Tragedi Drag Race Kotamobagu: 8 Tewas, Polda Sulut Periksa 5 Orang dan Panitia

Arya Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Petugas melakukan penanganan di lokasi kecelakaan ajang Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara.
Petugas melakukan penanganan di lokasi kecelakaan ajang Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara.

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Polda Sulut memeriksa lima orang dan menyelidiki unsur kelalaian dalam tragedi drag race Kotamobagu.

Balikpapan TV - Hai Ces! Polda Sulawesi Utara mengambil alih penyelidikan kecelakaan maut dalam ajang Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, yang menewaskan delapan orang.

Peristiwa pada Minggu, 9 Agustus 2026, terjadi ketika mobil peserta keluar lintasan dan menghantam penonton di sekitar garis finis. Polisi kini menelusuri kemungkinan kelalaian, termasuk dari sisi pengemudi dan penyelenggara.

Mengapa Kasus Drag Race Kotamobagu Diambil Alih Polda Sulut?

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kecelakaan dan kemungkinan adanya pelanggaran hukum.

"Tentunya saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kalau ada pelanggaran hukum, tentunya akan diproses," kata Roycke kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Kasus tersebut kemudian ditarik ke Polda Sulut agar proses penanganan dan penegakan hukum dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan serta menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam pelaksanaan kegiatan," sambungnya.

Baca Juga: Mengapa Orang Mudah Menghakimi di Media Sosial? Psikolog Ungkap Penjelasannya Lewat Kasus Yurizal

Lima Orang Sudah Diperiksa Polisi

Penyidik telah memeriksa lima orang terkait tragedi yang terjadi saat perlombaan berlangsung.

Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada peserta atau pengemudi kendaraan. Polisi juga akan menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

"Semua pihak akan kita periksa, mulai dari alurnya, dari panitia penyelenggara. Apa potensinya, tentunya sementara dalam proses," ungkap Roycke.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan perlombaan telah memenuhi aspek keselamatan bagi peserta maupun penonton.

Pengemudi Berpotensi Menjadi Tersangka

Polisi membuka kemungkinan menetapkan pengemudi mobil sebagai tersangka. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan bukti.

"Sementara yang diperiksa sudah lima orang. Selain itu, untuk pengemudi sendiri berpotensi akan menjadi tersangka," jelas Roycke.

Artinya, status hukum pengemudi belum ditetapkan. Penyidik masih harus memastikan hubungan antara tindakan pengemudi, penyebab kecelakaan, serta unsur pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi Diwarnai Penembakan, Dua Orang Terluka

Korban Tewas Bertambah Menjadi Delapan Orang

Jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut bertambah dari tujuh menjadi delapan orang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak membenarkan perkembangan tersebut pada Senin (10/8/2026).

"Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut saat ini telah mencapai delapan orang," ujar Luster.

Beberapa korban diketahui masih berusia anak-anak. Korban terbaru bernama Ali Jojang, warga Bilalang IV, yang sebelumnya menjalani perawatan akibat luka berat di RS Monompia.

Mobil Peserta Keluar Lintasan dan Hantam Penonton

Kecelakaan terjadi ketika perlombaan Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 berlangsung di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai.

Sebuah mobil peserta mengalami kecelakaan di area ujung garis finis. Kendaraan kemudian keluar dari lintasan dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar area tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya tercatat enam warga meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan. Jumlah korban meninggal kemudian bertambah hingga mencapai delapan orang.

Salah satu persoalan keselamatan yang menjadi perhatian adalah kondisi area lintasan. Di sekitar lokasi disebut tidak terdapat pagar pengaman atau pembatas yang memadai antara kendaraan peserta dan penonton.

Setelah kecelakaan, petugas bersama warga melakukan evakuasi. Para korban kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Monompia dan RS Pobundayan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Tragedi Kotamobagu menunjukkan keselamatan penonton harus ditempatkan sebagai syarat utama, bukan sekadar pelengkap perlombaan. Ketika kendaraan berkecepatan tinggi berhadapan langsung dengan kerumunan tanpa pembatas memadai, risikonya kada main-main. Evaluasi panitia, lintasan, dan sistem pengamanan harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa kada terulang.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan otomotif.

Peristiwa ini mengingatkan bahwa setiap ajang balap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal bagaimana semua orang pulang dengan selamat. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan tragedi drag race Kotamobagu terjadi?

Kecelakaan terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, saat perlombaan berlangsung di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara.

2. Berapa jumlah korban meninggal dunia?

Perkembangan terakhir menyebutkan delapan orang meninggal dunia.

3. Berapa orang yang sudah diperiksa polisi?

Penyidik telah memeriksa lima orang terkait peristiwa tersebut.

4. Apakah pengemudi sudah menjadi tersangka?

Belum. Polisi menyebut pengemudi berpotensi menjadi tersangka, tetapi penetapan masih menunggu hasil penyelidikan.

5. Apakah perlombaan dilanjutkan setelah kecelakaan?

Tidak. Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan perlombaan dihentikan setelah tragedi tersebut.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada keterangan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak, serta informasi Pemerintah Kota Kotamobagu mengenai tragedi kecelakaan dalam ajang Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
race Kotamobagu korban drag race Kotamobagu Drag Bike Kotamobagu Championship 2026