Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Warga Tinggal 5 Hinga 10 Meter

Arya Kusuma • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti jalan di Banjarbaru dan membatasi jarak pandang pengguna jalan.
Kabut asap karhutla menyelimuti jalan di Banjarbaru dan membatasi jarak pandang pengguna jalan.

Durasi Baca: 3 Menit

Ikhtisar: Kabut asap akibat karhutla menyelimuti Banjarbaru, membatasi jarak pandang hingga 5–10 meter dan memicu kekhawatiran kesehatan warga.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 20 Agustus 2026. Kondisi ini membatasi jarak pandang warga hingga sekitar 5–10 meter dan meningkatkan risiko perjalanan.

Asap pekat bukan sekadar mengganggu pandangan. Aktivitas warga, keselamatan pengguna jalan, hingga perlindungan kesehatan kini menjadi perhatian utama di tengah kondisi karhutla yang masih berdampak.

Asap Pekat Terlihat di Sejumlah Kawasan Banjarbaru

Kabut asap dilaporkan menyelimuti kawasan jalan raya di Banjarbaru. Rekaman kondisi tersebut juga beredar melalui media sosial dan memperlihatkan pandangan pengguna jalan yang tertutup asap.

Kondisi paling terdampak disebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang. Asap juga dilaporkan menjangkau Pengayuan hingga kawasan perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Sejumlah warga menilai kondisi kali ini menjadi salah satu yang terparah selama karhutla melanda dalam beberapa waktu terakhir.

Keterbatasan jarak pandang membuat perjalanan di jalan raya membutuhkan kewaspadaan ekstra. Pengendara memilih mengurangi kecepatan agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

Jarak Pandang Disebut Hanya Sekitar 5–10 Meter

Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, membenarkan bahwa kabut asap di wilayah tersebut sangat pekat.

“Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja,” ujar Syamsir dalam keterangannya pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Jarak pandang yang sangat terbatas menjadi persoalan serius, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas dan menggunakan kendaraan.

Situasi seperti ini membuat kemampuan pengendara melihat kendaraan lain, marka, maupun kondisi jalan menjadi semakin terbatas.

Baca Juga: BPBD Kaltim Dorong Penegakan Larangan Bakar Lahan untuk Cegah Ancaman Kabut Asap

Warga Diminta Menggunakan Masker Saat Beraktivitas

Selain mengganggu mobilitas, kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Syamsir mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap. Ia menilai kondisi kabut yang terjadi sudah perlu mendapat perhatian serius.

“Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya,” imbau Syamsir.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada area kebakaran. Asap dapat menjangkau wilayah lain dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Pengendara Memilih Mengurangi Kecepatan di Jalan

Herman, seorang warga sekaligus pengguna jalan di Banjarbaru, mengaku memilih mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi kawasan yang tertutup kabut asap.

“Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan,” ujar Herman di Banjarbaru, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Herman, kondisi kabut asap tersebut terasa paling parah dalam sekitar sebulan terakhir. Ia berharap penanganan karhutla dapat segera dilakukan agar dampaknya tidak terus meluas.

Bagi pengguna jalan, langkah sederhana seperti memperlambat kendaraan menjadi penting ketika jarak pandang berubah sangat terbatas.

Mengapa Kabut Asap Perlu Menjadi Perhatian Serius?

Kabut asap akibat karhutla dapat memengaruhi banyak aktivitas sekaligus. Mobilitas warga terganggu, perjalanan menjadi lebih berisiko, dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan saat berada di luar ruangan.

Peristiwa di Banjarbaru juga menjadi pengingat bagi wilayah lain di Kalimantan tentang dampak luas kebakaran hutan dan lahan.

Asap tidak mengenal batas administratif. Ketika kondisi memburuk, masyarakat di wilayah sekitar juga dapat merasakan dampaknya melalui gangguan aktivitas sehari-hari.

Bagi warga Kalimantan Timur, persoalan ini relevan karena risiko kebakaran lahan dan dampak kabut asap merupakan isu lingkungan yang perlu terus diwaspadai.

Baca Juga: Ribuan Warga Antusias Saksikan Pawai Budaya Kecamatan Biatan Rayakan HUT RI

Poin Penting

Insight Redaksi

Kabut asap di Banjarbaru memperlihatkan bagaimana karhutla dapat langsung mengubah aktivitas masyarakat hanya dalam waktu singkat. Ketika jarak pandang tinggal beberapa meter, persoalannya bukan lagi sekadar gangguan lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan dan kesehatan. Api harus ditangani dari sumbernya. Jangan tunggu dampaknya meluas, Ces.

Penanganan titik kebakaran perlu dipercepat sambil memperkuat perlindungan warga yang tetap harus beraktivitas di kawasan terdampak.

Bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang waspada terhadap dampak kabut asap.

Pantau terus perkembangan kondisi lingkungan dan informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa jarak pandang di Banjarbaru menjadi sangat terbatas?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan sehingga jarak pandang hanya sekitar 5–10 meter.

2. Wilayah mana yang disebut terdampak kabut asap?

Laporan menyebut Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, serta kawasan perbatasan Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

3. Apa yang dilakukan pengendara saat kondisi asap pekat?

Sejumlah pengguna jalan memilih mengurangi kecepatan kendaraan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat jarak pandang terbatas.

4. Apa imbauan bagi warga yang beraktivitas?

Warga diimbau menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan asap saat melakukan aktivitas di tengah kondisi kabut pekat.

Sumber Informasi: Informasi dipublikasikan sebelumnya melalui Instagram @undercover.id, dengan unggahan mengenai kabut asap pekat akibat karhutla yang menyelimuti Banjarbaru. Di-update kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Kabut Asap kalimantan selatan karhutla banjarbaru