Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Deddy Yevri Sitorus Desak Gibran Klarifikasi Dugaan Dana Rp20 Juta

Nazwa Deriska Noviyanti • Kamis, 25 Juni 2026 | 16:07 WIB
Deddy Yevri Sitorus menyampaikan desakan klarifikasi terkait polemik dugaan dana kepada Ketua BEM FH UBK.
Deddy Yevri Sitorus menyampaikan desakan klarifikasi terkait polemik dugaan dana kepada Ketua BEM FH UBK.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Desakan klarifikasi kepada Wakil Presiden terkait dugaan aliran dana kepada mahasiswa dan polemik perubahan agenda aksi demonstrasi.

Ikhtisar: Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan pemberian uang kepada Ketua BEM FH UBK. Klarifikasi dinilai penting untuk menghindari spekulasi serta menjaga kepercayaan publik.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Polemik dugaan pemberian uang kepada Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno terus bergulir setelah muncul pengakuan terkait penerimaan dana Rp20 juta yang dikaitkan dengan perubahan rencana aksi mahasiswa. Situasi ini mendorong munculnya tuntutan agar seluruh pihak memberikan penjelasan secara terbuka.

Isu ini menarik perhatian karena menyangkut hubungan antara mahasiswa, aparat, dan pejabat negara. Simak sampai habis, ada sejumlah pertanyaan yang kini masih menunggu jawaban dan menjadi sorotan publik, Ces!

Baca Juga: Book Page Lamp Shade, Cara Kreatif Mengubah Buku Lama Jadi Dekorasi Bernilai

Mengapa Deddy Yevri Sitorus meminta Gibran segera memberi klarifikasi?

Jawabannya karena polemik yang berkembang dinilai berpotensi memunculkan berbagai spekulasi. Menurut Deddy Yevri Sitorus, penjelasan langsung dari Wakil Presiden diperlukan agar informasi yang beredar tidak terus menjadi bola liar.

Deddy menilai klarifikasi penting untuk menjaga kepercayaan publik. Semakin lama isu ini tanpa penjelasan terbuka, semakin besar ruang bagi berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat.

"Dia (Gibran) harus mengklarifikasi bahwa tidak benar dia membayar mahasiswa. Walaupun itu mungkin sulit diterima akal publik, tapi dia perlu bersuara," kata Deddy kepada wartawan, Kamis (25/6).

Apa yang membuat perubahan agenda mahasiswa menjadi sorotan?

Fokus perhatian muncul karena adanya perubahan rencana kegiatan mahasiswa. Awalnya, aksi demonstrasi direncanakan berlangsung di depan Istana Negara.

Namun dalam perkembangannya, mahasiswa justru melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden di kantornya. Perubahan tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terang agar publik memahami proses yang terjadi.

"Gimana sih duduk perkara bisa mahasiswa itu belok dari rencana demo tiba-tiba ke kantor Wakil Presiden? Itu kan harus dijelaskan secara terang benderang," ujar Deddy.

Mengapa sumber dana Rp20 juta menjadi pertanyaan penting?

Menurut Deddy, asal-usul dana harus ditelusuri secara jelas. Tujuannya untuk menghindari munculnya dugaan mengenai praktik yang melanggar hukum atau kepentingan politik tertentu.

Ia juga meminta agar pihak yang diduga memberikan uang tersebut dapat diidentifikasi. Dengan begitu, seluruh informasi yang berkembang dapat diuji berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan-jangan itu uang hasil pungli, atau apakah memang ada operasi politik? Nah, ini kan harus terang benderang. Kita sedang menunggu bagaimana Wakil Presiden memberikan penjelasan yang masuk akal dan bisa dipercaya tentang persoalan suap-menyuap mahasiswa ini untuk kepentingan politik."

Bagaimana Deddy melihat dampaknya terhadap citra pemerintah?

Deddy berpandangan bahwa ketidakjelasan informasi dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, menurutnya, transparansi menjadi faktor yang penting dalam meredam polemik.

Ia juga menyoroti munculnya kesan bahwa Gibran sedang ditempatkan sebagai figur yang paling responsif terhadap aspirasi masyarakat. Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia meminta penjelasan lebih rinci mengenai peristiwa tersebut.

"Ini kan seolah-olah sedang berupaya menarik dia menjadi episentrum perhatian sebagai pihak yang mau mendengar pada saat pemerintah sedang terpojok. Ini kan aneh kalau menurut saya," jelasnya.

Apa isi pengakuan Ketua BEM FH UBK yang menjadi perhatian publik?

Polemik ini bermula setelah viral pengakuan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin. Dalam potongan video yang beredar, ia mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta.

Abdi menyebut dana tersebut diberikan oleh seorang oknum kepolisian bernama Aan. Menurut pengakuannya, uang itu diberikan agar aksi yang semula direncanakan di depan Istana Negara dialihkan ke DPR RI.

"Saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut. Rp 20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak kepolisian (bernama) Aan," tutur Abdi.

Meski demikian, Abdi juga mengungkap bahwa massa mahasiswa pada akhirnya tetap menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas.

Poin Penting:

Baca Juga: Kebakaran Dahor 3 Balikpapan Barat, Api Membesar Malam Hari, Penyebab Masih Ditelusuri

Insight Redaksi: Dalam kasus seperti ini, yang menjadi perhatian publik bukan hanya soal ada atau tidaknya aliran dana, tetapi bagaimana semua pihak menjelaskan peristiwa yang terjadi secara terbuka. Dari sudut pandang masyarakat di Balikpapan, transparansi sering kali menjadi pembeda antara informasi yang dipercaya dan informasi yang memicu spekulasi baru. Ketika ada pertanyaan yang belum terjawab, ruang tafsir akan semakin luas. Nah itu sudah, makanya kejelasan informasi menjadi hal yang paling ditunggu saat ini, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami perkembangan polemik yang sedang menjadi perhatian publik dan mengikuti fakta-fakta yang telah disampaikan berbagai pihak.

Perkembangan isu politik dan kebijakan publik selalu menghadirkan sisi yang menarik untuk dicermati. Ikuti terus update terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang meminta Gibran memberikan klarifikasi?
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus.

2. Berapa jumlah uang yang diakui diterima Ketua BEM FH UBK?
Rp20 juta.

3. Siapa yang mengaku menerima uang tersebut?
Muhamad Abdimaludin, Ketua BEM FH UBK.

4. Apa alasan Deddy meminta klarifikasi terbuka?
Untuk menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan publik.

5. Di mana mahasiswa tetap menggelar aksi menurut pengakuan Abdi?
Di kawasan Patung Kuda, Monas.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Deddy Yevri Sitorus #Muhamad Abdimaludin #gibran rakabuming raka