KKN Tematik Berdampak di IKN Jadi Awal Kolaborasi Kampus Bangun Forest City Berkelanjutan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Basuki Hadimuljono dan Isradi Zainal berfoto bersama peserta KKN Tematik Berdampak KUC-BSN di IKN usai (DOK. NURON/KP)
Basuki Hadimuljono dan Isradi Zainal berfoto bersama peserta KKN Tematik Berdampak KUC-BSN di IKN usai (DOK. NURON/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

KKN Tematik Berdampak KUC-BSN Perkuat Kolaborasi Kampus Mendukung Pembangunan IKN Berkelanjutan

Ikhtisar: Program KKN Tematik Berdampak KUC-BSN di IKN ditutup melalui penanaman pohon sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan forest city.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Kalimantan University Consortium (KUC)–Borneo Series Network (BSN) resmi berakhir di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, dengan kegiatan penanaman puluhan pohon sebagai simbol komitmen perguruan tinggi terhadap pembangunan kota hutan atau forest city.

Masih banyak cerita menarik di balik program ini. Bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menghadirkan gagasan, riset, hingga solusi nyata yang dipersiapkan mahasiswa untuk mendukung pembangunan ibu kota baru Indonesia. Ikuti terus pembahasannya, Ces!

Mengapa penanaman pohon menjadi penutup KKN Tematik Berdampak?

Penutupan rangkaian KKN Tematik Berdampak berlangsung di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), Rabu (5/8). Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu kawasan restorasi hutan yang dikembangkan Otorita IKN.

Sebanyak 34 lubang tanam disiapkan bagi mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Berbagai jenis pohon endemik Kalimantan, termasuk meranti, ditanam sebagai bagian dari rehabilitasi kawasan yang sebelumnya merupakan hutan tanaman industri.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, P Setia Lenggono, menjelaskan kawasan MHHT memiliki luas sekitar 98 hektare dan mulai dikembangkan sejak 2023 sebagai model pemulihan ekosistem hutan.

Menurutnya, area tersebut sebelumnya didominasi tanaman ekaliptus yang dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Kini kawasan itu secara bertahap dikembalikan menjadi hutan hujan tropis melalui penanaman berbagai spesies asli Kalimantan.

"Itu merupakan contoh bagaimana melakukan penghutanan kembali atau rewilding. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi model karena sekitar 65 persen wilayah IKN dipertahankan sebagai kawasan hutan. Itulah mengapa IKN mengusung konsep forest city," ujarnya.

Lenggono juga menyebut kegiatan menanam pohon telah menjadi budaya di lingkungan Otorita IKN. Agenda tersebut dilaksanakan secara berkala, termasuk saat menerima kunjungan tamu maupun memperingati hari-hari besar nasional.

Ia berharap seluruh peserta dapat kembali suatu saat nanti untuk melihat pertumbuhan pohon yang mereka tanam.

"Hari ini kita meninggalkan jejak baik di IKN. Beberapa tahun lagi silakan kembali dan lihat bagaimana pohon yang ditanam hari ini telah tumbuh," katanya.

Baca Juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Kaltim Diperkirakan Rp3,76 Juta

Apa yang membedakan KKN Tematik Berdampak dengan KKN biasa?

Koordinator KUC sekaligus Rektor Universitas Balikpapan, Isradi Zainal, menilai pelaksanaan KKN tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya mahasiswa KUC menjalankan pengabdian langsung di kawasan IKN.

Berbeda dari model KKN konvensional, mahasiswa tidak hanya menjalankan aktivitas sosial di lapangan. Mereka ditempatkan berdasarkan disiplin ilmu agar mampu mengidentifikasi persoalan sekaligus menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat.

Menurut Isradi, konsep tersebut membuat hasil pengabdian memiliki dampak yang lebih panjang dibandingkan kegiatan KKN pada umumnya.

"Kami menyebutnya KKN tematik berdampak karena mahasiswa hadir membawa ilmu untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. Dampaknya tidak berhenti ketika KKN selesai, tetapi terus berkembang melalui inovasi dan pengabdian berikutnya," ujarnya.

Isradi juga menyebut pelaksanaan perdana ini memiliki nilai historis karena mahasiswa menjadi bagian dari proses pembangunan ibu kota negara sejak tahap awal.

"Mereka tidak hanya datang belajar, tetapi ikut memberi kontribusi sesuai bidang ilmunya," katanya.

Isradi Zainal bersama mahasiswa KUC–BSN usai penanaman pohon di kawasan IKN, memperkuat kepedulian lingkungan bersama. (DOK. NURON/KP)
Isradi Zainal bersama mahasiswa KUC–BSN usai penanaman pohon di kawasan IKN, memperkuat kepedulian lingkungan bersama. (DOK. NURON/KP)

Bagaimana kontribusi mahasiswa mendukung pembangunan IKN?

Isradi menjelaskan pembangunan IKN membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran perguruan tinggi dinilai penting karena mampu menghadirkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa bekerja secara berkelompok dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Pendekatan tersebut membuat solusi yang dihasilkan lebih komprehensif, mulai dari tahap identifikasi persoalan hingga penyusunan rekomendasi.

"Mahasiswa bekerja secara berkelompok dan berkolaborasi lintas disiplin ilmu. Mereka hadir bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengapresiasi kemampuan peserta KKN selama menjalankan program pengabdian. Mahasiswa dinilai mampu menunjukkan komunikasi yang baik, etika profesional, rasa percaya diri, serta kemampuan menganalisis persoalan ketika berdialog dengan masyarakat maupun para pemangku kepentingan di kawasan IKN.

Pada pelaksanaan perdana, jumlah peserta masih dibatasi sebanyak 34 mahasiswa. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan standar operasional serta kapasitas kegiatan di kawasan ibu kota negara.

Meski demikian, Isradi optimistis pelaksanaan program akan diperluas pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pembangunan IKN.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Petani, Harga Sawit Kaltim Periode II Juli 2026 Menguat hingga Rp3.528 per Kg

Apa saja isu yang menjadi fokus KUC dan BSN?

Selain menjalankan KKN, Kalimantan University Consortium bersama perguruan tinggi yang tergabung dalam Borneo Series Network (BSN) juga menyiapkan kolaborasi jangka panjang melalui penelitian, magang, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

BSN sendiri menghimpun sejumlah perguruan tinggi dari Brunei Darussalam, Sabah, dan Sarawak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kawasan Kalimantan dan Pulau Borneo secara berkelanjutan.

Sejumlah isu strategis telah dipetakan sebagai fokus kerja sama. Di antaranya penanganan stunting, pengelolaan sampah, pengembangan embung, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemberdayaan desa-desa penyangga IKN.

Menurut Isradi, pembangunan ibu kota negara tidak boleh hanya berpusat pada kawasan inti. Wilayah penyangga juga harus memperoleh manfaat agar pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat berkembang secara seimbang.

"Kami tidak ingin hanya kawasan inti IKN yang berkembang. Desa-desa penyangga juga harus maju sehingga benar-benar menjadi bagian dari ibu kota negara," tegasnya.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi berbasis riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan IKN pada masa mendatang.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pembangunan IKN kada hanya soal gedung pemerintahan dan jalan baru. Kolaborasi perguruan tinggi menunjukkan pembangunan berkelanjutan memerlukan riset, inovasi, serta keterlibatan generasi muda sejak awal. Penanaman pohon memang simbolis, tetapi nilai utamanya terletak pada kesinambungan pengabdian dan lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan. Langkah seperti ini patut terus diperluas agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat sekitar. Terus kawal kolaborasi kampus dan pemerintah agar inovasi yang lahir benar-benar diterapkan di lapangan.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami bagaimana perguruan tinggi ikut berkontribusi membangun IKN secara berkelanjutan.

Masih ingin mengikuti perkembangan pembangunan IKN dan Kalimantan? Tetap update bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu KKN Tematik Berdampak?

Program pengabdian masyarakat yang menempatkan mahasiswa sesuai bidang keilmuan untuk menghasilkan solusi terhadap persoalan di lapangan.

2. Mengapa penutupan KKN dilakukan dengan menanam pohon?

Sebagai simbol komitmen mendukung rehabilitasi hutan dan konsep forest city di kawasan IKN.

3. Berapa jumlah mahasiswa yang mengikuti program perdana?

Sebanyak 34 mahasiswa mengikuti pelaksanaan perdana KKN Tematik Berdampak di IKN.

4. Apa saja fokus program yang dikembangkan KUC dan BSN?

Antara lain penanganan stunting, pengelolaan sampah, pengembangan embung, penelitian, magang, dan pemberdayaan desa penyangga.

5. Apa harapan dari program ini?

Program diharapkan melahirkan inovasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terus berlanjut setelah KKN selesai.

Sumber Informasi

Media Kaltimpost, dengan judul "KKN Tematik Berdampak Ditutup dengan Penanaman Pohon di IKN, Mahasiswa KUC-BSN Dukung Forest City", oleh penulis Nuron Setya Wijaya. Artikel diperbarui dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
KKN Tematik IKN KUC BSN Forest City IKN