM.

"Mendorong investigasi menyeluruh terhadap insiden penembakan yang dilakukan oleh APMM, termasuk dugaan adanya excessive use of force," ujar Sugiono.

Klaim Malaysia: Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, menyatakan bahwa penyelidikan insiden ini berpotensi meluas ke kasus penyelundupan narkoba dan senjata.

Ia menyoroti adanya kesamaan pola dengan kasus-kasus sebelumnya yang berkaitan dengan penyelundupan.

"Hal ini berpotensi membuka penyidikan terkait penyelundupan narkoba dan ini juga bisa melibatkan penyelundupan senjata," imbuhnya.

Bantahan dari Pihak Indonesia

Namun, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menegaskan bahwa berdasarkan keterangan dari tiga WNI yang selamat, tidak ditemukan indikasi keterlibatan dalam penyelundupan narkoba atau senjata.

"Tidak ada informasi tentang narkoba dan senjata," kata Judha. Meski demikian, ia menghormati kewenangan pihak Malaysia untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut selama didukung dengan bukti yang valid.

Aksi Protes di Jakarta

Insiden ini memicu kemarahan di Indonesia. Puluhan demonstran dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan serikat pekerja berkumpul di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, melempari gedung dengan telur sebagai bentuk protes. Mereka menuntut agar petugas APMM yang terlibat dalam penembakan tersebut diadili.

Langkah Selanjutnya

Kementerian P2MI berkomitmen untuk memberikan bantuan hukum dan dukungan bagi keluarga korban, termasuk pemulangan jenazah.

Selain itu, mereka akan mendorong pertemuan dengan Pemerintah Malaysia untuk membahas langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Refleksi dan Harapan

Insiden di Tanjung Rhu ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Diharapkan, melalui investigasi yang transparan dan kerjasama antara kedua negara, keadilan dapat ditegakkan, dan kejadian serupa tidak akan terulang.

Bagaimana menurutmu, Cess? Apakah tindakan APMM sudah sesuai atau justru berlebihan? Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu dan berikan pendapatmu di kolom komentar. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Memang Beda!
Memang Beda!

Editor : Arya Kusuma
#Penembakan WNI di Malaysia