Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

LE SSERAFIM dan J Hope BTS Bikin Heboh dengan SPAGHETTI – Lagu Metafora Hasrat yang Viral

AdminBTV • Rabu, 12 November 2025 | 09:11 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Dunia K-Pop lagi-lagi bikin heboh! Pada 24 Oktober 2025, LE SSERAFIM resmi merilis video musik “SPAGHETTI” yang menampilkan kolaborasi tak terduga dengan j-hope dari BTS. Lagu berdurasi 3 menit 19 detik ini langsung viral di kanal resmi HYBE LABELS, dengan lebih dari 30 juta views dan sejuta likes hanya dalam hitungan hari. Bukan sekadar trending, “SPAGHETTI” sukses mencuri perhatian lewat konsep unik: menjadikan makanan—ya, spageti—sebagai metafora hasrat dan obsesi manusia modern.

Kolaborasi ini memadukan dua energi besar: karisma feminin LE SSERAFIM dan vibe enerjik khas j-hope. Hasilnya? Sebuah lagu yang bukan cuma enak didengar, tapi juga punya lapisan makna yang bikin kita mikir ulang soal “keinginan” dan “kenikmatan hidup.” Yuk, kita ulik lebih dalam rahasia di balik lagu viral ini, Cess!

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Data, Pemkab PPU Gelar Forum Satu Data Indonesia

Apa Makna di Balik Metafora ‘SPAGHETTI’?

Kalau biasanya lagu K-Pop bercerita soal cinta atau patah hati, “SPAGHETTI” justru melangkah ke arah yang berbeda. Di lagu ini, makanan jadi simbol dari hasrat dan obsesi yang menguasai pikiran seseorang. “Spaghetti” mewakili sesuatu yang diidamkan sampai tak bisa dilepaskan—bukan sekadar lapar, tapi juga keinginan mendalam yang bisa bikin seseorang kehilangan fokus.

Lewat baris lirik seperti “숨쉬듯 찾는이” (dicari seperti bernapas) dan “잘 수 없는” (tidak bisa tidur), lagu ini menggambarkan betapa kuatnya rasa ingin memiliki. Hasrat ini, menurut makna tersiratnya, bisa jadi apa saja—mimpi, cinta, atau bahkan ambisi diri. Simbol yang sederhana, tapi maknanya dalem, kan?

Kenapa ‘SPAGHETTI’ Bisa Jadi Cermin Kehidupan Modern?

Menariknya, lagu ini seolah menyindir kebiasaan kita yang mudah terobsesi dengan hal-hal kecil tapi nikmat. Dalam dunia serba cepat seperti sekarang, banyak orang mencari kesenangan instan, entah lewat makanan, hiburan, atau validasi sosial.

“SPAGHETTI” mengajak kita untuk merenung: apakah yang kita kejar selama ini benar-benar membawa kebahagiaan, atau cuma ilusi sesaat? Di tengah beat yang upbeat dan koreografi dinamis, pesan ini mengalir halus—seolah mengingatkan bahwa hasrat itu wajar, tapi jangan sampai kita tenggelam di dalamnya.

Bagaimana j-hope Memberi Warna Berbeda pada Lagu Ini?

Masuknya j-hope sebagai kolaborator adalah kejutan manis. Rapper BTS ini dikenal dengan gaya santai namun berisi. Dalam “SPAGHETTI,” j-hope menyuntikkan energi freestyle yang penuh percaya diri. Barisnya “좋은게 좋은 거지” (hal baik itu memang baik) terdengar sederhana, tapi punya filosofi hidup yang dalam: nikmati yang baik tanpa harus overthinking.

Menurut beberapa penggemar, bagian rap ini terasa seperti “bumbu” yang menyempurnakan hidangan utama. LE SSERAFIM menggambarkan hasrat yang menggelora, sementara j-hope datang dengan keseimbangan—mengajak pendengar untuk menikmati hidup tanpa rasa bersalah. Kombinasi keduanya menghasilkan chemistry yang natural dan menyegarkan.

Apa yang Membuat Video Musiknya Begitu Menarik?

Visual “SPAGHETTI” layak dapat acungan jempol. Setiap frame terasa seperti pesta warna dan energi. LE SSERAFIM tampil dengan kostum yang playful namun elegan, sementara vibe j-hope membawa sentuhan urban dengan koreografi yang spontan. Musiknya sendiri memadukan ritme funky, bass groovy, dan melodi yang mudah melekat di kepala.

Tak heran jika video ini mendulang jutaan penonton. Banyak yang memuji bagaimana HYBE berhasil menyatukan dua gaya berbeda dalam satu konsep yang solid. “SPAGHETTI” bukan cuma lagu, tapi pengalaman visual yang bikin penonton tersenyum sekaligus berpikir: hasrat itu seperti mie, bisa bikin ketagihan kalau dimasak dengan rasa.

Apa Pesan yang Bisa Kita Ambil dari ‘SPAGHETTI’?

Secara sederhana, lagu ini mengajarkan bahwa keinginan adalah bagian alami dari hidup. Tapi lewat gaya khasnya, LE SSERAFIM dan j-hope menyiratkan satu hal penting: jangan biarkan hasrat menguasai diri. Nikmati, tapi tetap kendalikan.

Bagi banyak penggemar, “SPAGHETTI” bukan hanya tentang makanan atau cinta, melainkan tentang keseimbangan—antara rasa ingin dan kemampuan untuk tetap sadar. Lagu ini menegaskan bahwa dalam hidup modern yang serba cepat, kita perlu tahu kapan harus mengejar dan kapan harus menikmati hasilnya.

Tips singkat buat Cess yang ingin tetap waras di tengah obsesi zaman now:

  1. Nikmati hal kecil tanpa merasa bersalah.

  2. Sadari kapan sesuatu mulai menguasai pikiranmu.

  3. Kadang, berhenti sejenak adalah bentuk menikmati yang sebenarnya.

Lagu “SPAGHETTI” membuktikan bahwa K-Pop bukan hanya soal beat catchy dan dance keren, tapi juga bisa jadi medium reflektif. LE SSERAFIM dan j-hope berhasil mengubah hal sederhana—sepiring pasta—menjadi simbol universal tentang hasrat manusia.

Jadi, kalau kamu lagi kejar mimpi, cinta, atau bahkan sekadar craving sesuatu—ingat pesan dari lagu ini: nikmati rasanya, tapi jangan sampai “terlilit” oleh keinginanmu sendiri.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (khoirul)

 

FAQ

1. Apakah “SPAGHETTI” termasuk lagu utama dari LE SSERAFIM?
Tidak. Lagu ini merupakan B-side track dari album terbaru LE SSERAFIM, tapi viral berkat kolaborasinya dengan j-hope.

2. Apa pesan utama yang ingin disampaikan lagu ini?
“SPAGHETTI” menggambarkan bagaimana hasrat bisa menjadi obsesi yang menguasai pikiran, namun juga bisa dinikmati dengan cara yang sehat.

3. Apakah j-hope menulis bagian rap-nya sendiri?
Ya, j-hope dikenal aktif menulis lirik rap-nya, termasuk dalam proyek kolaboratif seperti ini.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

HYBE LABELS
HYBE LABELS

Editor : Arya Kusuma
#Metafora Hasrat #Lagu SPAGHETTI #LE SSERAFIM