Balikpapan TV - Hai Cess! Lapangan Kidulan, Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin malam 5 Januari 2026, berubah jadi lautan manusia. Ribuan warga tumplek blek menghadiri Tabligh Akbar sekaligus Closing Ceremony Girimukti Festival 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-44 Desa Girimukti. Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin hadir langsung, bersama tokoh nasional PBNU K.H. Zulfa Mustofa, unsur DPRD, hingga perangkat desa.
Bukan sekadar acara seremonial, malam penutupan ini jadi penanda kuatnya semangat kebersamaan warga Girimukti. Dari doa, budaya, sampai pesan pembangunan desa, semua menyatu dalam suasana khidmat tapi tetap hangat. Penasaran kenapa momen ini terasa spesial dan bermakna? Ikuti terus sampai akhir, Cess!
Baca Juga: Aksi Donor Darah Sat Intelkam Polresta Balikpapan Sambut Hari Jadi ke-80 Intelijen Polri
Apa Makna Penutupan Girimukti Festival 2026 bagi Warga Desa?
Penutupan Girimukti Festival 2026 menegaskan bahwa perayaan desa bukan hanya soal hiburan, tapi refleksi kebersamaan. Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyampaikan apresiasi atas suksesnya festival yang berlangsung sejak 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dengan aman dan tertib. Antusiasme warga jadi bukti kuat bahwa desa ini hidup dan bergerak bersama.
Ia menyebut festival sebagai simbol keyakinan desa terhadap potensi warganya. Ruang ekspresi seni, budaya, dan partisipasi masyarakat hadir nyata selama kegiatan berlangsung. Dari sini terlihat, Girimukti bukan desa yang diam menunggu perubahan, tapi aktif menciptakan peluang dari kebersamaan.
“Penutupan Girimukti Festival 2026 bukan akhir dari semangat kebersamaan, melainkan menjadi awal langkah baru dengan energi dan semangat yang lebih kuat,” tegas Abdul Waris Muin. Pesan ini langsung nyantol di hati warga, pahamlah ikam, karena semangatnya terasa sampai barisan belakang.
Mengapa Tabligh Akbar Jadi Pusat Perhatian Malam Itu?
Tabligh Akbar menjadi puncak acara yang paling ditunggu bubuhan warga. Ribuan jamaah memadati Lapangan Kidulan sejak pukul 20.00 Wita untuk mendengarkan tausiyah Ketua Umum PBNU, Dr K.H. Zulfa Mustofa. Suasana malam terasa tenang, tertib, dan penuh khidmat.
Dalam tausiahnya, K.H. Zulfa Mustofa mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak berhenti pada fisik dan ekonomi. “Pembangunan desa tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan akhlak dan kebersamaan,” ujarnya. Pesan ini relevan bagi desa yang berada di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman. Nilai toleransi, saling menghormati, dan kepedulian sosial disebut sebagai kekuatan utama masyarakat desa. Nah’ itu sudah, ketika nilai ini dijaga, tantangan sebesar apa pun terasa lebih ringan.
Bagaimana Peran Pemerintah Desa dan Daerah dalam Festival Ini?
Keberhasilan Girimukti Festival 2026 tidak lepas dari kekompakan pemerintah desa, panitia, seniman, dan masyarakat. Abdul Waris Muin memberikan penghargaan atas gotong royong yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, inisiatif desa seperti ini perlu terus dikembangkan agar desa punya ciri khas dan daya tarik sendiri.
Kepala Desa Girimukti, Hendro Jatmiko Sormin, menyebut Tabligh Akbar sebagai bagian penting dari peringatan HUT ke-44 desa. Ia menegaskan bahwa perayaan ini dirancang memberi manfaat spiritual, bukan hanya seremonial semata.
Tema “Girimukti Tangguh” mencerminkan tekad bersama membangun desa yang taat, adaptif, unggul, dan humanis. Dengan kebersamaan dan doa masyarakat, harapan menuju desa mandiri dan kuat bukan sekadar wacana, ya’kalo, pahamlah ikam.
Apa Harapan ke Depan di Tengah Bayang-Bayang IKN?
Perkembangan Ibu Kota Nusantara membawa tantangan baru bagi desa-desa di sekitarnya, termasuk Girimukti. Abdul Waris Muin optimistis desa ini mampu menjawab tantangan tersebut dengan karakter dan persatuan yang sudah teruji selama festival.
Ia berharap energi positif dari Girimukti Festival 2026 menjadi modal sosial untuk menjaga kondusivitas, meningkatkan pelayanan, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat. Semangat bersih, sehat, adaptif, unggul, dan humanis menjadi arah bersama.
Pesan keagamaan dari Tabligh Akbar juga menguatkan pondasi moral warga. Ketika iman, persatuan, dan gotong royong berjalan seiring, desa punya bekal kuat menghadapi perubahan besar di sekitarnya. Bagikan jua info ini ke kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham makna kebersamaan ini, Cess.
Ikhtisar
Girimukti Festival 2026 ditutup dengan Tabligh Akbar yang khidmat di Desa Girimukti, PPU. Wakil Bupati Abdul Waris Muin dan Ketua Umum PBNU K.H. Zulfa Mustofa menegaskan pentingnya kebersamaan, nilai keagamaan, dan partisipasi warga. Festival ini menjadi simbol kebanggaan desa, ruang ekspresi budaya, serta penguat persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dampak IKN.
Bagikan artikel ini ke kekawalan ikam agar semangat Girimukti Tangguh makin luas terdengar.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)
FAQ
Apa itu Girimukti Festival 2026?
Festival desa dalam rangka HUT ke-44 Desa Girimukti yang diisi kegiatan budaya, sosial, dan keagamaan.
Siapa penceramah utama Tabligh Akbar Girimukti?
Ketua Umum PBNU, Dr K.H. Zulfa Mustofa.
Mengapa festival ini penting bagi Desa Girimukti?
Karena menjadi ruang kebersamaan, pelestarian budaya, serta penguatan nilai spiritual dan sosial masyarakat.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.