Inflasi Kaltim Melandai Jadi 0,18 Persen, Harga Cabai Rawit hingga Bawang Merah Turun, Berau Deflasi Saat PPU Tertinggi

Arya Kusuma • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Harga cabai rawit, bawang merah, dan tomat yang menurun membantu meredam tekanan inflasi Kalimantan Timur sepanjang Juli 2026. (BTV/AI)
Harga cabai rawit, bawang merah, dan tomat yang menurun membantu meredam tekanan inflasi Kalimantan Timur sepanjang Juli 2026. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Topik: Inflasi Kalimantan Timur Juli 2026 melambat berkat turunnya harga pangan meski transportasi dan pendidikan masih menjadi pendorong utama.

Ikhtisar: Penurunan harga cabai, bawang merah, dan tomat membantu meredam inflasi Kalimantan Timur. Namun kenaikan biaya transportasi serta pendidikan masih membuat inflasi bulanan berada pada level positif.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 0,70 persen, menunjukkan tekanan harga mulai mereda meski sejumlah komoditas dan biaya jasa masih mengalami kenaikan.

Melandainya inflasi menjadi kabar positif bagi masyarakat. Namun, apa saja penyebabnya dan komoditas apa yang masih membuat harga di Kaltim bergerak naik? Simak sampai akhir, Ces!

Harga Cabai hingga Tomat Turun, Mengapa Inflasi Ikut Melambat?

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa penurunan inflasi terutama dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas pangan.

Ia mengatakan,

"Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain cabai rawit, bawang merah, tomat, emas perhiasan, dan cabai merah."

Turunnya harga bahan pangan tersebut berhasil mengimbangi kenaikan harga pada kelompok lain sehingga laju inflasi Juli lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Selain komoditas hortikultura, penurunan harga emas perhiasan juga ikut memberikan kontribusi terhadap perlambatan inflasi daerah.

Mengapa Transportasi dan Pendidikan Masih Menjadi Penyumbang Inflasi?

Meski harga pangan mulai terkendali, tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang.

Menurut Jajang Hermawan, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kondisi ini dipengaruhi dampak lanjutan penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 yang masih memengaruhi rata-rata harga bensin selama Juli. Selain itu, harga pelumas atau oli mesin juga ikut meningkat.

Sementara itu, kelompok pendidikan turut memberikan andil karena dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 yang biasanya diikuti berbagai kebutuhan pendidikan masyarakat.

Data Bank Indonesia menunjukkan kelompok transportasi memberikan andil inflasi sekitar 0,22 persen, sedangkan kelompok pendidikan menyumbang 0,05 persen.

Baca Juga: KKP Hibahkan Radar AIS untuk Kaltim, Pemprov Kaltim Tingkatkan Pengawasan Perairan Berau

Komoditas Apa Saja yang Masih Mendorong Kenaikan Harga?

Selain bensin, beberapa komoditas yang masih memberi tekanan terhadap inflasi Juli antara lain:

Kenaikan harga pada komoditas tersebut cukup besar untuk menahan penurunan inflasi yang berasal dari kelompok pangan hortikultura.

Daerah Mana yang Mengalami Inflasi Tertinggi?

Tekanan inflasi di Kalimantan Timur tidak merata.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,28 persen, diikuti Balikpapan sebesar 0,25 persen dan Samarinda sebesar 0,20 persen.

Sebaliknya, Berau justru mengalami deflasi sebesar 0,18 persen, menunjukkan adanya penurunan harga secara umum pada bulan tersebut.

Bagaimana Upaya BI dan TPID Menjaga Harga Tetap Stabil?

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu:

Implementasinya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, penguatan pasokan komoditas strategis, hingga koordinasi distribusi antarwilayah agar stabilitas harga tetap terjaga.

Baca Juga: Empat Tradisi Kaltim Lolos Warisan Budaya Tak Benda Nasional, Kini Resmi Miliki 71 Karya Budaya

Poin Penting

Insight Redaksi

Turunnya harga pangan memberi ruang bernapas bagi masyarakat, tetapi inflasi kini semakin dipengaruhi sektor jasa dan energi. Ini menjadi sinyal bahwa pengendalian harga ke depan kada cukup hanya menjaga pasokan pangan. Distribusi energi, biaya pendidikan, dan koordinasi lintas daerah bakal makin menentukan daya beli warga Kaltim. Pantau perkembangan harga secara berkala agar ikam bisa mengatur pengeluaran lebih bijak, Ces.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami penyebab perubahan harga kebutuhan sehari-hari.

Tetap ikuti perkembangan ekonomi daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa inflasi Kalimantan Timur pada Juli 2026?

Inflasi tercatat sebesar 0,18 persen secara bulanan (mtm).

2. Mengapa inflasi Juli lebih rendah dibanding Juni?

Karena harga cabai rawit, bawang merah, tomat, cabai merah, dan emas perhiasan mengalami penurunan.

3. Apa penyumbang inflasi terbesar?

Kelompok transportasi, terutama akibat dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan kenaikan harga pelumas.

4. Daerah mana dengan inflasi tertinggi?

Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,28 persen.

5. Apa strategi BI mengendalikan inflasi?

Melalui sinergi TPID dengan strategi 4K yang meliputi keterjangkauan harga, pasokan, distribusi, dan komunikasi efektif.

Sumber Informasi

Informasi ini disusun berdasarkan artikel Kaltim Post berjudul "Cabai Rawit dan Bawang Merah Anjlok, Bank Indonesia Sebut Tekanan Inflasi Kaltim Melandai" karya Raden Roro Mira Budi Asih, kemudian diverifikasi dan diperkaya menggunakan informasi resmi Bank Indonesia serta publikasi media kredibel.

Editor : Arya Kusuma
inflasi Kaltim Juli 2026 Bank Indonesia Kaltim harga cabai turun Kaltim