Gempa Susulan Flores Tembus 6.409 Kejadian, BMKG Ungkap Aktivitas Masih Dinamis

istikhomah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Aktivitas gempa susulan Flores masih tinggi setelah gempa M7,7, dengan pemantauan BMKG berlangsung sepanjang waktu.
Aktivitas gempa susulan Flores masih tinggi setelah gempa M7,7, dengan pemantauan BMKG berlangsung sepanjang waktu.
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: BMKG mencatat ribuan gempa susulan Flores, aktivitas masih tinggi, sejumlah guncangan dirasakan, sementara pemantauan seismik terus dilakukan secara rutin ketat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! BMKG mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan aktivitas seismik yang masih tinggi hingga Senin, 24 Agustus 2026.

Jumlah gempa yang terus bertambah membuat pemantauan menjadi penting, terutama karena sejumlah guncangan masih dirasakan dan berpotensi menambah kerusakan pada bangunan terdampak.

Baca Juga: 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polri Ungkap Lahan Dibakar untuk Perkebunan

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi di Flores

Hingga Senin, 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 6.409 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Gempa susulan tersebut merupakan rangkaian aktivitas setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Dalam catatan BMKG, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sementara kejadian dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 1,1.

Sebanyak 33 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5. Dari seluruh rangkaian tersebut, 139 kejadian dilaporkan dirasakan masyarakat.

Data resmi BMKG juga mencatat bahwa gempa utama berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Aktivitas Gempa Belum Menunjukkan Peluruhan Sederhana

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan masih berlangsung cukup tinggi.

Menurut analisis BMKG, rangkaian tersebut masih berpotensi berlangsung dalam tiga hingga empat minggu mendatang. Aktivitas pada beberapa hari awal juga belum memperlihatkan pola peluruhan yang sederhana.

Pada hari pertama setelah gempa utama, BMKG mencatat 704 kejadian. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.

Memasuki hari ketiga hingga kelima, aktivitas berada pada kisaran 668, 649, dan 627 kejadian. Namun, jumlahnya kembali naik pada hari keenam hingga mencapai 802 gempa dalam periode 24 jam.

Pola tersebut menunjukkan aktivitas seismik di wilayah terdampak masih berubah dari waktu ke waktu.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak masih perlu mengikuti perkembangan informasi resmi. Pemantauan aktivitas gempa menjadi penting untuk memahami perubahan kekuatan, lokasi, serta sebaran kejadian.

Guncangan Kuat Masih Dirasakan Warga

Sejumlah gempa susulan menghasilkan guncangan dengan intensitas IV hingga VI Modified Mercalli Intensity atau MMI.

Salah satu kejadian signifikan berlangsung pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,6.

Sehari kemudian, dua gempa bermagnitudo 5,8 kembali mengguncang kawasan Flores. Masing-masing terjadi pada pukul 05.45 WIB dan 09.47 WIB.

BMKG menyebut guncangan tersebut memicu kerusakan tambahan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya sudah terdampak gempa utama.

Di beberapa lokasi, gempa susulan juga dilaporkan memicu tanah longsor. Kondisi ini membuat pemeriksaan terhadap bangunan dan infrastruktur terdampak menjadi semakin penting.

Pada 24 Agustus 2026, BMKG juga mencatat gempa M5,2 di wilayah Manggarai Timur. Gempa tersebut dirasakan hingga skala V MMI di Sambi Rampas dan merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa utama M7,7.

Sebaran Gempa Membentuk Sejumlah Klaster

Hasil analisis dan relokasi hiposenter BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan tersebar dalam beberapa kelompok atau klaster.

Klaster terbesar berada di sekitar sumber gempa utama di sebelah utara Nagekeo. Sebarannya memanjang mengikuti struktur Flores Back-arc Thrust yang menjadi bagian penting dari sistem tektonik kawasan tersebut.

Kelompok aktivitas lainnya berada di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Perubahan sebaran juga terlihat berdasarkan waktu. Pada empat hari pertama, gempa susulan tersebar pada beberapa klaster dari wilayah timur hingga barat.

Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas terlihat semakin terkonsentrasi pada klaster bagian barat. Pada saat bersamaan, aktivitas di klaster timur mulai menurun secara bertahap.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa rangkaian gempa susulan memiliki dinamika spasial dan temporal yang terus dipantau BMKG.

Analisis BMKG sebelumnya juga menjelaskan bahwa gempa utama M7,7 merupakan gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik yang bersumber dari Flores Back-arc Thrust.

Baca Juga: 980 Warga Watu Lanur Mengungsi, Kebutuhan Tenda dan Pangan Mendesak

BMKG Pantau Aktivitas Gempa Selama 24 Jam

BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas gempa secara real-time selama 24 jam setiap hari.

Pemantauan mencakup jumlah kejadian, kekuatan gempa, lokasi sumber, arah perkembangan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.

Informasi tersebut kemudian diperbarui secara berkala agar perkembangan aktivitas seismik dapat dipantau masyarakat dan pemangku kepentingan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjadikan kanal resmi sebagai rujukan utama. Informasi mengenai gempa dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG dan akun media sosial terverifikasi.

Data resmi BMKG pada 24 Agustus juga menunjukkan aktivitas susulan masih berlangsung, dengan gempa terbesar mencapai M6,2.

Bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak, perkembangan informasi menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan. Bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan sebelumnya perlu dihindari sampai kondisinya dinyatakan aman.

Poin Penting

Insight Redaksi

Rangkaian gempa Flores memperlihatkan bahwa ancaman gempa bukan selesai ketika guncangan utama berlalu. Ribuan susulan, kerusakan tambahan, dan perubahan klaster menuntut kesiapan berkelanjutan. Bagi pembaca Kaltim, pelajarannya sederhana: informasi resmi dan kesiapan bangunan jauh lebih penting daripada kabar berantai yang bikin panik. Jangan lengah, Ces.

Pemantauan kondisi bangunan dan akses evakuasi perlu jadi kebiasaan, bukan dilakukan saat guncangan datang.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya mengikuti informasi gempa dari sumber resmi.

Aktivitas gempa masih dinamis, jadi jangan lewatkan pembaruan informasi dan penjelasan terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa jumlah gempa susulan yang tercatat?

BMKG mencatat 6.409 gempa susulan hingga 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB berdasarkan data pada bahan berita.

2. Seberapa kuat gempa susulan terbesar?

Gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2.

3. Apakah gempa susulan masih berpotensi terjadi?

BMKG memperkirakan rangkaian aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam tiga hingga empat minggu mendatang.

4. Mengapa aktivitas gempa disebut dinamis?

Jumlah kejadian berubah dari hari ke hari dan sebarannya berpindah atau terkonsentrasi pada beberapa klaster.

5. Apa yang perlu diperhatikan masyarakat?

Masyarakat perlu mengikuti pembaruan BMKG dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sampai kondisinya aman.

Sumber Informasi: Media Radio Republik Indonesia (RRI), dengan judul "6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores, BMKG Ungkap Aktivitas Masih Tinggi". Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Gempa Flores bmkg nusa tenggara timur gempa susulan