Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Investasi Asing Kaltim Tembus Rp4,11 Triliun! 464 Proyek PMA Berjalan di Balikpapan, Ini Peta Lengkap Investasi Asing Kaltim 2026

Arya Kusuma • Jumat, 17 Juli 2026 | 13:16 WIB
Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana. Investasi Asing Kaltim Tembus Rp4,11 Triliun, Kutai Timur dan Balikpapan Sama-Sama Menonjol
Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana. Investasi Asing Kaltim Tembus Rp4,11 Triliun, Kutai Timur dan Balikpapan Sama-Sama Menonjol

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Realisasi penanaman modal asing Kalimantan Timur triwulan pertama tahun 2026 berdasarkan wilayah

Ikhtisar: Kutai Timur memimpin nilai investasi asing di Kalimantan Timur, sementara Balikpapan mencatat jumlah proyek terbanyak dan investasi turut membuka peluang kerja.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kutai Timur menjadi daerah dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Kalimantan Timur sepanjang Januari hingga Maret 2026. Nilainya mencapai USD90,15 juta atau sekitar Rp1,48 triliun, sekaligus menyumbang lebih dari sepertiga total investasi asing yang masuk ke provinsi ini.

Bukan hanya soal angka investasi. Data terbaru juga memperlihatkan bagaimana setiap daerah memiliki peran berbeda dalam menarik investor dan menggerakkan ekonomi. Menarik untuk dicermati sampai akhir, Ces!

Bagaimana peta investasi asing di Kalimantan Timur pada awal 2026?

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur menunjukkan total realisasi PMA selama triwulan I 2026 mencapai USD249,12 juta atau sekitar Rp4,11 triliun. Investasi tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Kepala DPMPTSP Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana, mengatakan Kutai Timur menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi asing selama periode tersebut.

"Kutai Timur memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai USD90,15 juta atau Rp1,48 triliun, sekitar 36,19 persen dari total realisasi PMA," ujar Fahmi.

Dominasi Kutai Timur memperlihatkan besarnya daya tarik wilayah tersebut terhadap investor asing. Berbagai sektor usaha yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam dan industri pendukungnya, masih menjadi magnet investasi di kawasan tersebut.

Di posisi kedua terdapat Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nilai investasi mencapai USD66,67 juta atau sekitar Rp1,10 triliun. Daerah ini menyumbang sekitar 26,76 persen dari total PMA Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kabupaten Berau berada di peringkat ketiga setelah membukukan investasi sebesar USD44,90 juta atau sekitar Rp740,95 miliar dengan kontribusi 18,03 persen.

Jika digabungkan, tiga daerah tersebut menyerap lebih dari 80 persen total investasi asing yang masuk ke Kalimantan Timur selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan konsentrasi investasi masih cukup kuat pada beberapa wilayah dengan aktivitas ekonomi dan industri yang berkembang.

Baca Juga: KEK Maloy Jadi Motor Hilirisasi Sawit, Lapangan Kerja Baru Terus Bertambah

Mengapa Balikpapan tetap memiliki peran penting?

Meski nilai investasi asing Balikpapan berada di bawah tiga besar, kota ini memiliki keunggulan yang berbeda.

Sepanjang triwulan I 2026, Balikpapan mencatat 464 proyek PMA, jumlah tertinggi dibanding seluruh daerah di Kalimantan Timur.

Nilai investasi asing yang masuk ke Balikpapan mencapai USD20,06 juta. Angka tersebut memang berada di bawah Kutai Timur, Kutai Kartanegara, maupun Berau. Namun tingginya jumlah proyek menunjukkan aktivitas investasi di Balikpapan berlangsung sangat dinamis.

Kondisi ini menggambarkan karakter investasi yang berkembang di Kota Minyak cenderung berasal dari banyak proyek dengan skala beragam, bukan hanya bergantung pada beberapa investasi bernilai besar.

Sebagai pusat jasa, perdagangan, logistik, hingga penunjang pembangunan kawasan timur Indonesia dan Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memang memiliki ekosistem bisnis yang relatif matang. Infrastruktur pelabuhan, bandar udara, jaringan jalan, serta keberadaan kawasan industri menjadi faktor yang memperkuat daya tarik investasi.

Setelah Balikpapan, daerah lain yang juga mencatat realisasi investasi asing meliputi:

Sementara dari sisi jumlah proyek PMA, Samarinda berada di posisi kedua dengan 152 proyek, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 135 proyek, Kutai Timur 87 proyek, dan Berau 80 proyek.

Apa dampak investasi asing terhadap lapangan kerja?

Investasi asing bukan hanya diukur dari besarnya modal yang masuk. Salah satu indikator penting lainnya adalah kemampuan investasi menciptakan kesempatan kerja.

Dalam data DPMPTSP Kaltim, Kabupaten Berau menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia terbesar dari realisasi PMA pada triwulan I 2026.

Fahmi menjelaskan sebanyak 1.032 tenaga kerja Indonesia terserap di Berau.

"Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia paling besar terdapat di Berau sebanyak 1.032 orang, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 955 orang dan Kutai Timur sebanyak 477 orang," kata Fahmi.

Data tersebut memperlihatkan bahwa nilai investasi yang tinggi belum tentu menghasilkan jumlah tenaga kerja paling besar. Hal itu dipengaruhi karakter industri yang menerima investasi.

Beberapa sektor membutuhkan investasi modal besar dengan kebutuhan tenaga kerja yang relatif terbatas. Sebaliknya, ada pula investasi dengan nilai lebih kecil tetapi mampu membuka kesempatan kerja dalam jumlah lebih banyak.

Karena itu, pemerintah daerah juga menilai kualitas investasi berdasarkan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, termasuk peluang kerja, tumbuhnya usaha pendukung, hingga peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga: APDESI Kaltim Siapkan Langkah Besar, Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Motor Ekonomi Lokal

Apa arti capaian ini bagi Kalimantan Timur?

Realisasi PMA sebesar lebih dari Rp4 triliun pada awal 2026 menunjukkan Kalimantan Timur masih menjadi salah satu tujuan investasi penting di Indonesia.

Selain didukung sektor pertambangan, perkebunan, industri pengolahan, dan energi, pembangunan Ibu Kota Nusantara juga menciptakan efek positif terhadap iklim investasi di berbagai wilayah sekitar.

Meski demikian, pemerataan investasi masih menjadi pekerjaan yang harus terus diperkuat. Sebagian besar modal asing masih terkonsentrasi di beberapa daerah tertentu, sedangkan wilayah lain memerlukan strategi promosi investasi yang lebih agresif sesuai potensi masing-masing.

Dengan distribusi investasi yang semakin merata, manfaat ekonomi juga diharapkan dapat dirasakan lebih luas, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga terbukanya kesempatan kerja baru di berbagai kabupaten dan kota.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Angka investasi memang penting, tetapi manfaatnya baru benar-benar terasa ketika mampu membuka peluang kerja dan menghidupkan ekonomi daerah. Balikpapan memperlihatkan pola berbeda melalui banyaknya proyek yang berjalan, sedangkan Kutai Timur unggul dari sisi nilai modal. Tantangannya kini adalah memastikan manfaat investasi menyebar merata. Kada cukup hanya mengejar angka, hasilnya harus benar-benar dirasakan masyarakat, Ces.

Terus kawal perkembangan investasi di Kalimantan Timur supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami potensi ekonomi daerah.

Selalu ikuti perkembangan ekonomi Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Daerah mana yang menerima investasi asing terbesar di Kalimantan Timur pada triwulan I 2026?
Kutai Timur dengan nilai USD90,15 juta atau sekitar Rp1,48 triliun.

2. Berapa total realisasi PMA di Kalimantan Timur selama Januari-Maret 2026?
Totalnya mencapai USD249,12 juta atau sekitar Rp4,11 triliun.

3. Daerah mana yang memiliki proyek PMA terbanyak?
Balikpapan mencatat 464 proyek investasi asing, terbanyak di Kalimantan Timur.

4. Wilayah mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja dari PMA?
Kabupaten Berau dengan penyerapan 1.032 tenaga kerja Indonesia.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, mengenai realisasi Penanaman Modal Asing triwulan I tahun 2026. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

Editor : Arya Kusuma
Fahmi Prima Laksana investasi asing kutai timur