Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Presiden Prabowo mengajak Nahdlatul Ulama mendukung upaya menjaga kekayaan negara dan memperkuat pembangunan nasional yang dinilai belum dinikmati secara merata oleh masyarakat.
Ikhtisar: Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan NU untuk membantu mengatasi kebocoran kekayaan negara yang disebut telah berlangsung puluhan tahun. Dalam forum Munas dan Konbes NU, ia juga menegaskan komitmen melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Presiden Prabowo Subianto mengajak Nahdlatul Ulama (NU) ikut mengawal upaya penyelamatan kekayaan negara yang dinilai selama ini banyak mengalir keluar negeri dan belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Penasaran kenapa isu ini mendapat perhatian khusus dari Presiden? Simak sampai habis, karena ada sejumlah data yang menjadi dasar pernyataan tersebut. Penting dipahami bersama, Ces!
Baca Juga: Taufik Hidayat Ditangkap, Terungkap Jejak Pelarian dan Kondisi Korban Setelah Tiga Tahun Disekap
Mengapa Prabowo Meminta Dukungan NU?
Prabowo menilai NU memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan nasional yang menjaga persatuan bangsa.
Saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Jawa Timur, Presiden menyampaikan rasa nyaman berada di lingkungan NU. Ia menyebut NU sebagai organisasi yang nasionalis, patriotik, dan memiliki kecintaan kuat terhadap Indonesia.
Apa Data yang Disampaikan Presiden kepada NU?
Presiden mengungkapkan Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 436 miliar dolar AS dalam kurun 22 tahun. Namun, menurutnya, sekitar 346 miliar dolar AS justru mengalir ke luar negeri dan hanya dinikmati sebagian kecil pihak.
Prabowo mengatakan data tersebut sengaja disampaikan kepada para pemimpin NU agar memahami mengapa berbagai kebutuhan pembangunan sering menghadapi keterbatasan anggaran meski Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.
"Data dan fakta itu saya sampaikan kepada NU agar para pemimpin NU mengerti kenapa gaji guru tidak naik-naik dan kenapa anggaran negara selalu terasa kurang. Bukan karena kita tidak kaya sumber daya alam, tetapi karena uangnya terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri," katanya.
Bagaimana Presiden Menggambarkan Kondisi Itu?
Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah. Akibatnya, tubuh menjadi lemah meski sebenarnya memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang.
Karena itu, ia menilai Indonesia membutuhkan sistem yang mampu menjaga dan menyelamatkan kekayaan negara. Fokusnya adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Apa Peran NU dalam Pandangan Presiden?
Presiden memberikan apresiasi kepada keluarga besar NU yang dinilai konsisten menjaga stabilitas bangsa. Menurutnya, para kiai dan ulama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga mampu menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan rakyat.
"Keluarga Besar NU adalah faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara ini aman dan nyaman. Saya yakin NU akan selalu memiliki peran positif karena para kiai dan ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat," ujarnya.
Bagaimana Sikap NU terhadap Pemerintah?
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden dalam penutupan Munas dan Konbes NU. Ia menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga bangsa serta mendukung pembangunan nasional.
Senada dengan itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyatakan NU akan terus mendukung pemerintah selama tidak mengajak kepada kekufuran dan kefasikan. Pernyataan tersebut menjadi penegasan posisi NU dalam mendukung berbagai upaya yang dianggap membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Mengapa Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan?
Dalam pidatonya, Presiden juga menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Ia menilai program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga harus terus dilaksanakan.
"Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat," kata Prabowo.
Poin Penting:
- Presiden Prabowo meminta dukungan NU untuk mengatasi kebocoran kekayaan negara.
- Indonesia disebut mencatat surplus perdagangan 436 miliar dolar AS selama 22 tahun.
- Sekitar 346 miliar dolar AS disebut mengalir ke luar negeri.
- Prabowo menilai NU berperan sebagai penjaga stabilitas bangsa.
- Program Makan Bergizi Gratis dipastikan tetap dilanjutkan.
- PBNU menyatakan komitmen mendukung pembangunan nasional.
Baca Juga: Iran Bangun Sistem Komunikasi Cepat dengan AS di Selat Hormuz.
Insight Redaksi: Pernyataan Presiden di hadapan NU menarik karena fokusnya bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga membangun dukungan moral dari kelompok yang dekat dengan masyarakat. Dari sudut pandang Balikpapan, pesan ini menunjukkan bahwa isu kebocoran kekayaan negara tidak hanya menjadi urusan pusat, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan manfaat pembangunan. Masyarakat tentu berharap data yang disampaikan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata. Nah itu sudah, yang ditunggu publik sekarang adalah hasilnya di lapangan.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami arah kebijakan yang sedang dibahas pemerintah dan NU.
Ikuti terus perkembangan isu nasional yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan daerah. Update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang diminta Presiden Prabowo kepada NU?
Dukungan untuk mengatasi kebocoran kekayaan negara dan menjaga hasil pembangunan.
2. Berapa surplus perdagangan yang disebut Presiden?
Sebesar 436 miliar dolar AS selama 22 tahun.
3. Berapa dana yang disebut mengalir ke luar negeri?
Sekitar 346 miliar dolar AS.
4. Apakah Program Makan Bergizi Gratis akan dihentikan?
Tidak, Presiden menegaskan program tersebut tetap dilanjutkan.
5. Bagaimana sikap NU terhadap pemerintah?
NU mendukung pemerintah selama tidak mengarah pada kekufuran dan kefasikan.
Editor : Arya Kusuma