Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tinggal 18 Tahun di Bandara! Hidup Terjebak di Bandara Paris, Kisah Nyata yang Menginspirasi Film The Terminal

Arya Kusuma • Minggu, 3 Agustus 2025 | 10:03 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Bayangin kamu cuma mau transit sebentar, eh malah harus tinggal 18 tahun di bandara! Gimana ceritanya sampai bisa begitu? Ini bukan skenario film, tapi kejadian nyata yang dialami Mehran Karimi Nasseri, pria asal Iran yang hidup tanpa negara, tanpa dokumen, dan akhirnya menjadikan bandara sebagai “rumah” selama hampir dua dekade.

Yuk, simak kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan inspirasi berikut ini!

Hidup Terombang-ambing Setelah Revolusi

Mehran Karimi Nasseri lahir di Masjed Soleiman, Iran, tahun 1945. Hidupnya berubah total setelah Iran dilanda gejolak besar pada 1979 akibat revolusi dan perang Iran-Irak.

Saat itu, Iran tak hanya krisis ekonomi, tapi juga penuh tekanan sosial dan politik. Dalam keadaan genting, Nasseri memutuskan keluar dari negaranya dan mencari kehidupan baru ke Eropa.

Pada 1988, ia berangkat dari Iran menuju Inggris untuk mencari suaka dan mencari ibunya. Namun, karena tidak ada penerbangan langsung, ia harus transit di Paris terlebih dahulu. Siapa sangka, transit itu jadi awal dari segalanya…

Baca Juga: Kamu Pikir Ini Cuma Pohon Biasa? Ginkgo Biloba di Gyeongju Ternyata Simpan Rahasia Kerajaan Silla yang Tak Terungkap Selama Ribuan Tahun

Transit yang Berubah Jadi Takdir

Setelah mendarat di Bandara Heathrow, London, Nasseri tak bisa menunjukkan dokumen kewarganegaraan yang valid. Ia ditolak masuk dan dikembalikan ke Paris. Nahasnya, di Bandara Charles de Gaulle, dia juga tidak diizinkan masuk Prancis karena tidak bisa menunjukkan identitas resmi.

Ada berbagai versi soal hilangnya dokumen Nasseri. Ia mengaku dokumennya dicuri, sementara laporan lain menyebut ia mungkin sengaja mengirimkannya ke Belgia dan keliru menyangka dokumennya hilang.

Akibatnya, ia terjebak dalam pusaran birokrasi dan tak punya tempat tujuan. Ia bahkan disebut tidak memiliki kewarganegaraan sama sekali!

“Sir Alfred” dan Kehidupan di Terminal

Awalnya Nasseri mengira hanya akan tinggal sementara. Tapi hari berganti minggu, minggu jadi bulan, dan… bulan berubah jadi tahun. Ia pun mulai menetap di Terminal 1 Bandara Charles de Gaulle. Ia menamai dirinya “Sir Alfred,” dan punya spot favorit berupa bangku plastik dan area kecil yang jadi ‘rumahnya.’

Bandara yang semestinya jadi tempat transit penumpang, berubah jadi tempat tinggal Nasseri. Ia tidur di bangku, mandi di toilet umum, makan burger McDonald's hampir tiap hari, dan membaca buku dari toko bandara atau pemberian penumpang.

Jadi Bagian dari Bandara

Lambat laun, Nasseri menjadi ‘penduduk tetap’ bandara. Staf bandara mengenalnya, membantu memberi makanan dan obat-obatan jika dibutuhkan. Ia juga menulis jurnal harian, mengamati penumpang, dan bahkan sesekali berbincang ringan dengan wisatawan.

“Dia seperti fosil yang tertinggal di sana,” kata salah satu dokter bandara di era 1990-an. Bahkan ada yang menyebutnya seperti narapidana yang tidak lagi bisa beradaptasi dengan dunia luar. Tapi bagi Nasseri, terminal itu adalah satu-satunya tempat yang bisa dia sebut rumah.

Saat Status Pengungsi Datang, Tapi… Ditolak!

Ironisnya, setelah lebih dari 10 tahun tinggal di bandara, pada tahun 1999 ia akhirnya diberikan status resmi sebagai pengungsi dan hak tinggal di Prancis. Tapi kejutan datang: Nasseri malah menolak menandatangani dokumen tersebut.

“Saya tidak tahu apa yang mau saya lakukan, tetap di Roissy atau pergi,” ujarnya kala itu. Ia dilanda kebingungan hebat, takut keluar dari zona nyamannya, dan akhirnya tetap memilih tinggal di bandara.

Kesehatan Fisik dan Mental yang Kian Memburuk

Tahun demi tahun di ruang tanpa jendela, tanpa sinar matahari dan udara segar, membuat kondisi fisik dan mental Nasseri perlahan menurun. Pada 2006, ia akhirnya dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang menurun drastis. Setelah itu, ia dipindahkan ke tempat penampungan di Paris.

Namun, cinta dan keterikatannya dengan bandara ternyata belum selesai. Pada 2022, beberapa minggu sebelum meninggal, Nasseri kembali ke tempat yang sudah dianggap rumahnya: Terminal 2F Bandara Charles de Gaulle.

Baca Juga: Hutan Ini Bukan Sekadar Hijau, Tapi Penuh Misteri Alam dan Budaya

Akhir Hidup di Tempat yang Sama

Pada 12 November 2022, Mehran Karimi Nasseri meninggal dunia karena serangan jantung, tepat di terminal yang sudah menjadi saksi hidupnya selama hampir dua dekade. Di dekat jenazahnya, ditemukan uang ribuan dolar, diduga sisa dari pembayaran hak cipta film “The Terminal.”

Ia wafat di tempat yang sama ia bertahan hidup, di tengah lalu-lalang penumpang, dan hiruk-pikuk kehidupan yang tak pernah berhenti. Kisahnya yang pilu dan penuh perjuangan manusia melawan ketidakpastian akhirnya berakhir… di rumahnya sendiri.

Kisah Nyata yang Menginspirasi Dunia

Kisah Nasseri menjadi inspirasi film Hollywood berjudul The Terminal (2004) yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Tom Hanks. Film ini menggambarkan seorang pria dari negara fiktif yang tak bisa keluar dari bandara karena negaranya sedang mengalami revolusi.

Meski di film terdapat sentuhan fiksi, kisah asli Nasseri jauh lebih kompleks dan menyayat hati. Ia benar-benar hidup di antara dunia nyata dan ‘tidak ada,’ terjebak dalam ruang tanpa arah tapi tetap bertahan hidup.

Pelajaran dari Seorang “Tanpa Negara”

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Bahwa identitas bukan sekadar selembar paspor, tapi juga soal diterima atau tidaknya seseorang oleh sistem dunia. Bahwa birokrasi bisa sangat membingungkan, bahkan menyandera hidup seseorang.

Tapi di balik itu semua, kisah ini mengajarkan tentang kekuatan bertahan, keunikan manusia dalam menyikapi keterasingan, dan betapa pentingnya kepedulian orang lain, sekecil apa pun. Nasseri mungkin hidup tanpa negara, tapi ia punya cerita yang menyentuh hati banyak orang.

Kamu pernah membayangkan tinggal di bandara selama 18 tahun? Kalau kisah ini menyentuh kamu, yuk bagikan ke teman-temanmu biar mereka juga tahu betapa luar biasanya perjuangan seorang manusia bernama Mehran Karimi Nasseri.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Mehran Karimi Nasseri, pria Iran yang tinggal di bandara Paris selama 18 tahun tanpa kewarganegaraan. Kisahnya bikin terenyuh!
Mehran Karimi Nasseri, pria Iran yang tinggal di bandara Paris selama 18 tahun tanpa kewarganegaraan. Kisahnya bikin terenyuh!

Editor : Arya Kusuma
#The Terminal kisah asli #tragedi imigran Iran #pria tinggal di bandara #kisah nyata Mehran Nasseri