Bukan Soal Tanggal, Ini yang Menentukan Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Berhenti

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:52 WIB
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memunculkan kolom abu vulkanik terlihat dari pesisir Banten.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memunculkan kolom abu vulkanik terlihat dari pesisir Banten.

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Hujan abu Anak Krakatau belum bisa dipastikan kapan berakhir karena bergantung pada pasokan magma, tekanan gunung, dan arah angin.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Hujan abu akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian setelah erupsi menerus selama sekitar 25 jam di Selat Sunda dan abu menyebar ke sejumlah wilayah.

Pertanyaan yang muncul kemudian sederhana: kapan hujan abu benar-benar berhenti? Jawabannya ternyata tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat kalender atau menghitung beberapa hari.

Hujan abu tidak punya tanggal pasti untuk berhenti

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, waktu berakhirnya erupsi sulit dipastikan secara tepat karena sangat dipengaruhi kondisi magma dan tekanan di dalam gunung.

“Letusan baru akan benar-benar berhenti jika pasokan magma segar dari perut bumi sudah habis dan tekanan di dalam dapur magma sudah tenang kembali,” kata Daryono seperti dikutip Liputan6.

Artinya, berakhirnya satu episode erupsi belum otomatis berarti seluruh aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah selesai.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat episode erupsi menerus Anak Krakatau berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Episode tersebut berlangsung sekitar 25 jam. Setelah itu, aktivitas gunung api kembali menunjukkan pola letusan ringan yang terjadi secara berkala.

Mengapa abu masih bisa muncul setelah erupsi mereda?

Gunung api tidak bekerja seperti mesin yang dapat langsung dimatikan setelah satu kali letusan.

Selama masih ada pasokan magma dari kedalaman bumi dan tekanan di dapur magma belum kembali tenang, aktivitas erupsi masih dapat berlangsung dengan intensitas yang berubah-ubah.

Menurut Daryono, dorongan magma yang semakin kehilangan tenaga dapat membuat magma di saluran gunung mendingin dan mengeras. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat saluran tersumbat material batuan.

Beberapa perubahan pada aktivitas gunung juga dapat menjadi petunjuk bahwa pasokan magma mulai berkurang. Di antaranya penurunan gempa dari bagian dalam gunung, berkurangnya gas berbau menyengat secara drastis, serta perubahan bentuk tubuh gunung atau deflasi.

Namun, indikator tersebut tetap harus dibaca melalui pemantauan gunung api, bukan dijadikan patokan bahwa hujan abu akan berhenti pada tanggal tertentu.

Arah angin ikut menentukan wilayah yang terkena abu

Berhentinya hujan abu di satu wilayah juga tidak selalu berarti aktivitas erupsi sudah selesai.

Abu vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer dapat berpindah mengikuti kondisi angin. Partikel abu berukuran sangat halus bahkan dapat terbawa hingga jarak puluhan sampai ratusan kilometer ketika berada pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Dalam pemantauan BMKG pada 8 September 2026 pukul 04.00 WIB, sebaran abu Gunung Anak Krakatau diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Material abu dari permukaan hingga ketinggian sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer terpantau bergerak ke arah selatan-barat daya menuju wilayah Samudera Hindia di barat laut Banten. Meski demikian, BMKG masih mencatat potensi penurunan kualitas udara dan jarak pandang, sementara pada ketinggian tertentu abu dapat mengganggu penerbangan.

Jadi, ada dua hal yang perlu dibedakan: aktivitas erupsi gunung dan perjalanan abu yang sudah berada di atmosfer.

Erupsi menerus sudah berakhir, tetapi status Anak Krakatau masih Siaga

Badan Geologi menyatakan fase erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir. Setelah fase tersebut, Gunung Anak Krakatau kembali memperlihatkan karakteristik erupsi strombolian atau letusan berkala.

Namun, tingkat aktivitas gunung api tetap berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas kegempaan juga masih menjadi bagian dari pemantauan karena potensi letusan susulan belum sepenuhnya hilang.

Kondisi ini penting dipahami masyarakat. Berakhirnya episode erupsi panjang bukan berarti Gunung Anak Krakatau sudah kembali ke kondisi normal.

Jadi, kapan hujan abu benar-benar berhenti?

Belum ada tanggal pasti.

Hujan abu akan semakin mereda ketika aktivitas erupsi menurun dan pasokan magma yang mendorong material ke permukaan berkurang. Setelah abu tidak lagi terus-menerus dipasok, kondisi atmosfer dan angin kemudian menentukan seberapa cepat material yang tersisa meninggalkan suatu wilayah.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan satu periode tanpa hujan abu sebagai tanda bahwa ancaman sudah sepenuhnya berakhir.

Pemantauan resmi tetap menjadi acuan utama karena kondisi gunung api dapat berubah.

Yang perlu diperhatikan masyarakat

Bagi warga di wilayah yang terdampak abu, informasi paling penting bukan sekadar menunggu kapan hujan abu berhenti.

Perhatikan pembaruan dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah mengenai perkembangan aktivitas gunung, arah sebaran abu, kualitas udara, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Untuk wilayah yang berada jauh dari pusat erupsi, dampak yang dirasakan dapat berbeda karena sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin.

Sementara itu, masyarakat dan wisatawan tetap perlu mematuhi zona rekomendasi yang ditetapkan otoritas vulkanologi. Status Level III menunjukkan aktivitas gunung masih membutuhkan kewaspadaan.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau September 2026 Masih Berpotensi Berlanjut, Ini Lokasi, Kronologi, dan Dampaknya

Poin Penting

Insight Redaksi

Pertanyaan “kapan hujan abu berhenti?” sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan hitungan hari. Yang lebih penting adalah memahami bahwa berhentinya satu episode erupsi berbeda dengan berakhirnya seluruh aktivitas vulkanik.

Selama gunung masih aktif dan terus dipantau, perubahan kecil pada kegempaan, letusan, maupun arah sebaran abu tetap perlu diperhatikan.

Bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang membutuhkan informasi terbaru tentang aktivitas Anak Krakatau dan ikuti terus informasi Balikpapantv.id, teman update setia.

FAQ

Apakah hujan abu Anak Krakatau sudah pasti berhenti?

Belum dapat dipastikan. Berkurangnya abu di suatu wilayah tidak otomatis berarti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah selesai.

Mengapa hujan abu bisa datang lagi?

Selama masih terjadi aktivitas erupsi dan terdapat material vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer, abu dapat kembali tersebar. Intensitasnya dapat berubah mengikuti aktivitas gunung.

Apa yang menentukan abu menyebar ke wilayah tertentu?

Kekuatan erupsi dan arah angin menjadi faktor utama. Partikel abu yang sangat halus dapat terbawa jauh oleh angin.

Apakah erupsi Anak Krakatau sudah selesai?

Episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir, tetapi aktivitas vulkanik masih dipantau dan Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level III atau Siaga.

Apakah abu vulkanik dapat mengganggu penerbangan?

Ya. BMKG menyebut sebaran abu pada ketinggian tertentu dapat mengganggu aktivitas penerbangan, selain menurunkan kualitas udara dan jarak pandang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Erupsi Anak Krakatau Gunung Anak Krakatau Anak Krakatau hujan abu abu vulkanik