Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Truk Tangki BBM 24 Ribu Liter Diamankan Polisi, Pelanggan Solar di Banyuwangi Terdampak Warga Kesulitan Solar

Arya Kusuma • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB
Truk tangki BBM yang dipasang garis polisi di area SPBU Genteng Wetan Banyuwangi saat proses penyelidikan berlangsung.
Truk tangki BBM yang dipasang garis polisi di area SPBU Genteng Wetan Banyuwangi saat proses penyelidikan berlangsung.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM Memicu Gangguan Layanan Solar di Banyuwangi

Ikhtisar: Dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi memicu penyelidikan aparat di Banyuwangi. Kondisi ini berdampak pada pelayanan solar di SPBU Genteng Wetan dan dikeluhkan masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas penjualan Bio Solar di SPBU 54.684.15 Genteng Wetan, Banyuwangi, terganggu setelah sebuah truk tangki BBM dan fasilitas pengisian solar dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Pelanggan yang biasa mengisi solar kini harus mencari pasokan ke lokasi lain. Banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di balik penghentian layanan tersebut? Simak sampai habis, kada sedikit jua fakta menariknya Ces!

Mengapa SPBU Genteng Wetan Menjadi Sorotan?

SPBU 54.684.15 yang berada di Jalan Hasanudin Nomor 99, Dusun Cangaan, Genteng Wetan, mendadak menjadi perhatian setelah beredar video yang memperlihatkan truk tangki BBM terparkir dengan garis polisi.

Bukan hanya kendaraan pengangkut BBM yang dipasangi police line. Nozzle pengisian Bio Solar di SPBU tersebut juga terlihat tidak dapat digunakan selama proses penyelidikan berlangsung.

Kondisi itu membuat pelayanan solar di lokasi praktis terhenti. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang menggantungkan aktivitas usaha dan pekerjaan harian pada pasokan BBM subsidi.

Baca Juga: Dana Transfer Daerah 2027 Terancam Turun Lagi, Nasib Gaji PPPK dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Bagaimana Keluhan Warga Akibat Penghentian Layanan Solar?

Keluhan datang dari sejumlah pelanggan yang biasa membeli solar di SPBU tersebut. Salah satunya Andi (50), yang mengaku sudah beberapa kali datang namun tidak dapat melakukan pengisian.

"Saya sudah dua hari ini bolak-balik ke sini selalu kecele. Pengisian solar tutup," kata Andi.

"Terpaksa harus mencari ke wilayah lain yang jaraknya cukup jauh, padahal solar ini buat modal kerja," keluhnya.

Bagi sebagian pengguna kendaraan berbahan bakar solar, kondisi ini bukan sekadar persoalan antrean. Jarak tambahan untuk mencari BBM berarti tambahan biaya operasional dan waktu kerja yang terbuang.

Apa Kronologi Truk Tangki BBM yang Diamankan?

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kendaraan yang tengah menjadi perhatian aparat merupakan truk tangki milik perusahaan transportir PT Puspita Cipta.

Truk tersebut memiliki kapasitas sekitar 24.000 liter dan sebelumnya telah menyelesaikan proses pembongkaran solar subsidi di SPBU Genteng Wetan.

Setelah proses itu selesai, kendaraan dijadwalkan melanjutkan distribusi Pertalite menuju SPBU lain di wilayah Genteng. Namun sebelum keluar dari area SPBU, kendaraan tersebut diduga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Akibatnya, truk tangki tetap berada di lokasi dalam kondisi dipasang garis polisi hingga proses pemeriksaan berjalan.

Baca Juga: Mengapa Usulan Produksi Rokok Murah Dikritik? Ini Dampaknya

Siapa Pengelola SPBU 54.684.15 Genteng Wetan?

Berdasarkan data Migas ESDM, SPBU Genteng Wetan merupakan bagian dari Mahayasa Group dan beroperasi di bawah manajemen perusahaan yang terdaftar sebagai PT. Mitra.

Perwakilan SPBU Genteng Wetan, Sudarmoko, menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan yang sedang didalami aparat penegak hukum.

"Sebenarnya kami hanya ketempatan, jadi tangki ini sudah selesai dropping solar di SPBU kami," kata Sudarmoko.

Menurutnya, SPBU hanya menjadi lokasi terakhir pembongkaran muatan sebelum kendaraan melanjutkan perjalanan distribusi berikutnya.

Apa Dugaan yang Sedang Diselidiki Aparat?

Penyelidikan yang berlangsung disebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses distribusi BBM. Dugaan tersebut mengarah pada tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum pengemudi.

Sudarmoko menegaskan bahwa pihak SPBU tidak terlibat dalam dugaan penyelewengan yang sedang diperiksa.

"Dan akan melanjutkan dropping Pertalite ke SPBU Genteng kulon tapi ditangkap saat hampir keluar SPBU kami," ungkapnya.

"Ya akhirnya ditahan di sini karena masih dalam penyelidikan," tambah Sudarmoko.

Karena proses hukum masih berjalan, pihak SPBU belum dapat kembali melayani penjualan Bio Solar seperti biasa.

Baca Juga: Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN dalam Kasus MBG

Mengapa Pasokan Solar Belum Bisa Kembali Normal?

Gangguan pelayanan tidak hanya disebabkan oleh penyelidikan yang berlangsung. Tangki penyimpanan solar di SPBU disebut sudah terisi penuh setelah pengiriman terakhir.

Namun selama proses pemeriksaan berlangsung, pemesanan pasokan baru belum dapat dilakukan.

"Ini kan masih proses penyelidikan oleh polisi jadi kami tidak bisa melayani penjualan solar," beber Sudarmoko.

"Sementara tangki tanam kami sudah penuh baru diisi, jadi selama ini belum habis kami tidak bisa pesan solar lagi," tandasnya.

Situasi inilah yang membuat distribusi dan penjualan solar di SPBU Genteng Wetan belum kembali normal hingga proses penyelidikan selesai.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kasus ini menunjukkan bahwa gangguan distribusi BBM tidak selalu berdampak pada rantai pasok saja, tetapi langsung menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Dari sudut pandang daerah seperti Balikpapan yang juga bergantung pada kelancaran distribusi energi, persoalan semacam ini menjadi pengingat bahwa transparansi distribusi BBM sangat penting. Ketika satu titik layanan terganggu, efeknya cepat terasa. Kecil di atas kertas, besar di lapangan. Karena itu, publik wajar menunggu kejelasan hasil penyelidikan agar pelayanan bisa kembali berjalan dan masyarakat kada terus menanggung dampaknya.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami perkembangan kasus distribusi BBM yang sedang menjadi perhatian publik.

Masih penasaran dengan perkembangan penyelidikan dan dampaknya bagi masyarakat? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa SPBU Genteng Wetan tidak melayani pengisian solar?
Karena terdapat proses penyelidikan yang membuat layanan Bio Solar sementara terganggu.

2. Truk tangki yang diamankan milik siapa?
Berdasarkan informasi di lokasi, truk tersebut merupakan armada transportir PT Puspita Cipta.

3. Berapa kapasitas truk tangki yang disita?
Sekitar 24.000 liter.

4. Apakah pihak SPBU mengakui terlibat dalam dugaan penyelewengan?
Tidak. Perwakilan SPBU menyatakan tidak terlibat dalam dugaan penyimpangan yang sedang diselidiki.

5. Apa dampak yang dirasakan masyarakat?
Sebagian pelanggan harus mencari solar ke wilayah lain dengan jarak yang lebih jauh.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Suara.com, dengan judul SPBU Genteng Wetan Disita Polisi? Ini Kronologi Dugaan Penyaluran BBM Ilegal yang Bikin Warga Banyuwangi Kelimpungan, oleh penulis Redaksi Suara.com. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#SPBU Genteng Wetan #Distribusi Bio Solar #Truk tangki BBM bawa sabu