Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Pembacokan Polisi di Jambi Dikecam Ahmad Sahroni, Minta Pelaku Dihukum Berat

Nazwa Deriska Noviyanti • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:12 WIB
Petugas kepolisian berjaga usai kasus pembacokan anggota Satlantas Polresta Jambi di kawasan Pasar Angso Duo.
Petugas kepolisian berjaga usai kasus pembacokan anggota Satlantas Polresta Jambi di kawasan Pasar Angso Duo.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Respons DPR terhadap pembacokan dua anggota Satlantas Polresta Jambi saat bertugas dan dorongan penegakan hukum tegas terhadap pelaku kriminal jalanan.

Ikhtisar: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengecam pembacokan terhadap dua anggota Satlantas Polresta Jambi. Ia meminta pelaku dihukum berat dan menegaskan aparat penegak hukum harus menunjukkan ketegasan untuk menjaga rasa aman masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Aksi pembacokan terhadap dua anggota Satlantas Polresta Jambi saat bertugas di kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi, memicu kecaman keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Menurutnya, tindakan kriminal jalanan kini menunjukkan pola yang semakin brutal dan mengkhawatirkan.

Kasus ini bukan cuma soal serangan terhadap aparat. Ada pesan besar tentang keamanan ruang publik yang perlu dicermati. Simak terus sampai habis, biar makin paham duduk perkaranya dan konteks yang berkembang, Ces!

Baca Juga: Miki Zohar Sebut AS Salah Membaca Iran, Ketegangan dengan Israel Menguat

Mengapa kasus pembacokan polisi di Jambi mendapat perhatian serius?

Kasus ini langsung mendapat sorotan karena korbannya merupakan anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas. Ahmad Sahroni menilai tindakan tersebut sudah melewati batas kewajaran dan menunjukkan keberanian pelaku kriminal melawan aparat.

Menurut Sahroni, fenomena kriminal jalanan saat ini semakin marak dan ekstrem. Situasi itu berpotensi menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat yang menginginkan lingkungan aman untuk beraktivitas sehari-hari.

Apa yang disampaikan Ahmad Sahroni terkait meningkatnya kriminal jalanan?

Sahroni menegaskan bahwa berbagai tindak kejahatan jalanan belakangan menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Ia menyebut sejumlah tindakan pelaku sudah berada di luar nalar dan sulit diterima akal sehat.

"Saat ini kita melihat kriminal jalanan semakin marak dan semakin brutal. Banyak tindakan yang sudah terlampau ekstrem dan di luar nalar," kata Ahmad Sahroni kepada wartawan, Kamis (25/6).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan kriminalitas tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah apa yang diminta DPR kepada Polri?

Sahroni meminta Polri mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku. Menurutnya, penegakan hukum yang kuat diperlukan agar muncul efek jera dan mencegah tindakan serupa kembali terjadi.

Ia juga menyoroti dugaan bahwa pelaku berada dalam pengaruh narkoba. Karena itu, proses hukum dinilai harus berjalan maksimal sesuai ketentuan yang berlaku agar memberikan pesan jelas kepada pelaku kejahatan lainnya.

Mengapa efek jera dianggap penting dalam kasus ini?

Efek jera dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan keberanian pelaku kriminal. Sahroni menegaskan negara tidak boleh memberikan ruang bagi pelaku untuk merasa dapat bertindak sesuka hati.

"Jangan sampai kita membiarkan pelaku kriminal merasa bisa bertindak sesuka hati, apalagi sampai berani menyerang aparat yang sedang menjalankan tugas. Jadi para pelaku wajib dihukum berat, apalagi mereka diduga dalam pengaruh narkoba,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya ketegasan hukum sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat maupun aparat yang bertugas di lapangan.

Bagaimana upaya mencegah kasus serupa terulang?

Sahroni menilai pencegahan harus berjalan beriringan dengan proses penegakan hukum. Kasus pembacokan anggota Satlantas Polresta Jambi perlu dituntaskan secara tegas agar menjadi peringatan bagi pelaku kriminal lainnya.

“Pokoknya kasus ini harus diproses secara tegas agar menjadi pesan terbuka bahwa tidak ada satu pun pelaku kriminal yang bisa bertindak bebas, apalagi melawan aparat penegak hukum. Pada prinsipnya negara tidak akan kalah sedikit pun dari para pelaku kriminal. Ketegasan hukum inilah yang akan memberi rasa aman kepada masyarakat,” tandasnya.

Poin Penting:

Baca Juga: Dana Transfer Daerah 2027 Terancam Turun Lagi, Nasib Gaji PPPK dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Insight Redaksi: Dari sudut pandang masyarakat daerah seperti Balikpapan, kasus ini menunjukkan bahwa tantangan keamanan tidak hanya terjadi di kota-kota tertentu. Ketika aparat yang sedang bertugas menjadi sasaran kekerasan, perhatian publik otomatis meningkat karena menyangkut rasa aman bersama. Yang menarik, sorotan Ahmad Sahroni tidak hanya berhenti pada hukuman berat, tetapi juga pada pesan simbolik bahwa negara harus hadir secara tegas. Bagi warga, ukuran paling nyata bukan sekadar proses hukum berjalan, melainkan munculnya rasa aman saat beraktivitas. Itu yang paling dirasakan masyarakat pang, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami perkembangan kasus ini dan pentingnya penegakan hukum yang tegas untuk menjaga keamanan bersama.

Masih banyak perkembangan yang patut dicermati dari isu keamanan dan penegakan hukum di Indonesia. Ikuti terus informasi terkini hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang mengecam kasus pembacokan anggota Satlantas Polresta Jambi?
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

2. Di mana peristiwa pembacokan terjadi?
Di kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi.

3. Berapa anggota polisi yang menjadi korban?
Dua anggota Satlantas Polresta Jambi.

4. Apa yang diminta Ahmad Sahroni kepada Polri?
Menindak pelaku secara tegas dan memberikan efek jera.

5. Apa tujuan ketegasan hukum menurut Sahroni?
Untuk menjaga rasa aman masyarakat dan mencegah kejahatan serupa terulang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Pasar Angso Duo #Satlantas Polresta Jambi #ahmad sahroni