Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

13 Jurnalis Kaltim Naik Rig Offshore PHKT, Ini Fakta Operasi Migas yang Mereka Lihat

Rizkiyan Akbar • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:07 WIB
Jurnalis Kalimantan Timur mengikuti kunjungan edukasi operasi migas offshore di Rig AE-1 milik PHKT
Jurnalis Kalimantan Timur mengikuti kunjungan edukasi operasi migas offshore di Rig AE-1 milik PHKT

Topik: Edukasi Operasi Migas Offshore PHKT Buka Perspektif Baru bagi Media Kaltim
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur mengajak 13 jurnalis melihat langsung aktivitas pengeboran offshore di Rig AE-1. Kegiatan ini membuka gambaran nyata soal disiplin keselamatan, kompleksitas operasi migas, hingga perjuangan pekerja energi nasional di tengah laut.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas pengeboran migas offshore yang selama ini cuma terlihat lewat foto rilis dan angka produksi, akhirnya dibuka langsung ke lapangan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Lewat program BASO IGA PHI Edisi Khusus Goes to Rig, belasan jurnalis Kalimantan Timur diajak menyaksikan sendiri bagaimana rig bekerja tanpa henti selama 24 jam di tengah laut.

Bukan cuma jalan-jalan ke rig. Di sinilah para awak media melihat bagaimana ritme kerja, standar keselamatan, hingga tekanan operasional dijalankan secara disiplin demi menjaga pasokan energi nasional tetap aman. Penasaran bagaimana suasana di atas rig offshore yang dipenuhi alat berat dan prosedur ketat? Simak sampai habis, Ces!

Kenapa PHKT Ajak Media Naik Langsung ke Rig Offshore?

PHKT ingin media memahami industri hulu migas dari sisi yang lebih nyata. Program BASO IGA PHI yang berlangsung pada 7 Mei 2026 itu menjadi bagian dari lanjutan Program Mendaki Energi Indonesia yang fokus membangun kedekatan antara industri migas dan insan pers.

Sebanyak 13 jurnalis media cetak, online, dan televisi diajak langsung ke Rig Asian Endeavour (AE-1) di wilayah operasi PHKT Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). Mereka tidak hanya melihat mesin dan proses pengeboran, tetapi juga kehidupan para pekerja yang bertugas menjaga operasi tetap berjalan aman di tengah laut, nah itu sudah.

Baca Juga: Kendaraan Tambang Pelat Luar di Kaltim Diawasi Ketat, Demi Awasi BBM Subsidi

Seperti Apa Aktivitas Pengeboran di Rig AE-1?

Rig AE-1 beroperasi nonstop dengan sistem dua shift kerja. Sebelum pergantian shift dimulai, seluruh kru mengikuti safety meeting untuk membahas kesiapan kerja, risiko operasional, dan langkah pengamanan yang wajib dijalankan.

Setelah itu dilakukan handover antar kru agar pekerjaan berjalan tanpa celah kesalahan. Para peserta juga melihat langsung bagaimana seluruh pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara disiplin. Di lingkungan offshore, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, pola kerja dan waktu istirahat kru diatur ketat supaya kondisi fisik tetap prima, pang.

PHKT Ajak Jurnalis Kaltim Lihat Langsung Operasi Migas Offshore di Rig AE-1
PHKT Ajak Jurnalis Kaltim Lihat Langsung Operasi Migas Offshore di Rig AE-1

Apa yang Dilihat Langsung Awak Media di Lokasi Pengeboran?

Para jurnalis ikut memantau proses pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mencapai kedalaman 9.112 feet atau sekitar 2,78 kilometer di bawah permukaan. Operasi ini melibatkan sekitar 120 personel onboard (POB) dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Meski aktivitas berlangsung padat dan penuh risiko, Rig AE-1 berhasil mencatatkan capaian Zero Incident selama kegiatan berlangsung. Situasi ini memberi gambaran bahwa budaya keselamatan bukan sekadar slogan tempelan di dinding ruang kerja offshore.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penajam Paser Utara, Erwin, mengaku kunjungan tersebut memberi perspektif baru bagi media.

“Saat melihat langsung di lapangan, kami memahami bahwa operasional migas memiliki proses yang sangat kompleks dan menuntut disiplin kerja yang tinggi serta penerapan aspek keselamatan yang ketat,” ujarnya.

Bagaimana PHKT Menanamkan Budaya Keselamatan Kerja?

Sebelum seluruh kegiatan dimulai, peserta mengikuti safety induction dari tim HSSE yang didampingi Offshore Installation Manager Rig AE-1 dan Manager COSL Rig. Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta memahami aturan keselamatan selama berada di area operasi offshore.

Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi, menegaskan bahwa HSSE menjadi budaya utama dalam setiap operasi perusahaan.

“Harapan kami sederhana, teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita. Cerita tentang kerja keras di balik energi, tentang manusia di balik angka produksi, dan tentang semangat para perwira yang terus bekerja menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Bidner.

Kalimat itu terasa cukup ngena di tengah suara mesin rig dan aktivitas kru yang terus bergerak tanpa jeda, Ces.

BASO IGA PHI Goes to Rig
BASO IGA PHI Goes to Rig

Baca Juga: Pilihan Kolam Renang di Kaltim untuk Santai, dan Liburan Keluarga Seru.

Kenapa Informasi Objektif Soal Migas Dianggap Penting?

SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi melalui Nindya Puspaningtiyas menjelaskan pentingnya sinergi komunikasi dengan media agar publik memahami industri migas secara utuh.

Hal senada disampaikan Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan. Menurutnya, pemberitaan yang objektif dan akurat menjadi penting karena operasi offshore sering berdekatan dengan aktivitas masyarakat seperti jalur nelayan dan kegiatan maritim lainnya.

“Industri hulu migas melibatkan aktivitas yang kompleks, padat teknologi, padat modal investasi dengan risiko yang tinggi sehingga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Dony.

PHKT sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia di Zona 10 yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka dengan pendekatan berbasis ESG atau Environmental, Social, and Governance.

Poin Penting:

Baca Juga: Klarifikasi Gubernur Rudy Mas'ud Soal Anggaran Makan dan Minum Pemprov Kaltim yang Kini Jadi Sorotan Publik

Insight: Industri migas offshore sering terlihat cuma dari angka produksi dan berita singkat. Padahal di balik itu ada disiplin kerja, teknologi, dan tekanan operasional yang kada sederhana. Program seperti ini penting karena membuka jarak antara publik dan dunia migas yang selama ini terasa tertutup. Media jadi punya gambaran nyata sebelum menyampaikan informasi ke masyarakat. Di Kaltim yang hidup berdampingan dengan industri energi, pemahaman seperti ini penting pang supaya informasi kada setengah-setengah. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham wajah asli kerja migas offshore.

FAQ

  1. Apa itu program BASO IGA PHI Goes to Rig?
    Program edukasi media dari PHKT untuk memperkenalkan langsung aktivitas operasi migas offshore.
  2. Di mana kegiatan ini berlangsung?
    Kegiatan dilaksanakan di Rig Asian Endeavour (AE-1) wilayah operasi PHKT DOBS.
  3. Berapa jumlah jurnalis yang ikut kegiatan?
    Sebanyak 13 jurnalis dari media cetak, online, dan televisi di Kalimantan Timur.
  4. Apa yang dipantau langsung peserta di rig?
    Peserta melihat proses pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 dan penerapan keselamatan kerja offshore.
  5. Apa target utama kegiatan ini?
    Meningkatkan pemahaman media terhadap kompleksitas industri hulu migas dan pentingnya informasi objektif.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Rig AE-1 #operasi migas offshore #PHKT