Ikhtisar: Dishut Kaltim memperkuat logistik, personel, dan koordinasi menghadapi potensi karhutla saat puncak kemarau September.
Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Kehutanan Kalimantan Timur memperkuat kesiapan operasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan saat puncak kemarau yang diprediksi berlangsung September mendatang.
Langkah ini mencakup dukungan logistik, perlengkapan petugas, pelibatan masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas lembaga. Kondisi lapangan menunjukkan pencegahan sejak awal menjadi kunci agar api kada meluas.
Baca Juga: Kodam VI/Mulawarman Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Penuh Kebersamaan
Kesiapan operasional menjadi perhatian utama
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi mengatakan dukungan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam menghadapi kerawanan karhutla.
Menurutnya, kelancaran logistik diperlukan agar tim gabungan dapat bekerja efektif ketika menghadapi kebakaran di lapangan.
"Untuk memastikan kelancaran tersebut, kami bakal memanfaatkan skema pendanaan karbon. Dinas Kehutanan sendiri mendapatkan alokasi dana Forest Carbon Partnership Facility sekitar Rp19 miliar, yang tentu diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan operasional petugas pengamanan hutan," kata Rusmadi di Samarinda, Senin.
Program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) sendiri merupakan skema insentif finansial yang berkaitan dengan upaya pelestarian hutan. Kaltim sebelumnya tercatat menjadi salah satu daerah pelopor implementasi FCPF-Carbon Fund di Indonesia.
Ribuan Masyarakat Peduli Api ikut diperkuat
Penanganan karhutla di Kaltim tidak hanya mengandalkan Polisi Kehutanan. Dishut Kaltim juga melibatkan lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di wilayah rawan.
Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena pencegahan dan penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat dari lingkungan sekitar lokasi kejadian.
Para relawan telah difasilitasi perlengkapan pelindung, termasuk pakaian anti-api, pelindung kepala, obat-obatan, serta sejumlah peralatan teknis pendukung.
Mengapa tandon air disiapkan di wilayah rawan?
Kemarau membuat sumber air di sejumlah lokasi berpotensi berkurang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas ketika harus melakukan pemadaman di wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, petugas menyiapkan tandon lipat di kawasan rawan sebagai salah satu langkah untuk mendukung ketersediaan air ketika penanganan kebakaran berlangsung.
Untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau tim darat, dukungan udara juga disiapkan melalui helikopter dari BPBD.
Kebakaran Tahura Bukit Soeharto menjadi evaluasi
Kewaspadaan Dishut Kaltim diperkuat setelah munculnya kebakaran di sejumlah kawasan, termasuk Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang berada dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rusmadi menyebut kawasan tersebut sudah dua kali mengalami kebakaran dengan luas lahan terdampak sekitar lima hektare. Api kemudian berhasil dipadamkan melalui kerja bersama KPH Tahura, KPH Meratus, Manggala Agni, serta BPBD kabupaten dan provinsi.
Kawasan Bukit Soeharto sendiri menjadi salah satu perhatian penting dalam pengelolaan hutan di sekitar IKN. Dishut Kaltim juga tercatat memiliki agenda terkait pengelolaan kawasan tersebut dalam program kehutanan provinsi.
Baca Juga: Renungan Suci HUT ke-81 RI di Sibolga, Syukri-Pantas Hadir Bersama Forkopimda
Kelalaian manusia masih menjadi perhatian
Evaluasi lapangan menunjukkan faktor manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran yang terjadi.
Rusmadi mengatakan pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu persoalan. Api yang ditinggalkan setelah pembakaran kemudian dapat menyebar ketika kondisi lingkungan kering.
"Masyarakat sekitar membuka lahan pertanian dengan cara membakar pada sore hari lalu meninggalkannya, sehingga sebaran api meluas," katanya.
Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan petugas pemadam. Edukasi dan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko karhutla.
Sinergi lintas lembaga diperkuat
Dishut Kaltim juga memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri. Rapat koordinasi khusus penanganan karhutla akan digelar di kantor gubernur untuk membahas langkah lanjutan.
Pola koordinasi lintas lembaga sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian karhutla di kawasan IKN, termasuk koordinasi pencegahan, penanggulangan, pemantauan, dan evaluasi.
Poin Penting
- Puncak kerawanan karhutla diprediksi terjadi pada September.
- Dishut Kaltim menyiapkan dukungan operasional bagi petugas lapangan.
- Lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api dilibatkan.
- Perlengkapan pelindung dan kebutuhan teknis disiapkan bagi relawan.
- Tandon lipat digunakan untuk membantu ketersediaan air di wilayah rawan.
- Helikopter BPBD disiapkan untuk lokasi yang sulit dijangkau tim darat.
- Tahura Bukit Soeharto menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian.
- Kelalaian manusia dalam pembukaan lahan menjadi salah satu faktor kebakaran.
Insight Redaksi
Kesiapan karhutla Kaltim kini bukan sekadar soal jumlah personel, tetapi seberapa cepat logistik dan koordinasi bergerak saat api muncul. Lima ribu relawan adalah kekuatan besar. Tapi pangkal masalahnya tetap pencegahan. Kada bisa hanya mengandalkan pemadam ketika lahan sudah terbakar.
Langkah paling masuk akal, warga dan aparat memperketat pengawasan pembukaan lahan sebelum kemarau mencapai kondisi paling rawan.
Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya mencegah karhutla dari awal.
Penasaran bagaimana Kaltim menghadapi risiko kebakaran saat kemarau makin kering? Terus update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan puncak kerawanan karhutla Kaltim diprediksi?
Puncak kerawanan kebakaran hutan dan lahan diprediksi berlangsung pada September mendatang.
2. Berapa jumlah Masyarakat Peduli Api yang dilibatkan?
Dishut Kaltim menyebut lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api dilibatkan di berbagai wilayah rawan.
3. Apa fungsi tandon lipat dalam penanganan karhutla?
Tandon lipat digunakan untuk membantu menyediakan cadangan air di lokasi rawan ketika sumber air mengering.
4. Bagaimana penanganan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau?
Lokasi yang tidak terjangkau tim darat akan mendapat dukungan helikopter dari BPBD.
5. Apa faktor utama kebakaran di kawasan yang dievaluasi?
Evaluasi lapangan menyebut kelalaian manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, sebagai faktor utama.
Sumber Informasi: Media ANTARA Kaltim, dengan artikel mengenai kesiapan Dishut Kaltim menghadapi puncak kerawanan karhutla. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.