Balikpapan TV – Hai Cess! Siap-siap ketemu film horor yang bukan cuma bikin jantung deg-degan, tapi juga bikin pikiran mikir dua kali soal dosa dan utang. “RIBA”, karya terbaru dari Verona Films, bakal tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025. Film ini bukan sekadar tontonan penuh teriakan, tapi juga tamparan halus tentang karma, moral, dan sisi gelap keputusasaan manusia.
Terinspirasi dari kisah nyata yang viral di media sosial, RIBA hadir dengan kemasan horor yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ada pesan sosial kuat di balik setiap adegan mencekamnya. Nah, penasaran seperti apa sisi lain dari film yang sempat berjudul Getih Anak ini? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Apa yang Bikin Film “RIBA” Begitu Menyeramkan Tapi Relevan?
Film RIBA diadaptasi dari thread viral di platform X (dulu Twitter) berjudul “Getih Anak” karya akun @mitologue, yang sudah dibaca hampir 4 juta kali. Ceritanya berfokus pada keluarga Sugi, seorang pengepul tembakau yang diperankan oleh Ibrahim Risyad.
Krisis ekonomi membuat Sugi dan istrinya, Rohmah (diperankan oleh Fanny Ghassani), terdesak hingga hampir mengambil jalan pintas lewat ritual pesugihan. Tapi meski ritual itu akhirnya dibatalkan, hidup mereka justru berubah aneh: utang lunas, panen melimpah, dan hidup terasa lebih ringan. Namun, di balik itu, muncul teror tak kasat mata—kutukan dari dosa yang tak sempat mereka sadari. Serem tapi dalem, ya?
Apa Pesan Moral yang Ingin Disampaikan Film Ini?
Bukan cuma soal hantu, RIBA mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan masyarakat: utang berbunga tinggi dan keserakahan manusia. Sutradara Adhe Dharmastriya bilang, mereka ingin penonton “merasakan horor dari rasa bersalah dan dosa, bukan cuma dari suara dentuman atau sosok menyeramkan.”
Artinya, film ini lebih dari sekadar hiburan; ia jadi refleksi hidup. Bahwa keputusan yang diambil di masa sulit bisa membawa akibat besar—bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga orang-orang tersayang. Menurut produser Titin Suryani, “Judul ‘RIBA’ lebih pas karena mewakili inti cerita tentang dosa sosial yang nyata di sekitar kita.”
Siapa Saja di Balik Layar dan Depan Kamera?
RIBA merupakan hasil kolaborasi antara produser Titin Suryani, sutradara Adhe Dharmastriya, dan penulis naskah Titien Wattimena—tiga nama yang masing-masing punya rekam jejak kuat di dunia perfilman.
Selain Fanny Ghassani dan Ibrahim Risyad, film ini juga dibintangi oleh Wafda Safian, Jajang C. Noor, Emilat Morshedy, dan Kevin Danu. Fanny mengaku, syuting kali ini bukan hal mudah. “Selain adegan kerasukan yang cukup menguras energi, lokasi di pegunungan sempat tertimpa longsor. Tapi justru itu yang bikin pengalaman ini berkesan,” ujarnya jujur.
Kenapa Judulnya Diubah dari “Getih Anak” Jadi “RIBA”?
Awalnya film ini memang direncanakan tayang dengan judul Getih Anak. Namun setelah diskusi panjang, tim Verona Films memutuskan menggantinya menjadi RIBA. Alasannya? Bukan semata strategi pemasaran, tapi karena makna.
Titin Suryani menjelaskan, “Judul Getih Anak terlalu menekankan sisi horor eksplisit, sementara RIBA mencerminkan akar masalah sosial yang diangkat: dosa, utang, dan balasan karma.”
Perubahan judul ini justru memperkuat identitas film sebagai horor reflektif—bukan hanya soal setan, tapi juga soal manusia dan pilihannya.
Apa yang Bisa Dipetik dari Film Ini?
Selain menegangkan, RIBA juga jadi bahan renungan bagi siapa pun yang sedang berjuang melawan tekanan finansial. Lewat kisah Sugi, film ini mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kemakmuran yang bebas dari risiko moral dan spiritual.
Tips sederhana yang bisa dipetik? Kalau lagi terdesak ekonomi, jangan buru-buru cari “jalan cepat.” Lebih baik cari solusi yang sehat dan realistis—misalnya, komunikasi terbuka dengan keluarga atau cari bantuan ke lembaga resmi. Ingat, jalan pintas sering kali punya harga mahal yang tak terlihat.
Film RIBA hadir bukan cuma buat bikin bulu kuduk merinding, tapi juga buat membuka mata tentang konsekuensi moral dari utang dan keserakahan. Dengan kisah kuat, pesan sosial relevan, dan sinematografi mencekam, film ini siap mengguncang genre horor Tanah Air.
Jadi, siapkah kamu menghadapi teror dari karma duniawi?
Tandai tanggalnya — 4 Desember 2025 di semua bioskop Indonesia!
Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang tahu tentang film yang bakal jadi perbincangan akhir tahun!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)
FAQ
1. Kapan film “RIBA” resmi tayang di bioskop?
Film RIBA dijadwalkan rilis pada 4 Desember 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
2. Apakah “RIBA” diangkat dari kisah nyata?
Ya, film ini terinspirasi dari thread viral “Getih Anak” di media sosial X karya @mitologue.
3. Apa pesan utama dari film ini?
Film ini menyoroti bahaya dosa sosial dari praktik riba dan pesugihan, serta konsekuensi moral di baliknya.