Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Harlah Ke-21 FKPM Paksi Katon Perkuat Budaya dan Keamanan Yogyakarta

AdminBTV • Senin, 22 Juni 2026 | 20:32 WIB
Peringatan Hari Lahir FKPM Paksi Katon menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.(BTV/AI)
Peringatan Hari Lahir FKPM Paksi Katon menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.(BTV/AI)

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Peringatan Hari Lahir FKPM Paksi Katon Perkuat Budaya dan Ketertiban

Ikhtisar: Peringatan Harlah ke-21 FKPM Paksi Katon DIY menegaskan komitmen pelestarian budaya Yogyakarta sekaligus memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Paksi Katon DIY merayakan Hari Lahir ke-21 dengan menegaskan komitmen menjaga budaya Yogyakarta sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peringatan ini menghadirkan banyak pesan menarik tentang budaya, kolaborasi, dan peran masyarakat. Simak sampai habis, ada banyak hal penting yang sayang dilewatkan, Ces!

Baca Juga: Ajuin Rp 5 T, Pak! Tanggung, Pak! DPR Sebut Rp762 Miliar Terlalu Kecil, KPK Naikkan Usulan Anggaran Jadi Rp989

Mengapa Harlah ke-21 Paksi Katon Menjadi Momen Penting?

Harlah ke-21 menjadi penanda perjalanan panjang FKPM Paksi Katon DIY dalam mendampingi masyarakat. Organisasi ini tidak hanya bergerak pada bidang kemitraan sosial, tetapi juga menjaga nilai budaya yang menjadi identitas Yogyakarta.

Tasyakuran berlangsung di Gedung Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta pada Minggu, 21 Juni 2026. Tema yang diusung adalah “Gumreged Ing Karsa Mahanani Enthenging Karya”.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI, dan Polri menunjukkan dukungan terhadap peran organisasi tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Bagaimana Komitmen Paksi Katon Menjaga Budaya Yogyakarta?

FKPM Paksi Katon menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam aktivitas organisasi. Ketua Umum FKPM Paksi Katon DIY, Muchammad Suhud, S.H., menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya tetap menjadi ciri khas utama organisasi.

“Paksi Katon berkomitmen menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta adat istiadat Yogyakarta sebagai ciri khas organisasi dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai luhur Kraton Yogyakarta perlu terus dijaga meski masyarakat berada di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Siapa Saja yang Hadir dalam Perayaan Harlah Ini?

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan, TNI, dan kepolisian. Kepala Staf Korem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama hadir mewakili Danrem 072/Pamungkas.

Turut hadir pula Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurniyanto, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, serta Kepala Badan Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Baca Juga: Mati Listrik Bergilir di Bandung Raya, Gangguan Pembangkit Picu Keluhan Warga Merugi

Apa Apresiasi Wali Kota Yogyakarta untuk Paksi Katon?

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi atas perjalanan organisasi yang kini memasuki usia ke-21 tahun. Ia menilai Paksi Katon telah dikenal masyarakat hingga tingkat pelosok.

“Saya berharap Paksi Katon terus berkembang, semakin jaya, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hasto.

Menurutnya, kiprah organisasi dalam menjaga ketenteraman dan kondusivitas wilayah merupakan kontribusi yang patut dipertahankan. Peran nyata seperti ini dinilai penting bagi kehidupan sosial masyarakat.

Bagaimana Sinergi Paksi Katon dan Pemerintah Akan Dilanjutkan?

Kolaborasi menjadi pesan utama yang muncul dalam peringatan Harlah kali ini. Hasto Wardoyo mengajak seluruh keluarga besar Paksi Katon untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Targetnya jelas, yakni menciptakan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang aman, nyaman, tertib, dan sejahtera.

Beberapa fokus yang terus didorong antara lain:

  1. Pelestarian budaya dan adat Yogyakarta.
  2. Penguatan kemitraan masyarakat dengan aparat.
  3. Partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  4. Menjaga kondusivitas wilayah secara berkelanjutan.

Harapannya, semangat Harlah ke-21 menjadi energi baru untuk memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.

Poin Penting:

Baca Juga: Gempa Sulteng Berdampak pada 109 Warga, BNPB Ungkap Data Terbaru

Insight redaksi: Perjalanan 21 tahun FKPM Paksi Katon menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan keamanan masyarakat bukan dua hal yang berdiri sendiri. Di Yogyakarta, keduanya justru saling menguatkan. Dari sudut pandang Balikpapan, pendekatan seperti ini menarik karena organisasi masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai wadah sosial, tetapi juga penjaga identitas daerah. Ini menjadi contoh bahwa nilai budaya dapat tetap relevan ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penting. Karena identitas lokal yang terjaga sering kali menjadi fondasi terciptanya lingkungan yang tertib dan harmonis. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya kolaborasi budaya dan masyarakat, Ces!

Penasaran dengan berbagai kabar inspiratif tentang masyarakat, budaya, dan perkembangan daerah di Indonesia? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu FKPM Paksi Katon DIY?
Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat yang aktif mendukung keamanan masyarakat sekaligus melestarikan budaya Yogyakarta.

2. Kapan Harlah ke-21 Paksi Katon diselenggarakan?
Minggu, 21 Juni 2026 di Gedung Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta.

3. Apa tema Harlah ke-21 Paksi Katon?
“Gumreged Ing Karsa Mahanani Enthenging Karya”.

4. Siapa yang memberikan sambutan dalam acara tersebut?
Ketua Umum FKPM Paksi Katon DIY Muchammad Suhud dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

5. Apa pesan utama dari peringatan Harlah ini?
Memperkuat pelestarian budaya serta meningkatkan sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#FKPM Paksi Katon DIY #Hasto Wardoyo #yogyakarta