Data Dugaan Korupsi Sudah Ada? Tangis Pengakuan Nanik Deyang Jadi Sorotan Publik

Arya Kusuma • Dipublikasikan Rabu, 24 Juni 2026 | 14:10 WIB
Nanik S. Deyang menyampaikan pandangannya terkait program MBG dan dinamika di Badan Gizi Nasional.
Nanik S. Deyang menyampaikan pandangannya terkait program MBG dan dinamika di Badan Gizi Nasional.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Pernyataan Wakil Kepala BGN Mengenai MBG dan Dugaan Penyimpangan

Ikhtisar: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan, meminta maaf kepada mitra, serta menyoroti pentingnya menjaga tujuan sosial program.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengungkap sejumlah hal yang selama ini jarang terdengar ke publik, mulai dari minimnya pelibatan dalam pengambilan keputusan hingga kekhawatirannya terhadap penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rasa penasaran publik makin besar setelah pernyataannya ramai dibahas. Ada banyak sisi yang akhirnya terbuka. Simak sampai habis, Ces!

Bagaimana Nanik S. Deyang Mengaku Tidak Dilibatkan dalam Keputusan Penting BGN?

Nanik S. Deyang mengaku dirinya tidak pernah diajak mengikuti rapat terkait berbagai keputusan penting di lingkungan Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, bahkan ketika akan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), bahan rapat baru diberikan pada pagi hari sebelum kegiatan berlangsung. Setelah menerima dokumen tersebut, ia langsung mempelajarinya secara mandiri.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena disampaikan oleh seorang Wakil Kepala BGN yang secara struktur memiliki posisi strategis dalam lembaga tersebut.

Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pola koordinasi dan komunikasi internal yang berlangsung selama ini di dalam institusi.

Apa yang Disampaikan Terkait Dugaan Korupsi yang Dilaporkan ke Presiden?

Nanik menjelaskan bahwa informasi mengenai dugaan korupsi sebenarnya telah tersedia dari berbagai lembaga pengawasan dan penegak hukum.

Ia menyebut data-data tersebut berasal dari BPK, KPK, Kejaksaan, hingga BPKP. Namun menurutnya, banyak pihak memilih menahan diri dalam menyampaikan persoalan tersebut.

Alasannya sederhana tetapi sensitif. Sosok yang dimaksud disebut sangat dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga penyampaian informasi tersebut tidak mudah dilakukan.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa isu yang berkembang bukan hanya menyangkut data, tetapi juga faktor kepercayaan yang melekat pada individu tertentu.

Baca Juga: Prabowo Ajak NU Kawal Kekayaan Negara dan Lanjutkan MBG

Mengapa Nanik Meminta Maaf kepada Mitra Program MBG?

Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada para mitra dan pihak-pihak yang merasa resah akibat munculnya persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

Meski demikian, ia memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak akan terganggu. Penyaluran program, menurutnya, akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan akan dilakukan penertiban sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Fokus utamanya adalah menjaga keamanan pangan bagi anak-anak Indonesia.

Pertanyaan yang ia lontarkan cukup tegas. Apakah para mitra rela jika anak-anak mengalami keracunan akibat kelalaian dalam pelaksanaan program?

Mengapa Calon Mitra Diimbau Menunda Investasi di Program MBG?

Nanik memberikan peringatan yang cukup jarang terdengar dari pejabat publik. Ia meminta calon mitra mempertimbangkan kembali rencana investasi pada program MBG.

Menurutnya, kondisi saat ini sudah berada pada situasi kelebihan kapasitas atau over. Jika terlalu banyak pihak memaksa masuk, ruang dan titik pelaksanaan bisa menjadi terbatas.

Dampaknya bukan hanya pada operasional program. Risiko kerugian investasi juga dapat dialami oleh pihak yang sudah mengeluarkan modal besar.

Karena itu, ia menyarankan calon mitra untuk mempertimbangkan sektor lain terlebih dahulu dibanding memaksakan diri masuk ke program yang kapasitasnya dinilai sudah penuh.

Baca Juga: Warga Balikpapan Dibuat Cemas oleh Hujan Debu Cokelat, Balita hingga Penderita Asma Jadi Perhatian

Mengapa Nanik Menegaskan MBG Bukan Ladang Bisnis?

Pesan paling kuat dalam pernyataannya muncul ketika membahas tujuan utama program Makan Bergizi Gratis.

Nanik menegaskan bahwa MBG bukan program yang dibuat untuk mengejar keuntungan bisnis. Program tersebut dirancang sebagai intervensi sosial untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lapisan bawah melalui berbagai aktivitas pendukung yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Ia menyampaikan pernyataan tegas:

"Program MBG bukan bisnis. Program MBG adalah program sosial untuk mengintervensi gizi anak-anak Indonesia dan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat bawah. Jadi mohon yang punya orientasi bisnis direm, karena suatu saat akan terlihat nanti."

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa orientasi sosial tetap harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.

Apa Alasan Nanik Menangis Saat Bertemu Presiden Prabowo?

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah penjelasan Nanik mengenai momen dirinya menangis saat dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku merasa tidak tega ketika melihat Presiden. Menurutnya, selama 14 tahun mendampingi Prabowo, ia mengenal sosok tersebut sebagai pribadi yang memiliki niat tulus terhadap masyarakat.

Nanik mengatakan tujuan utama Presiden adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang layak dan tidak mengalami kelaparan.

Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena merasa ada pihak-pihak yang telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan Presiden dalam menjalankan program tersebut.

Nanik berkata:

"Gua enggak tega sama Presiden. Dia enggak pernah punya maksud jahat... Saya ikut beliau 14 tahun. Dia pengin anak-anak Indonesia ini terpenuhi gizinya, Dia pengin anak-anak Indonesia ini tidak ada yang kelaparan... Kenapa orang sebaik dia gitu mesti dikhianati? Saya bukan melihat sebagai Presiden, tapi sebagai manusia yang sangat punya ketulusan."

Baca Juga: Kenapa Ada Titik SPPG di Sawah dan Kuburan? Ini Penjelasan Pelaksana Tugas Bupati Cilacap.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pernyataan Nanik S. Deyang menarik karena bukan hanya berbicara soal dugaan penyimpangan, tetapi juga memperlihatkan dinamika internal yang selama ini jarang muncul ke ruang publik. Dari sudut pandang masyarakat, perhatian utama tetap pada keberlangsungan MBG dan manfaatnya bagi anak-anak. Di Balikpapan maupun daerah lain, warga tentu berharap program sosial sebesar ini tetap fokus pada tujuan awalnya. Pesannya jelas. Program publik harus dijaga dari kepentingan yang melenceng, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami perkembangan isu seputar program Makan Bergizi Gratis dan arah kebijakan yang sedang menjadi perhatian publik.

Selalu ikuti perkembangan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik nasional hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa Nanik S. Deyang?
Nanik S. Deyang adalah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

2. Apa yang ditegaskan Nanik tentang program MBG?
MBG adalah program sosial untuk pemenuhan gizi anak dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

3. Apakah program MBG akan dihentikan?
Tidak. Nanik menyatakan program akan tetap berjalan.

4. Mengapa calon mitra diminta menunda investasi?
Karena kondisi saat ini disebut sudah mengalami kelebihan kapasitas.

5. Mengapa Nanik menangis saat bertemu Presiden Prabowo?
Karena ia merasa Presiden memiliki niat tulus terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia dan sedih melihat adanya dugaan pengkhianatan terhadap kepercayaan tersebut.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Youtube @Total Politik, dengan judul "Tangis Nanik Deyang Atas Pengkhianatan Dadan Pada Prabowo, Apa Yang Terjadi Di Balik Korupsi BGN?", oleh penulis kanal Total Politik. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

 

Editor : Arya Kusuma
Nanik S. Deyang Program Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional