Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Duka di Sekadau, Kronologi Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekada, Evakuasi 8 Korban Tuntas di Medan Terjal,

Arya Kusuma • Jumat, 17 April 2026 | 15:08 WIB
Lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX di hutan Sekadau dengan tim SAR di lapangan  (Instagram/andreli_48 - pmiprovkalbar)
Lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX di hutan Sekadau dengan tim SAR di lapangan (Instagram/andreli_48 - pmiprovkalbar)

 

Topik: Helikopter PK-CFX jatuh di Sekadau, evakuasi delapan korban tuntas dilakukan
Durasi Baca: 4 menit

 

Ikhtisar: Helikopter PK-CFX ditemukan jatuh di Sekadau, delapan korban dievakuasi dalam kondisi meninggal setelah proses sulit di medan terjal.

Baca Ringkas 30 Detik: Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air ditemukan jatuh di Nanga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat. Delapan korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan hingga Jumat pagi. Proses evakuasi menghadapi medan berat dan korban terjepit di badan helikopter. Jenazah dibawa menggunakan ambulans dan helikopter menuju Pontianak untuk penanganan lanjutan. Scroll Kebawah Lanjutkan Terus Baca Selengkapnya...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Kabar duka datang dari Kalimantan Barat. Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang sempat hilang kontak akhirnya ditemukan jatuh di wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kamis 16 April 2026. Seluruh kru dan penumpang berjumlah delapan orang dipastikan meninggal dunia.

Supaya kada setengah informasi, lanjut baca sampai habis ya Cess. Di balik proses evakuasi ini, ada perjuangan tim di lapangan yang menghadapi kondisi medan cukup menantang.

Bagaimana kronologi helikopter PK-CFX bisa ditemukan?

Helikopter PK-CFX awalnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis siang saat berada di wilayah Nanga Taman. Informasi ini langsung direspons cepat oleh tim SAR gabungan yang turun melakukan pencarian dari berbagai jalur.

Pencarian dilakukan tidak hanya lewat udara, tapi juga jalur darat. Tim menggunakan helikopter Super Puma untuk menyisir area dari atas, sementara tim lain bergerak dengan kendaraan roda dua dan mobil menembus medan yang kada mudah diakses.

Hasilnya mulai terlihat saat serpihan helikopter terpantau di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti. Dari situlah titik lokasi jatuhnya helikopter mulai teridentifikasi dengan jelas, membuka jalan bagi proses evakuasi lanjutan.

Kenapa proses evakuasi korban memakan waktu cukup lama?

Evakuasi korban dilakukan bertahap hingga Jumat pagi, 17 April 2026. Kondisi lokasi yang berada di area terjal menjadi tantangan utama.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa posisi badan helikopter cukup sulit dijangkau. Bahkan, tiga korban terakhir ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam badan pesawat.

Situasi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan ekstra hati-hati. Tim tidak bisa terburu-buru. Mereka harus memastikan keselamatan personel sekaligus menjaga kondisi jenazah saat dievakuasi.

Nah, di kondisi seperti ini, koordinasi jadi kunci pang. Pahamlah ikam, medan berat kada bisa dipaksakan cepat.

Baca Juga: Li Claudia Chandra meraih penghargaan KWP Awards 2026 kategori pemimpin perempuan inovatif

Seperti apa proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan?

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan PMI bekerja dari berbagai titik. Mereka mengevakuasi korban dari kaki bukit hingga turun ke lokasi yang memungkinkan dijangkau ambulans.

Dalam keterangan PMI Kalimantan Barat, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans setelah berhasil dievakuasi dari lokasi jatuh. Proses ini dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Selanjutnya, evakuasi lanjutan menggunakan helikopter dilakukan untuk membawa seluruh korban menuju Pontianak. Dari ambulans ke helikopter, semua dilakukan dengan koordinasi ketat antar tim.

Pergerakan dari tiga bukit menuju titik evakuasi jadi momen krusial. Kada gampang, tapi akhirnya semua korban berhasil dibawa keluar dari lokasi.

Siapa saja korban dalam insiden helikopter PK-CFX ini?

Delapan korban dalam peristiwa ini terdiri dari kru dan penumpang. Seluruhnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Berikut daftar korban:

1. Marindra (Pilot) Pontianak
2. Harun Arasyid (Co-Pilot) Pontianak
3. Patrick K Pontianak
4. Victor T Pontianak
5. Charles L Pontianak
6. Joko C Pontianak
7. Fauzie O Pontianak
8. Sugito Pontianak

Semua korban langsung diberangkatkan ke Pontianak untuk penanganan lebih lanjut setelah proses evakuasi selesai dilakukan.

Apa langkah lanjutan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi?

Setelah evakuasi tuntas, seluruh jenazah dibawa ke Pontianak menggunakan kombinasi ambulans dan helikopter. Ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan selanjutnya.

Fokus tim saat ini bergeser dari pencarian ke penanganan korban. Proses ini jadi bagian penting dalam rangkaian penanganan pascakejadian.

Kondisi di lapangan yang cukup ekstrem juga jadi catatan penting dalam proses evakuasi. Dari medan terjal hingga posisi korban yang sulit dijangkau, semua jadi pengalaman berat bagi tim.

Nah, dari sini kelihatan jelas, kerja tim di lapangan kada main-main pang.

Poin Penting:

1. Helikopter PK-CFX hilang kontak pada 16 April 2026 di Sekadau
2. Ditemukan jatuh di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti
3. Delapan korban dinyatakan meninggal dunia
4. Evakuasi berlangsung hingga 17 April 2026 pagi
5. Medan terjal jadi kendala utama proses evakuasi
6. Jenazah dibawa ke Pontianak menggunakan ambulans dan helikopter

Insight: Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapan tim SAR dalam menghadapi medan ekstrem. Bukan cuma soal alat, tapi koordinasi lintas tim yang jadi penentu. Di lapangan, keputusan cepat tapi terukur jadi pembeda. Warga juga jadi makin paham betapa berat kerja evakuasi di daerah terpencil. Nah, ini bukan sekadar kabar duka, tapi juga pengingat kuat soal tantangan geografis di Kalimantan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi di lapangan. Informasi penting kaya gini kada boleh berhenti di satu orang aja.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ:

1. Kapan helikopter PK-CFX dinyatakan hilang kontak?
Helikopter hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026 siang di wilayah Nanga Taman, Sekadau.

2. Di mana lokasi jatuhnya helikopter ditemukan?
Lokasi ditemukan di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

3. Berapa jumlah korban dalam kejadian ini?
Terdapat delapan korban yang semuanya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

4. Bagaimana proses evakuasi dilakukan?
Evakuasi menggunakan jalur darat dengan ambulans dan dilanjutkan lewat udara menggunakan helikopter menuju Pontianak.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Helikopter PK-CFX #Sekadau Kalimantan Barat #evakuasi korban helikopter #Nanga Taman #tim sar gabungan