Empat Visi Calon Rektor ITK Arahkan Kampus Teknologi Mendukung Pembangunan IKN

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Empat bakal calon Rektor ITK saat memaparkan visi, misi, dan program kerja periode 2026–2030 di Balikpapan.
Empat bakal calon Rektor ITK saat memaparkan visi, misi, dan program kerja periode 2026–2030 di Balikpapan.
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Empat bakal calon Rektor ITK menawarkan visi untuk memperkuat pendidikan, riset, inovasi, dan kontribusi kampus bagi pembangunan IKN dan Kalimantan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Empat bakal calon Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memaparkan visi, misi, dan program kerja di Balikpapan untuk menentukan arah kampus periode 2026–2030, termasuk kontribusinya bagi IKN.

Bukan sekadar memilih pemimpin kampus, tahapan ini memperlihatkan bagaimana ITK ingin membaca kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia di Kalimantan. Lantas, gagasan apa yang dibawa masing-masing kandidat?

Baca Juga: Polda Kaltim Periksa Kompol AS, Dugaan Pelanggaran Etik Kasus THM Masih Didalami

Empat kandidat membawa pendekatan berbeda

Sidang Terbuka Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor ITK digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026. Empat kandidat masing-masing mendapat waktu 15 menit untuk menyampaikan gagasan, kemudian mengikuti sesi tanya jawab.

Empat bakal calon tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Imam Abadi, S.T., M.T., Dr. Ir. Moch. Purwanto, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. Agung Purniawan, S.T., M.Eng., dan Prof. Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan, S.Si., M.Si. Keempatnya telah memenuhi persyaratan administrasi dalam proses Pemilihan Rektor ITK 2026–2030.

Meskipun membawa konsep berbeda, seluruh kandidat memiliki irisan pada penguatan pendidikan, riset, inovasi, sumber daya manusia, transformasi digital, kemitraan, internasionalisasi, dan tata kelola.

Hal tersebut membuat pemilihan rektor menjadi penting bukan hanya bagi internal kampus. Arah kebijakan ITK juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga terampil dan pengembangan teknologi di Kalimantan Timur.

Imam Abadi dorong kampus inovatif dan cerdas

Imam Abadi membawa visi ITK 2030 bertajuk IN-SUN atau Innovative, Smart, Sustainable University for Nusantara.

Gagasannya dirangkum dalam semangat “Menerangi Masa Depan Nusantara: ITK Berdampak, Nusantara Berdaya.” Visi tersebut memiliki enam pilar, mulai pendidikan adaptif berkarakter, riset berdampak, kemitraan strategis, internasionalisasi, transformasi digital, hingga tata kelola kelembagaan.

Salah satu gagasan yang menonjol adalah pengembangan kurikulum bersama industri. Model tersebut melibatkan unsur industri, profesional, perguruan tinggi, dan alumni dalam advisory board.

Dengan pendekatan itu, pembelajaran diarahkan tidak berhenti pada kompetensi akademik. Mahasiswa juga dipersiapkan menghadapi kebutuhan profesional, pengembangan karier, pengalaman global, serta tantangan dunia kerja.

Bagi ITK, pendekatan tersebut relevan dengan karakter kampus yang memang berfokus pada pendidikan teknologi dan kebutuhan industri. Situs resmi ITK menyebut kampus memiliki 27 program studi dengan ribuan mahasiswa aktif dan ratusan dosen.

Purwanto fokus pada riset dan kemandirian institusi

Moch. Purwanto menawarkan lima arah utama pengembangan ITK.

Fokus tersebut mencakup pendidikan unggul dan berkarakter, riset serta inovasi berdampak, infrastruktur dan transformasi digital, kemitraan strategis serta kemandirian institusi, dan tata kelola dengan dukungan SDM unggul.

Di sektor pendidikan, programnya meliputi revitalisasi kurikulum adaptif, peningkatan prestasi mahasiswa, penguatan pusat karier, serta peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Pada bidang penelitian, Purwanto mendorong pembentukan kelompok riset, integrasi penelitian dengan industri, penyebarluasan teknologi kepada masyarakat, hilirisasi hasil penelitian, serta penguatan publikasi dan kolaborasi.

Ia juga memasukkan pengembangan fasilitas kampus, layanan perpustakaan digital, sistem informasi terintegrasi, unit usaha, dan jejaring alumni sebagai bagian dari strategi kemandirian ITK.

Agung membawa target ITK RISE 2045

Agung Purniawan menawarkan konsep ITK RISE 2045 yang bertumpu pada Research, Innovation, Sustainability, dan Excellence.

Visi tersebut mengarah pada pembentukan perguruan tinggi riset berkelas dunia yang tetap berakar pada kearifan lokal Kalimantan. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, internasionalisasi, dan tata kelola.

Dalam pendidikan, Agung mengusulkan kurikulum berbasis proyek dan tantangan nyata, magang industri terstruktur, technopreneurship, pembelajaran lintas disiplin, serta penguatan karakter dan etika.

Sementara pada bidang riset, terdapat gagasan pendanaan kompetitif dan kolaboratif, laboratorium berstandar internasional, research clusters, publikasi bereputasi, hingga pengembangan Science Techno Park.

Untuk memperluas jejaring global, program yang ditawarkan mencakup mobilitas akademik, riset kolaboratif internasional, akreditasi internasional, serta peluang joint degree dan double degree.

Fredy tekankan daya saing global dan kearifan lokal

Fredy Kurniawan membawa tiga penekanan utama, yakni daya saing global, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan.

Fredy ingin menempatkan ITK sebagai pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi sains serta teknologi yang mampu bersaing secara global sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Penguatan SDM menjadi salah satu bagian penting dalam gagasannya. Agenda tersebut mencakup peningkatan kapasitas akademik dan kepemimpinan, rekrutmen dosen berkualitas, percepatan studi doktoral, serta peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan.

Ia juga menawarkan konsep Smart Campus melalui integrasi sistem informasi akademik, e-learning, smart library, infrastruktur digital untuk riset, dan otomatisasi layanan administrasi.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk kegiatan pembelajaran. Layanan administrasi dan aktivitas penelitian juga menjadi bagian dari ekosistem kampus yang ingin dibangun.

Mengapa arah ITK penting bagi pembangunan IKN?

Posisi ITK di Balikpapan membuat arah pengembangan kampus memiliki konteks khusus. Kampus ini berada di Kalimantan Timur, wilayah yang juga menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Hubungan perguruan tinggi dengan pembangunan IKN sebenarnya telah memiliki pijakan kolaborasi. Pada 2024, Otorita IKN bersama sembilan perguruan tinggi, termasuk ITK, menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama pendidikan, penelitian, teknologi, dan pengabdian masyarakat.

Artinya, kontribusi kampus teknologi dapat berkembang dari sekadar penyedia lulusan. Riset, inovasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga memiliki ruang untuk diperkuat.

Konteks tersebut membuat gagasan para bakal calon rektor menjadi relevan bagi kebutuhan Kalimantan Timur. Tantangannya bukan hanya membangun kampus yang kompetitif, tetapi memastikan keahlian yang dikembangkan memiliki hubungan dengan persoalan nyata di daerah.

ITK sendiri menyatakan fokusnya pada bidang teknologi untuk menunjang kebutuhan dunia industri serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia.

Baca Juga: Truk Bawa Puluhan Motor Terbalik di Tengah Kabut Asap Kalsel, Dua Sopir Luka

Empat gagasan, satu tantangan besar ITK

Pemaparan para kandidat memperlihatkan empat pendekatan yang memiliki titik tekan berbeda. Imam mengedepankan kampus inovatif dan cerdas, Purwanto menaruh perhatian pada riset berdampak dan kemandirian, Agung membawa orientasi universitas riset kelas dunia, sedangkan Fredy menekankan daya saing global berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan.

Di balik perbedaan tersebut terdapat kebutuhan yang sama: membuat ITK semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pembangunan.

Tahapan pemilihan rektor kemudian akan berlanjut menuju penetapan calon dan pemilihan rektor. Laman resmi Pemilihan Rektor ITK mencantumkan pemilihan rektor pada September 2026 dan penetapan serta pelantikan rektor terpilih pada Desember 2026.

Bagi masyarakat Kaltim, proses ini layak diperhatikan karena arah kampus teknologi akan ikut menentukan bagaimana pendidikan tinggi lokal merespons perubahan ekonomi dan pembangunan kawasan.

Poin Penting

Insight Redaksi

 

Arah kepemimpinan ITK kini makin strategis karena kampus berada di Balikpapan, dekat dengan ekosistem IKN. Fokus pendidikan, riset, inovasi, dan kemitraan menunjukkan kebutuhan kampus teknologi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi ikut menjawab kebutuhan pembangunan. Bagi Kaltim, ini penting: kampus harus hadir dengan solusi yang terasa di lapangan Kaltim, bukan sekadar wacana.

ITK perlu memperbanyak kolaborasi riset dengan industri dan IKN supaya gagasan kampus cepat terasa manfaatnya di lapangan.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham arah baru ITK dan pentingnya kampus teknologi bagi Kaltim.

Mau mengikuti perkembangan pendidikan, teknologi, dan pembangunan IKN dari Balikpapan? Pantau terus Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan pemaparan visi dan program kerja bakal calon Rektor ITK digelar?

Pemaparan berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026 di kampus ITK, Balikpapan.

2. Siapa saja bakal calon Rektor ITK periode 2026–2030?

Empat bakal calon adalah Imam Abadi, Moch. Purwanto, Agung Purniawan, dan Fredy Kurniawan.

3. Apa kesamaan gagasan keempat bakal calon?

Mereka sama-sama menyoroti pendidikan, riset, inovasi, SDM, digitalisasi, kemitraan, internasionalisasi, dan tata kelola.

4. Mengapa ITK berkaitan dengan pembangunan IKN?

ITK berada di Balikpapan dan memiliki fokus pendidikan teknologi. ITK juga pernah terlibat dalam kerja sama perguruan tinggi dengan Otorita IKN di bidang pendidikan, penelitian, teknologi, dan pengabdian masyarakat.

5. Kapan pemilihan Rektor ITK dijadwalkan?

Laman resmi Pemilihan Rektor ITK mencantumkan tahapan pemilihan pada September 2026, sedangkan penetapan dan pelantikan rektor terpilih dijadwalkan Desember 2026.

Sumber Informasi: Antara Kaltim, dengan judul “Empat calon Rektor ITK siapkan strategi pendukung pembangunan IKN”. Diolah kembali dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pemilihan Rektor ITK ITK pendidikan Kaltim IKN