Ikhtisar: Gunung Semeru erupsi empat kali, warga Lumajang tetap beraktivitas normal dengan kewaspadaan di zona rawan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi empat kali pada Selasa (15/9/2026) dini hari, dengan suara gemuruh terdengar hingga permukiman warga.
Suara gemuruh sempat terdengar kuat dari lereng gunung. Namun, BPBD Lumajang memastikan aktivitas warga pada pagi hari tetap berjalan normal dan tidak ada dampak yang dilaporkan.
Baca Juga: 14 September 2026 Hari Apa? Ada Hari Kunjung Perpustakaan hingga Puasa Gedaliah
Empat Erupsi Terjadi Sejak Tengah Malam
Aktivitas erupsi pertama tercatat pukul 00.10 WIB. Saat itu tinggi kolom abu tidak teramati, tetapi letusan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 25 detik.
Erupsi kembali terjadi pukul 01.23 WIB dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 136 detik.
Puncak visual rangkaian erupsi terjadi pada pukul 04.32 WIB. Kolom letusan terlihat mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu teramati bergerak ke arah barat daya.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 05.27 WIB, erupsi keempat terjadi dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Abu vulkanik kali ini teramati bergerak ke arah timur dan tenggara.
Rangkaian tersebut menunjukkan aktivitas Semeru masih berlangsung cukup intens dalam beberapa hari terakhir. Pada 12 September, Semeru tercatat mengalami 11 kali erupsi, sedangkan sehari sebelum kejadian terbaru, Senin (14/9), gunung ini kembali mengalami tiga kali erupsi dengan letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Warga Lereng Semeru Tetap Beraktivitas
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho membenarkan suara gemuruh kuat yang terdengar saat erupsi dini hari.
Menurut dia, suara tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap warga. Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Semeru juga masih menjalankan aktivitas seperti biasa pada pagi hari.
"Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut dan pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya," kata Isnugroho.
Kondisi ini membuat informasi mengenai batas zona aman menjadi penting. Status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga sehingga masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan.
Zona Bahaya yang Masih Harus Dihindari
BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Semeru.
Di luar batas tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Larangan lainnya berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena wilayah tersebut masih memiliki risiko lontaran batu pijar.
Potensi bahaya juga perlu diperhatikan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Artinya, kondisi warga yang tetap beraktivitas normal tidak berarti seluruh kawasan lereng Semeru sudah bebas risiko. Aktivitas masyarakat tetap perlu disesuaikan dengan zona yang telah ditetapkan oleh otoritas kebencanaan.
Baca Juga: KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, Enam Meninggal, 130 Masih Dicari
Semeru Masih Menjadi Gunung yang Perlu Diwaspadai
Pakar Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Alutsyah Luthfian sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk memberi perhatian terhadap Gunung Semeru dan Merapi karena keduanya berada dekat dengan zona-zona pusat penduduk.
Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas beberapa gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak otomatis menunjukkan adanya hubungan langsung. Setiap gunung api memiliki sistem dan karakteristik masing-masing.
Konteks tersebut penting agar masyarakat tidak menghubungkan setiap aktivitas gunung api secara sembarangan. Untuk Semeru, ukuran kewaspadaan tetap mengacu pada perkembangan aktivitas gunung dan rekomendasi resmi dari lembaga berwenang.
Poin Penting
- Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi pada Selasa (15/9/2026) dini hari.
- Erupsi ketiga pukul 04.32 WIB menghasilkan kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak.
- Suara gemuruh terdengar hingga kawasan permukiman di lereng Semeru.
- BPBD Lumajang memastikan belum ada dampak terhadap warga dan aktivitas masyarakat pagi hari berjalan normal.
- Status Gunung Semeru masih Level III atau Siaga.
- Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
- Radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga harus dihindari karena risiko lontaran batu pijar.
Insight Redaksi
Yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa kali Semeru erupsi, tetapi bagaimana warga memahami batas risiko di sekitar tempat tinggal dan aktivitas mereka.
Erupsi empat kali dalam satu dini hari, setelah aktivitas berulang pada 12 dan 14 September, menunjukkan pentingnya mengikuti pembaruan resmi. Kondisi warga yang masih normal justru perlu dibarengi disiplin terhadap zona larangan, bukan dianggap sebagai tanda bahwa ancaman sudah hilang.
Bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki, informasi terbaru dari PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah menjadi rujukan utama sebelum melakukan aktivitas di kawasan Semeru.
Tetap tenang, tetapi jangan lengah. Jika informasi aktivitas Semeru berubah, keputusan untuk menjauh dari zona berbahaya harus lebih diutamakan daripada mempertahankan aktivitas seperti biasa.
Kalau informasi ini terasa bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau teman agar semakin banyak orang memahami batas aman dan risiko aktivitas Gunung Semeru.
Aktivitas gunung api bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, kabar terbaru dari kawasan Semeru tetap layak dipantau sebelum menentukan langkah berikutnya. Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar berita biasa.
FAQ
1.Apakah Gunung Semeru masih berstatus Siaga?
Ya. Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
2.Berapa kali Gunung Semeru erupsi pada 15 September 2026?
Empat kali, yakni pukul 00.10 WIB, 01.23 WIB, 04.32 WIB, dan 05.27 WIB.
3.Seberapa tinggi letusan tertinggi pada 15 September?
Erupsi ketiga pukul 04.32 WIB menghasilkan kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak.
4.Apakah warga Lumajang terdampak erupsi?
BPBD Lumajang menyatakan tidak ada dampak dari suara gemuruh tersebut dan warga di lereng Semeru tetap beraktivitas normal pada pagi hari.
5.Area mana yang harus dihindari?
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, serta dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru.
Sumber Informasi: RRI Radio Republik Indonesia; ANTARA; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).