Durasi Baca: 6 Menit
Topik: DKP Kalimantan Timur memperkuat mutu budi daya ikan air tawar melalui sertifikasi berkelanjutan
Ikhtisar: DKP Kalimantan Timur mengutamakan sertifikasi, pembinaan, dan pengawasan mutu budi daya ikan demi menjaga keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing hasil perikanan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Produksi budi daya ikan air tawar di Kalimantan Timur menembus 99.559 ton dalam setahun terakhir. Di balik capaian tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur memilih memperkuat kualitas melalui sertifikasi, pendampingan pembudi daya, dan pengawasan sanitasi agar hasil panen tetap aman dikonsumsi sekaligus memiliki daya saing yang tinggi.
Produksi tinggi memang membanggakan. Namun kualitas pang menjadi penentu kepercayaan pasar. Yuk simak kenapa langkah ini penting bagi pembudi daya hingga konsumen, Ces!
Bagaimana DKP Kaltim Menjaga Mutu Produksi Ikan Air Tawar?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya mengejar peningkatan jumlah produksi perikanan budidaya. Perhatian yang sama besar juga diberikan terhadap mutu ikan yang dipasarkan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kalimantan Timur, Irma Listiawati, menegaskan sertifikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus menjamin keberlanjutan sektor perikanan budidaya.
"Sertifikasi bagi pembudi daya ikan merupakan aspek yang menjadi fokus dalam upaya peningkatan kualitas dan keberlanjutan pengelolaan perikanan di Kaltim," kata Irma Listiawati di Samarinda.
Menurut Irma, keberhasilan sektor budidaya tidak cukup diukur dari banyaknya ikan yang dipanen. Kualitas produk yang sampai ke tangan konsumen juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Kami tak hanya fokus dengan pencapaian produksi saja, pembinaan juga difokuskan pada kualitas ikan demi keamanan pangan daerah dan keberlanjutan budi daya," jelas Irma.
Pendampingan tersebut dilakukan mulai dari proses budidaya, pengelolaan kolam, penggunaan pakan, hingga penerapan standar sanitasi yang sesuai ketentuan.
Baca Juga: Masterplan Kereta Api Lintas Kalimantan Diperbarui, Peluang Konektivitas Antarprovinsi Makin Terbuka
Mengapa Produksi Perikanan Air Tawar Kaltim Terus Meningkat?
Data DKP Kalimantan Timur menunjukkan total produksi budidaya ikan air tawar selama setahun terakhir mencapai 99.559 ton.
Sebagian besar produksi berasal dari sistem budidaya menggunakan keramba dan jaring apung air tawar yang secara keseluruhan menghasilkan 93.165 ton ikan.
Kontribusi terbesar datang dari metode keramba dengan total produksi mencapai 92.525 ton. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah penyumbang terbesar berkat potensi sungai, danau, serta kawasan perairan yang mendukung kegiatan budidaya.
Sementara itu, budidaya menggunakan jaring apung air tawar menghasilkan 639 ton yang berasal dari sembilan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.
Di luar sistem keramba, budidaya melalui kolam air tenang juga memberi kontribusi cukup besar.
Sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mampu memproduksi 6.353 ton ikan dari media pemeliharaan kolam, dengan Kutai Kartanegara kembali menjadi daerah penghasil tertinggi.
Data tersebut menunjukkan kombinasi keramba, jaring apung, dan kolam air tenang masih menjadi fondasi utama produksi ikan air tawar di provinsi ini.
Apa Manfaat Sertifikasi bagi Pembudi Daya dan Konsumen?
Sertifikasi bukan sekadar dokumen administrasi. Proses ini memastikan seluruh tahapan budidaya memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan ikan, serta kelestarian lingkungan.
Dalam praktiknya, pembudi daya didorong menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), termasuk menjaga kualitas air, kebersihan lingkungan budidaya, penggunaan obat sesuai ketentuan, hingga pemanfaatan pakan yang memenuhi standar.
DKP Kalimantan Timur juga memastikan lingkungan budidaya terbebas dari pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas ikan.
Pengawasan sanitasi menjadi bagian penting agar ikan yang dipanen aman dikonsumsi masyarakat sekaligus memenuhi standar pemasaran yang semakin ketat.
Irma menegaskan proses pengawalan mutu tidak berhenti setelah sertifikat diterbitkan.
"Pemenuhan aspek legalitas dan kualitas perikanan, tidak hanya sebatas menerbitkan dokumen, namun juga dikawal melalui pendampingan lapangan secara berkelanjutan."
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas pembudi daya dalam menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan sekaligus efisien secara ekonomi.
Bagi konsumen, keberadaan sertifikasi memberi kepastian bahwa produk yang dibeli telah melalui proses budidaya sesuai standar keamanan pangan.
"Dengan memilih produk yang bersertifikat, konsumen dapat memastikan bahwa ikan yang mereka konsumsi aman dan berkualitas," paparnya.
Bagaimana Pendampingan Dilakukan kepada Kelompok Pembudi Daya?
Program peningkatan mutu yang dijalankan DKP Kalimantan Timur menyasar sekitar 95 kelompok masyarakat pembudi daya ikan.
Pendampingan dilakukan secara rutin melalui pembinaan teknis, evaluasi lapangan, hingga penguatan kapasitas kelembagaan kelompok.
Model pembinaan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing hasil budidaya Kalimantan Timur di pasar regional maupun nasional.
Selain menghasilkan ikan yang berkualitas, pembudi daya juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan.
Langkah tersebut menjadi investasi jangka panjang agar sektor perikanan budidaya tetap tumbuh tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Poin Penting:
- Produksi budidaya ikan air tawar Kalimantan Timur mencapai 99.559 ton dalam setahun terakhir.
- Keramba menjadi penyumbang produksi terbesar dengan total 92.525 ton.
- Kutai Kartanegara merupakan daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Kalimantan Timur.
- DKP Kaltim memprioritaskan sertifikasi dan pembinaan kualitas budidaya.
- Sekitar 95 kelompok pembudi daya mendapat pendampingan secara intensif.
- Sertifikasi memberikan jaminan keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk perikanan.
Insight Redaksi: Kualitas pang sering luput dari perhatian ketika angka produksi terus naik. Padahal, keberhasilan sektor perikanan baru benar-benar terasa jika ikan yang dipanen aman dikonsumsi, ramah lingkungan, dan mampu menembus pasar yang makin selektif. Bagi Kalimantan Timur, pembinaan berkelanjutan terhadap pembudi daya menjadi modal penting menghadapi kebutuhan pangan masa depan. Kada cukup hanya panen banyak, mutu harus ikut naik. Itu yang paling terasa manfaatnya bagi masyarakat, Ces.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya memilih ikan hasil budidaya yang berkualitas dan bersertifikat.
Tetap ikuti perkembangan sektor perikanan, pangan, dan ekonomi daerah hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa produksi budidaya ikan air tawar Kalimantan Timur dalam setahun terakhir?
Produksinya mencapai 99.559 ton.
2. Daerah mana yang menjadi penghasil ikan budidaya terbesar di Kaltim?
Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang produksi terbesar, terutama melalui sistem keramba.
3. Mengapa sertifikasi pembudi daya penting?
Karena memastikan ikan diproduksi sesuai standar keamanan pangan, sanitasi, dan keberlanjutan lingkungan.
4. Berapa kelompok pembudi daya yang dibina DKP Kaltim?
Sekitar 95 kelompok masyarakat pembudi daya ikan mendapat pendampingan intensif.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media ANTARA, dengan judul "DKP Kaltim kawal mutu budi daya ikan air tawar capai 99.559 ton", oleh penulis ANTARA. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma