69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Ditangani di Banjarmasin, Dibagi Tiga Zona

istikhomah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:02 WIB
Tim medis menangani korban selamat KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, setelah dievakuasi dari Laut Jawa.
Tim medis menangani korban selamat KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, setelah dievakuasi dari Laut Jawa.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Sebanyak 69 korban selamat KM Virgo Transport 8 mendapat penanganan medis berdasarkan tingkat luka di Banjarmasin.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 69 korban selamat KM Virgo Transport 8 tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, untuk mendapat penanganan medis setelah dievakuasi dari Laut Jawa.

Setibanya di pelabuhan, para korban tidak langsung ditangani dengan cara yang sama. Kondisi luka menjadi dasar petugas menentukan siapa yang harus mendapat pertolongan lebih dulu.

Baca Juga: Bukan Soal Tanggal, Ini yang Menentukan Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Berhenti

69 korban tiba bersamaan, tim medis langsung melakukan triase

Para korban selamat dibawa menuju Banjarmasin menggunakan MV Haida pada Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut sebelumnya mengevakuasi mereka dari wilayah perairan Laut Jawa setelah kecelakaan KM Virgo Transport 8.

MV Haida tiba dan bersandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA. Setelah kapal merapat, para korban dipindahkan ke ruang induk terminal yang sementara digunakan sebagai pusat pelayanan kesehatan dan penanganan darurat.

Di lokasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan triase, yakni proses memilah korban berdasarkan tingkat kegawatan agar pertolongan medis dapat diberikan sesuai prioritas.

Petugas PMI Banjarmasin, Alfi, menjelaskan penanganan korban dibagi menjadi tiga zona.

“Penanganan korban dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang. Dan, zona merah untuk korban yang mengalami luka berat,” kata Alfi, seperti dilansir RRI.

Pembagian ini membuat tenaga medis dapat lebih mudah menentukan tindakan ketika banyak korban datang dalam waktu yang hampir bersamaan.

Zona merah menjadi prioritas untuk korban dengan kondisi berat

Korban di zona hijau merupakan mereka yang mengalami luka ringan. Kondisinya tetap diperiksa, tetapi tingkat kegawatannya lebih rendah dibandingkan korban yang berada di zona kuning maupun merah.

Zona kuning diperuntukkan bagi korban dengan luka sedang yang membutuhkan penanganan medis, sementara zona merah menjadi prioritas bagi korban dengan kondisi paling berat.

Tim medis dari PMI, Dinas Kesehatan, dan unsur SAR kemudian memeriksa korban satu per satu menggunakan sejumlah peralatan medis, termasuk tempat tidur lipat atau velbed.

Pemeriksaan mencakup tekanan darah, detak jantung, serta tanda-tanda vital lainnya. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menentukan tindakan lanjutan yang dibutuhkan masing-masing korban.

Beberapa korban mengalami kondisi yang memerlukan perhatian lebih intensif, seperti trauma berat, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran.

Untuk korban yang mengalami sesak napas, petugas memberikan bantuan oksigen. Penanganan lain juga dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk pemasangan penyangga leher atau neck collar dan pemberian infus.

Ambulans disiapkan untuk korban yang membutuhkan perawatan lanjutan

Penanganan korban tidak berhenti di ruang terminal. Sejumlah ambulans disiagakan di sekitar gedung untuk mengantisipasi korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Korban dari zona merah menjadi salah satu prioritas untuk segera dibawa keluar dari area penanganan darurat apabila membutuhkan fasilitas medis yang lebih lengkap.

Kondisi di Pelabuhan Trisakti juga dipadati petugas kesehatan, relawan, keluarga korban, serta unsur pengamanan yang membantu memastikan proses evakuasi berjalan tertib.

Bagi keluarga, area pelabuhan menjadi tempat untuk mendapatkan kabar mengenai kerabat mereka. Sementara bagi tenaga medis, kondisi tersebut membuat sistem triase menjadi penting agar kepadatan tidak menghambat korban yang membutuhkan pertolongan segera.

Personel TNI-Polri dan relawan turut membantu pengamanan di sekitar lokasi. Petugas kepolisian bersama keamanan pelabuhan melakukan sterilisasi area agar aktivitas di sekitar terminal tidak mengganggu pekerjaan tim medis.

Baca Juga: Wamen HAM Tekankan Pentingnya Menjaga Martabat Manusia lewat Penghormatan HAM

Kenapa sistem tiga zona penting dalam kondisi seperti ini?

Triase digunakan ketika jumlah korban yang membutuhkan pertolongan datang dalam waktu berdekatan, sementara sumber daya medis harus diprioritaskan.

Dalam kasus KM Virgo Transport 8, pembagian zona membuat kondisi korban dapat dipetakan secara cepat berdasarkan tingkat luka. Dengan begitu, korban dengan kondisi paling gawat dapat memperoleh tindakan lebih dahulu, sedangkan korban dengan luka lebih ringan tetap mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Bagi keluarga yang menunggu, sistem tersebut juga membantu proses penanganan berlangsung lebih terarah di tengah situasi darurat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Dalam situasi kecelakaan dengan banyak korban, pertolongan medis bukan hanya soal seberapa cepat korban tiba di rumah sakit. Langkah pertama justru menentukan siapa yang membutuhkan tindakan paling mendesak.

Pembagian zona membuat kondisi korban lebih mudah dipetakan. Luka ringan, sedang, dan berat tidak diperlakukan dengan prioritas yang sama karena kebutuhan medis setiap korban berbeda.

Bagi pembaca, informasi ini juga menunjukkan mengapa area penanganan korban perlu dikendalikan. Ketika keluarga, relawan, petugas kesehatan, dan korban berada di lokasi yang sama, ruang dan alur evakuasi harus tetap dijaga agar pertolongan tidak tersendat.

Jika informasi mengenai kecelakaan ini terus berkembang, pembaruan mengenai kondisi korban, proses pencarian, dan penanganan selanjutnya tetap menjadi bagian penting yang perlu diikuti.

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada keluarga atau orang terdekat agar semakin banyak yang memahami perkembangan penanganan korban KM Virgo Transport 8.

Di balik angka puluhan korban yang dievakuasi, ada orang-orang yang sedang menjalani pemeriksaan dan keluarga yang masih menunggu kabar. Ikuti terus perkembangan informasinya bersama balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar berita biasa.

FAQ

1. Berapa korban selamat KM Virgo Transport 8 yang dibawa ke Banjarmasin?
Sebanyak 69 korban selamat dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

2. Kapal apa yang membawa korban selamat ke Banjarmasin?
Para korban dibawa menggunakan MV Haida setelah dievakuasi dari wilayah perairan Laut Jawa.

3. Mengapa korban dibagi menjadi tiga zona?
Pembagian zona dilakukan berdasarkan tingkat luka dan kegawatan agar tenaga medis dapat menentukan prioritas penanganan.

4. Apa arti zona hijau, kuning, dan merah?
Zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk luka sedang, sedangkan zona merah untuk korban dengan luka berat.

5. Apa saja tindakan medis yang diberikan kepada korban?
Penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban, termasuk pemeriksaan tanda vital, pemberian oksigen, pemasangan neck collar, dan infus bila diperlukan.

Sumber Informasi: RRI Radio Republik Indonesia

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
KM Virgo Transport 8 Pelabuhan Trisakti kecelakaan kapal banjarmasin