Balikpapan TV - Hai Cess! Aktris legendaris asal Inggris, Pauline Collins, pemeran utama dalam film Shirley Valentine yang pernah dinominasikan Oscar, tutup usia di umur 85 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi keluarga pada Kamis (6/11/2025) waktu setempat. Collins meninggal dunia dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang terdekat setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit Parkinson.
“Pauline adalah sosok yang cerah, cerdas, dan penuh semangat di panggung maupun layar kaca,” tulis keluarganya dalam pernyataan resmi. Yuk lanjut baca kisah inspiratif sang aktris yang kariernya bertabur penghargaan dan kisah hidup penuh makna ini, Cess!
Bagaimana perjalanan karier Pauline Collins dimulai?
Pauline Collins lahir pada 3 September 1940 di Exmouth, Inggris. Sejak muda, ia sudah jatuh cinta pada dunia seni peran. Ia menempuh pendidikan di Royal Central School of Speech and Drama, London, salah satu sekolah drama paling bergengsi di Inggris.
Kariernya mulai mencuri perhatian publik lewat serial legendaris “Upstairs, Downstairs” pada 1970-an. Dalam serial itu, ia memerankan Sarah Moffat, sosok pembantu rumah tangga dengan karakter kuat dan hangat. Peran ini membuka jalan menuju ketenaran dan membawa Collins menjadi salah satu wajah paling dikenal di layar kaca Inggris kala itu.
Apa yang membuat perannya di Shirley Valentine begitu ikonik?
Puncak kariernya datang pada tahun 1989 lewat film Shirley Valentine, adaptasi dari drama panggung karya Willy Russell. Dalam film ini, Collins memerankan seorang ibu rumah tangga kelas pekerja dari Liverpool yang menemukan kembali semangat hidupnya setelah liburan ke Yunani.
Aktingnya yang jujur dan natural membuat karakter Shirley terasa begitu hidup dan dekat dengan penonton. Ia bahkan meraih BAFTA Award untuk Aktris Terbaik serta nominasi Oscar. Meski akhirnya kalah dari Jessica Tandy di Driving Miss Daisy, pesona Collins sudah terlanjur melekat di hati jutaan penggemar.
Apa kata keluarga tentang sosok Pauline Collins di luar layar?
Dalam pernyataan keluarganya, mereka mengenang Pauline sebagai pribadi yang hangat dan penuh kehidupan.
“Pauline adalah banyak hal bagi banyak orang. Ia memainkan begitu banyak peran dalam hidupnya — politisi, ibu, hingga ratu. Tapi ia akan selalu dikenang sebagai sosok kuat dan bijak seperti Shirley Valentine,” tulis keluarga.
Kalimat itu seolah merangkum seluruh perjalanan hidupnya — dari perempuan sederhana yang mencintai akting, hingga ikon yang memberi inspirasi bagi banyak generasi aktris muda.
Bagaimana karya dan warisannya di dunia perfilman Inggris?
Setelah Shirley Valentine, Collins tetap produktif. Ia muncul di sejumlah film dan serial ternama seperti “The Ambassador”, “You Will Meet a Tall Dark Stranger” (2010), dan “Quartet” (2012) bersama nama besar seperti Maggie Smith, Tom Courtenay, dan Billy Connolly.
Film terakhirnya, “The Time of Their Lives” (2017), menjadi salam perpisahan manis bagi penggemar. Di film itu, ia beradu akting dengan Joan Collins dan Franco Nero dalam kisah petualangan dua wanita yang mencari kebebasan di usia senja.
Perjalanan panjangnya menunjukkan bahwa bakat sejati tak pernah pudar oleh waktu. Collins meninggalkan warisan besar — dedikasi, ketulusan, dan kecintaan pada dunia seni peran.
Pauline Collins mungkin telah berpulang, tapi kisah dan karya-karyanya akan terus hidup — menginspirasi siapa pun yang berani bermimpi dan terus berkarya.
Bagikan kisah ini ke temanmu yang juga pencinta film klasik, biar semangat Shirley Valentine tetap bergaung.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” Satya
FAQ
1. Siapa Pauline Collins?
Pauline Collins adalah aktris asal Inggris yang dikenal lewat perannya di Shirley Valentine, film yang memberinya nominasi Oscar pada tahun 1989.
2. Apa penyebab meninggalnya Pauline Collins?
Ia meninggal dunia dalam usia 85 tahun setelah berjuang melawan penyakit Parkinson selama beberapa tahun.
3. Film apa yang paling dikenang dari Pauline Collins?
Film Shirley Valentine menjadi karya paling ikonik yang melambungkan namanya secara internasional.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.