Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Investor MBG Klaim Setor Rp218 Miliar, BGN Diminta Beri Kepastian 97 Titik SPPG

Arya Kusuma • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:05 WIB
Investor Munjayin saat menyampaikan keterangan terkait investasi Rp218,25 miliar dalam proyek dapur MBG.
Investor Munjayin saat menyampaikan keterangan terkait investasi Rp218,25 miliar dalam proyek dapur MBG.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Dugaan sengketa investasi program Makan Bergizi Gratis dan pengelolaan dapur SPPG

Ikhtisar: Investor mengklaim telah menyetorkan dana ratusan miliar rupiah untuk pembangunan dapur MBG, namun hingga kini belum memperoleh hak pengelolaan yang dijanjikan.

Balikpapan TV - Hai Ces! Dugaan persoalan investasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah seorang investor mengaku telah menggelontorkan dana Rp218,25 miliar untuk pembangunan puluhan dapur, tetapi belum menerima hak pengelolaan yang dijanjikan.

Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), pembangunan dapur MBG di berbagai daerah, serta nilai investasi yang sangat besar. Simak sampai habis, banyak fakta yang mulai terbuka dan layak dicermati, Ces!

Investor Klaim Setor Rp218 Miliar, Apa yang Terjadi?

Kasus ini mencuat melalui tayangan kanal YouTube Tribunnews berjudul "Investor Bongkar Borok Pimpinan BGN, Janjikan 97 Titik SPPG usai Setor Rp218 Miliar tapi Hasil Zonk".

Dalam keterangan pers yang disampaikan Yayasan Karisma Cendekia (KCI), investor Ir. H. Munjayin mengaku telah mengeluarkan dana mencapai Rp218,25 miliar berdasarkan Nota Kesepahaman atau MOU yang disebut dibuat bersama BGN pada September 2025.

Dana tersebut disebut digunakan untuk mendukung pembangunan 97 titik dapur yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis.

 

Bagaimana Awal Kerja Sama dengan BGN Terbentuk?

Jurnalis Tribun Jabar, Dian Herdiansyah, menjelaskan bahwa investasi ini berawal pada masa perintisan program MBG tahun 2024.

Saat itu, pembangunan dapur perintis dilakukan di sejumlah wilayah Kodim sebagai bagian dari persiapan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut penjelasan Dian Herdiansyah, pembangunan sekitar 100 dapur sempat mengalami kendala pendanaan. Dalam situasi tersebut, Munjayin mengaku bertemu pihak yang memiliki akses langsung ke BGN dan menawarkan kelanjutan proyek tersebut.

Apa Isi Kesepakatan yang Dipersoalkan Investor?

Dalam laporan Tribunnews, Munjayin disebut kemudian bertemu dengan Lodewyk Pusung yang saat itu menjabat Wakil Kepala BGN.

Pertemuan tersebut menghasilkan kerja sama yang disebut memberikan kewajiban pendanaan pembangunan dapur kepada pihak investor.

Sebagai imbalannya, yayasan yang berada di bawah naungan Munjayin disebut akan memperoleh hak pengelolaan dapur setelah proyek selesai dibangun dan beroperasi.

Namun setelah program MBG mulai berjalan, investor mengaku hak pengelolaan yang dijanjikan tidak pernah diberikan.

Mengapa Kasus Ini Kini Menjadi Sorotan?

Persoalan semakin rumit setelah Munjayin mengaku memperoleh informasi bahwa dapur-dapur yang telah dibangun justru digunakan oleh pihak lain.

Dalam pernyataannya, Munjayin mengatakan:

"Artinya dapur-dapur yang selama ini sudah kami bangun dan kami bayari, justru dinikmati oleh orang lain."

Ia juga menyebut daftar yayasan yang saat ini memanfaatkan fasilitas tersebut telah diserahkan kepada tim kuasa hukum untuk ditelusuri lebih lanjut.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai status pengelolaan aset yang dibangun menggunakan dana investasi tersebut.

Apa Langkah yang Dilakukan Kepala BGN Saat Ini?

Menurut laporan Dian Herdiansyah, kuasa hukum Munjayin telah menemui Kepala BGN saat ini, yakni Nanik Sudariati Deang.

Nanik disebut telah membentuk tim investigasi guna memeriksa dokumen dan perjanjian yang berkaitan dengan pembangunan dapur perintis di berbagai Kodim.

Meski demikian, hingga konferensi pers berlangsung pada 8 Juni 2026, investor mengaku belum menerima kepastian terkait hasil investigasi maupun kejelasan nasib kerja sama tersebut.

Apa Harapan Investor terhadap Penyelesaian Kasus Ini?

Munjayin menyatakan terdapat dua harapan utama dari proses investigasi yang sedang berjalan.

1. Pengembalian dana investasi Rp218,25 miliar.

2. Kejelasan hak pengelolaan dapur jika kerja sama dinyatakan tetap berlaku.

Menurutnya, penyelesaian yang jelas diperlukan karena persoalan ini telah berlangsung sejak akhir 2024 hingga pertengahan 2025 dan masih belum menemukan titik terang.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan tata kelola dan dokumentasi kerja sama dapat menjadi isu besar ketika melibatkan proyek bernilai ratusan miliar rupiah. Dari sudut pandang daerah seperti Balikpapan, transparansi menjadi faktor penting karena program nasional sering kali melibatkan banyak pihak di lapangan. Publik tentu menunggu hasil investigasi resmi, bukan sekadar klaim dari satu pihak. Yang menarik, isu ini bukan hanya soal dana, tetapi juga soal kepastian hak dan tanggung jawab. Nah, di situ letak persoalan utamanya, Ces.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami perkembangan kasus investasi MBG yang sedang menjadi perhatian publik.

Masih banyak perkembangan yang dinanti dari investigasi BGN terkait proyek dapur MBG ini. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa investor yang menyampaikan dugaan masalah ini?
Investor tersebut adalah Ir. H. Munjayin.

2. Berapa nilai investasi yang diklaim telah disetorkan?
Sebesar Rp218,25 miliar.

3. Berapa jumlah dapur yang disebut dalam kerja sama?
Sebanyak 97 titik dapur.

4. Siapa Kepala BGN saat ini yang disebut dalam laporan?
Nanik Sudariati Deang.

5. Apa yang diminta investor kepada BGN?
Pengembalian dana investasi atau kejelasan hak pengelolaan dapur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Munjayin #Investor MBG #Program Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional