Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Harga BBM Turun Serentak, Pertamax Turbo hingga Dexlite Kini Lebih Murah

Arya Kusuma • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:00 WIB
Aktivitas pengisian BBM di SPBU
Ilustrasi Aktivitas pengisian BBM di SPBU (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 menit

Topik: Penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dipengaruhi dinamika pasar energi dan kebijakan nasional

Ikhtisar: Sejumlah penyedia BBM menurunkan harga beberapa produk nonsubsidi. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan harga energi global, kondisi ekonomi, dan daya beli masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sejumlah badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia secara bersamaan menurunkan harga beberapa produk BBM nonsubsidi. Penyesuaian dilakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation, sehingga masyarakat memiliki gambaran terbaru sebelum mengisi bahan bakar.

Mau isi BBM dalam waktu dekat? Cek dulu daftar harga terbarunya. Selisihnya lumayan terasa untuk perjalanan harian maupun jarak jauh, Ces!

Apa saja BBM yang mengalami penurunan harga?

Perubahan paling mencolok datang dari PT Pertamina Patra Niaga yang menyesuaikan harga tiga produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter setelah sebelumnya berada di angka Rp20.750 per liter. Artinya terjadi penurunan sebesar Rp1.450 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex mengalami koreksi paling besar. Harga produk tersebut turun Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

Dexlite juga mengalami penyesuaian cukup signifikan. Harga yang sebelumnya Rp23.000 per liter kini menjadi Rp19.700 per liter atau turun Rp3.300 per liter.

Di sisi lain, Pertamax atau RON 92 tidak mengalami perubahan harga. Produk tersebut masih dipasarkan sebesar Rp16.250 per liter.

Begitu pula Pertamax Green 95 yang tetap dipatok Rp17.000 per liter sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni 2026.

Baca Juga: Sidang Pansus Hak Angket Memanas, Bupati Gowa Hengkang dari Ruang Sidang DPRD

Mengapa harga BBM nonsubsidi bisa berubah?

Harga BBM nonsubsidi memang tidak bersifat tetap. Penyesuaiannya mengikuti berbagai indikator ekonomi dan pasar energi yang terus bergerak.

Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah perkembangan harga minyak mentah dunia. Ketika harga minyak global mengalami penurunan dalam periode tertentu, biaya pengadaan bahan bakar juga dapat ikut menurun.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ikut memengaruhi biaya impor komponen energi dan proses distribusi.

Pemerintah juga mempertimbangkan aspek fiskal nasional, kondisi perekonomian, hingga kemampuan daya beli masyarakat sebelum badan usaha melakukan penyesuaian harga.

Karena itulah harga BBM nonsubsidi dapat berubah mengikuti dinamika pasar, berbeda dengan BBM bersubsidi yang mekanisme penetapan harganya diatur pemerintah.

Bagaimana penyesuaian harga di Shell, BP-AKR, Vivo, dan Mobil?

Selain Pertamina, BP-AKR juga menurunkan harga salah satu produk dieselnya.

BP Ultimate Diesel kini dijual Rp21.340 per liter dari sebelumnya Rp25.060 per liter. Penurunannya mencapai Rp3.720 per liter.

Namun, dua produk bensin BP belum mengalami perubahan.

BP 92 masih dipasarkan Rp16.670 per liter, sedangkan BP Ultimate tetap berada di angka Rp17.240 per liter.

Shell Indonesia juga melakukan penyesuaian pada produk diesel.

Shell V-Power Diesel kini dijual Rp21.340 per liter setelah sebelumnya Rp24.490 per liter.

Sementara itu, harga Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tercantum dalam daftar harga terbaru yang diumumkan perusahaan.

Di jaringan Vivo Energy Indonesia, harga Vivo Revvo 92 dipatok Rp16.670 per liter.

Kemudian Vivo Revvo 95 dijual Rp17.240 per liter, sedangkan Vivo Diesel Primus berada pada harga Rp21.340 per liter.

Mobil Indostation juga menetapkan harga Gasoline 92 sebesar Rp16.670 per liter.

Dengan demikian, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan BBM dengan kisaran harga yang relatif berdekatan di berbagai jaringan SPBU.

Apa dampaknya bagi pengguna kendaraan?

Penurunan harga BBM nonsubsidi berpotensi mengurangi pengeluaran operasional bagi pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha yang menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi.

Meski penurunannya dihitung per liter, akumulasi biaya dalam satu kali pengisian tangki dapat memberikan selisih yang cukup terasa, terutama bagi kendaraan dengan kapasitas tangki besar.

Bagi sektor logistik dan transportasi yang menggunakan BBM diesel nonsubsidi, biaya operasional juga berpotensi menjadi lebih efisien apabila tren harga bertahan dalam beberapa waktu.

Namun, masyarakat tetap disarankan memilih jenis BBM sesuai spesifikasi mesin kendaraan. Menggunakan oktan atau jenis bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan membantu menjaga performa mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: Misteri Dua Rumah Rahasia Bupati Sukoharjo: Bongkar Taktik Safe House Bupati Sukoharjo, Tempat Penyimpanan Aset Tersembunyi Sejak Tahun 2010

Tips memilih BBM sesuai kendaraan:

  1. Gunakan angka oktan sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
  2. Perhatikan kebutuhan mesin bensin atau diesel sebelum mengisi BBM.
  3. Bandingkan harga dan layanan SPBU tanpa mengabaikan kualitas bahan bakar.
  4. Pantau pembaruan harga secara berkala karena BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Penurunan harga BBM nonsubsidi memberi ruang bagi masyarakat untuk menghemat biaya perjalanan, terutama di kota dengan mobilitas tinggi seperti Balikpapan. Meski begitu, memilih BBM kada cukup hanya melihat harga. Spesifikasi mesin tetap menjadi pertimbangan utama agar performa kendaraan terjaga dalam jangka panjang. Informasi harga yang cepat berubah juga layak dipantau secara berkala. Jadi jangan asal isi, cek dulu sebelum berangkat, Ces.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang mengetahui perkembangan harga BBM terbaru dan dapat menyesuaikan pengeluaran perjalanan sehari-hari.

Harga energi selalu bergerak mengikuti banyak faktor. Supaya kada ketinggalan informasi penting yang berdampak langsung pada aktivitas harian, selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. BBM Pertamina apa saja yang turun harga?
Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mengalami penurunan harga.

2. Apakah harga Pertamax ikut turun?
Tidak. Pertamax masih dipatok Rp16.250 per liter.

3. Mengapa harga BBM nonsubsidi berubah?
Karena dipengaruhi harga minyak mentah dunia, aspek fiskal, kondisi ekonomi nasional, dan daya beli masyarakat.

4. SPBU selain Pertamina yang ikut menyesuaikan harga apa saja?
Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, dan Mobil Indostation juga melakukan penyesuaian pada sejumlah produknya.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina Patra Niaga, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, dan Mobil Indostation. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Harga BBM terbaru pertamina patra niaga pertamax indonesia