Durasi Baca: 7 Menit
Topik: Pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional dan arah kepemimpinan baru program gizi nasional.
Ikhtisar: Sudaryono resmi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pergantian ini sekaligus mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian sesuai ketentuan larangan rangkap jabatan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan ini dilakukan setelah Nanik S. Deyang mengundurkan diri karena kondisi kesehatan sehingga kepemimpinan BGN segera diisi pejabat definitif agar program nasional tetap berjalan.
Perubahan ini menjadi perhatian karena Badan Gizi Nasional memegang peran penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Mengapa Sudaryono Dipilih Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional?
Pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah Nanik S. Deyang mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto dengan alasan ingin memusatkan perhatian pada pengobatan penyakit jantung yang dideritanya. Pemerintah menilai pengisian jabatan harus segera dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di lembaga tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Presiden menunjuk Sudaryono karena dinilai mampu melanjutkan tugas strategis Badan Gizi Nasional yang berkaitan langsung dengan program peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Usai mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Sudaryono menandatangani berita acara pelantikan sebagai tanda resmi dimulainya masa tugasnya memimpin BGN.
Baca Juga: Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Kiki Kurnia Kini Rasakan Hunian yang Lebih Nyaman
Sudaryono Tidak Lagi Menjabat Wakil Menteri Pertanian
Salah satu informasi yang langsung menjadi perhatian publik ialah status Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Sebelum pelantikan berlangsung, muncul anggapan bahwa ia akan memegang beberapa jabatan sekaligus. Namun, Sudaryono menegaskan dirinya tidak akan merangkap jabatan setelah resmi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional.
Menurut Sudaryono, keputusan tersebut mengikuti penjelasan Menteri Sekretaris Negara yang menyebut Kepala BGN tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai wakil menteri.
"Kalau dari keterangan Pak Prasetyo tadi sih tidak rangkap jabatan kan. Jadi harus melepaskan di Wamen," kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta.
Dengan demikian, sejak pelantikan tersebut Sudaryono fokus menjalankan tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Siapa Sosok Sudaryono?
Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985 dan dikenal sebagai salah satu tokoh muda yang cukup dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kariernya dimulai sebagai asisten pribadi Prabowo pada periode 2009 hingga 2014. Setelah itu, ia berkiprah di dunia profesional sebelum akhirnya masuk ke pemerintahan.
Dalam perjalanan kariernya, Sudaryono pernah menjabat:
- Corporate Secretary Nusantara Energy (2014)
- CEO Garuda TV (2018)
- CEO PT Nusantara Telematics System (2019)
- Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma (2020)
- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia
- Kepala Badan Gizi Nasional (2026)
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika dipercaya memimpin lembaga yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kebijakan gizi nasional.
Baca Juga: 18,22 Miliar Rupiah, Kekayaan Rugun Saragih Disorot, Begini Isi LHKPN dan Fakta Rumah Sentul
Apa Tantangan Sudaryono di Badan Gizi Nasional?
Tantangan pertama yang dihadapi Sudaryono ialah menjaga kesinambungan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
BGN memiliki tanggung jawab mengoordinasikan berbagai aspek pemenuhan gizi masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program yang melibatkan banyak kementerian dan pemerintah daerah.
Selain memastikan distribusi program berjalan sesuai target, kepemimpinan baru juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas anggaran, dan menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.
Pergantian pimpinan di tengah berjalannya program besar tentu menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah menegaskan pergantian dilakukan secepat mungkin agar roda organisasi tetap berjalan tanpa jeda
Mengapa Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri?
Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional bermula dari keputusan Nanik S. Deyang untuk mengundurkan diri sebagai Kepala BGN. Melalui pernyataan yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi alasan utama dirinya mengajukan pengunduran diri.
Ia mengungkapkan akan menjalani pemeriksaan sekaligus pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Menurut Nanik, keputusan tersebut bukan karena meragukan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion atas kondisi yang dialaminya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya," tulis Nanik.
Sebelum keberangkatannya, Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena tidak dapat melanjutkan amanah memimpin Badan Gizi Nasional.
Presiden kemudian menyetujui pengunduran dirinya dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan yang sedang dihadapi.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Rp223 Triliun Berputar di Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Cara Kerjanya
Tetap Diminta Mengawasi Badan Gizi Nasional
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan Presiden Prabowo masih mengharapkan kontribusinya dalam pengembangan lembaga tersebut.
Menurut Nanik, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional dan memintanya untuk menjadi ketua dewan tersebut.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih ingin memanfaatkan pengalaman Nanik dalam mengawal kebijakan gizi nasional, meskipun perannya nantinya berada di luar struktur pimpinan operasional.
Dengan demikian, proses pergantian kepemimpinan tidak sepenuhnya memutus kesinambungan pengalaman yang telah dibangun sejak BGN mulai menjalankan berbagai program nasional.
Apa Dampaknya bagi Program Makan Bergizi Gratis?
Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional menjadi perhatian publik karena BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan.
Masuknya Sudaryono diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan program tersebut. Pengalamannya di sektor pertanian dinilai dapat memperkuat koordinasi antara penyediaan bahan pangan, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Selain itu, pengalaman Sudaryono di dunia usaha dan pemerintahan menjadi modal dalam mengelola lembaga yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai mitra pelaksana.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran, tetapi juga menjaga kualitas layanan, transparansi penggunaan anggaran, serta efektivitas pelaksanaan program di seluruh daerah.
Poin Penting
- Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 22 Juli 2026.
- Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
- Sudaryono memastikan melepas jabatan Wakil Menteri Pertanian karena Kepala BGN tidak diperbolehkan rangkap jabatan.
- Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion.
- Presiden berencana melibatkan Nanik dalam Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional.
- Kepemimpinan baru diharapkan menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Insight Redaksi: Pergantian pimpinan lembaga strategis merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Yang menjadi perhatian publik bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi seberapa cepat transisi berlangsung tanpa mengganggu pelayanan. Bagi daerah seperti Balikpapan yang turut menjadi bagian pelaksanaan program nasional, kesinambungan kebijakan jauh lebih penting dibanding pergantian figur. Program gizi menyangkut jutaan penerima manfaat. Kada cukup hanya berganti pemimpin, hasil kerjanya juga harus benar-benar terasa di lapangan, Ces.
Rekomendasi: Masyarakat dapat mengikuti perkembangan resmi Badan Gizi Nasional agar memperoleh informasi yang akurat mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah masing-masing.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami perubahan kepemimpinan Badan Gizi Nasional beserta dampaknya terhadap program pemerintah.
Selalu ikuti perkembangan informasi nasional dan daerah hanya di Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa Sudaryono ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional?
Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
2. Apakah Sudaryono masih menjabat Wakil Menteri Pertanian?
Tidak. Sudaryono menyatakan akan melepaskan jabatan Wakil Menteri Pertanian karena Kepala BGN tidak diperbolehkan merangkap jabatan.
3. Mengapa Nanik S. Deyang mengundurkan diri?
Ia mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri serta memperoleh second opinion.
4. Apa tugas utama Badan Gizi Nasional?
BGN bertugas mengoordinasikan kebijakan dan pelaksanaan program gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
5. Apa tantangan utama Kepala BGN yang baru?
Menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Sekretariat Negara Republik Indonesia mengenai pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional, diperkaya dengan keterangan resmi Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta pernyataan Nanik S. Deyang terkait pengunduran dirinya. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma