Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Strategi PHKT Optimalkan Lapangan Kerindingan di Selat Makassar, Dua Sumur Infill Dibor untuk Jaga Produksi Migas Kalimantan Timur

Arya Kusuma • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:22 WIB

Kegiatan operasi hulu migas PHKT di wilayah kerja East Kalimantan dan Attaka
Kegiatan operasi hulu migas PHKT di wilayah kerja East Kalimantan dan Attaka

Ikhtisar: PHKT melakukan pengeboran dua sumur infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk mengoptimalkan produksi migas dari lapangan mature sekaligus menjaga keberlanjutan energi nasional melalui strategi teknis dan efisiensi operasi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Aktivitas pengeboran migas kembali bergerak di lepas pantai Kalimantan Timur. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menjalankan pengeboran dua sumur infill di Lapangan Kerindingan sejak Februari hingga Maret 2026. Lokasinya berada di Selat Makassar dan masuk wilayah Daerah Operasi Bagian Utara PHKT.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi cadangan migas yang masih tersimpan di lapangan yang sudah lama berproduksi. Tujuannya jelas. Menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mempertahankan tingkat produksi dari lapangan mature yang sudah berjalan puluhan tahun.

Penasaran bagaimana strategi pengeboran ini dijalankan dan kenapa Lapangan Kerindingan masih jadi andalan sampai sekarang? Simak terus sampai tuntas Cess, pahamlah ikam nanti gambaran besarnya.

Kenapa PHKT melakukan pengeboran sumur infill di Lapangan Kerindingan?

Pengeboran sumur infill dilakukan untuk memaksimalkan potensi cadangan dari reservoir yang masih memiliki peluang produksi. Sumur jenis ini dibor di antara sumur-sumur yang sudah ada. Tujuannya sederhana tapi strategis: meningkatkan perolehan cadangan dan mendorong produksi.

Di Lapangan Kerindingan, konsep pengembangan difokuskan untuk memproduksi cadangan yang berada di puncak struktur reservoir yang sebelumnya belum bisa dimonetisasi melalui sumur existing. Dengan kata lain, masih ada potensi yang dapat diambil dari area yang sebelumnya belum tersentuh optimal.

Program pengeboran dua sumur ini juga merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya. Jadi bukan eksperimen baru. Ada pengalaman teknis yang sudah terbukti.

Langkah seperti ini penting untuk lapangan migas yang sudah lama berproduksi. Tanpa strategi tambahan, produksi biasanya mengalami penurunan alami. Nah, di sinilah peran sumur infill menjadi penting.

Aktivitas pengeboran migas di Lapangan Kerindingan Selat Makassar oleh PHKT untuk optimalkan produksi energi nasional
Aktivitas pengeboran migas di Lapangan Kerindingan Selat Makassar oleh PHKT untuk optimalkan produksi energi nasional

Seperti apa sejarah Lapangan Kerindingan di Selat Makassar?

Lapangan Kerindingan termasuk salah satu lapangan lepas pantai yang punya sejarah panjang dalam industri migas Kalimantan Timur. Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1976, produksi migas mulai berjalan. Sejak saat itu pengembangan lapangan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan produksi.

Hingga Juli 2025 tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor di lapangan ini. Produksi kumulatif yang dihasilkan juga terbilang signifikan.

Saat ini Lapangan Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan yang dikelola PHKT. Lokasinya berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara perusahaan tersebut.

Nah, dari data itu sudah terlihat jelas. Meski termasuk lapangan lama, aktivitas pengembangan tetap dilakukan. Kadapapa pang lapangan mature, selama masih ada potensi, pengelolaan terus dijalankan. 

Apa strategi PHKT menjaga produksi lapangan migas yang sudah mature?

General Manager PHKT, Darmapala, menjelaskan perusahaan terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi melalui pengeboran sumur baru.

“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” jelas Darmapala.

Langkah ini dilakukan untuk beberapa tujuan utama. Mulai dari menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, hingga mempertahankan tingkat produksi lapangan migas mature.

Pendekatan berbasis engineering tersebut juga mengutamakan efisiensi dan keselamatan. Artinya, kegiatan pengeboran dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang.

Pahamlah ikam, di industri migas setiap langkah teknis selalu diperhitungkan detail.

Pengeboran dengan standar engineering dan keselamatan tinggi
Pengeboran dengan standar engineering dan keselamatan tinggi

Baca Juga: Rumah Sederhana Tapi Berkelas! 9 Barang Murah Ini Sering Dipakai Desainer Interior Agar Tampilan Hunian Terasa Mewah

Bagaimana peran Lapangan Kerindingan terhadap produksi energi PHKT?

Program pengeboran dua sumur infill di Lapangan Kerindingan diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi pada tahun 2026.

Lapangan ini memang memiliki peran penting dalam portofolio produksi PHKT. Dengan optimalisasi reservoir yang masih memiliki potensi, kontribusi lapangan terhadap kinerja perusahaan diharapkan tetap terjaga.

Pengembangan seperti ini juga menunjukkan bahwa lapangan tua masih dapat memberikan nilai produksi selama pengelolaannya dilakukan dengan pendekatan teknologi dan data yang tepat.

PHKT sendiri menerapkan pendekatan teknis berbasis data dalam setiap kegiatan operasi. Tujuannya memastikan produksi tetap berjalan optimal sekaligus menjaga standar operasional terbaik.

Bagaimana komitmen PHKT dalam pengelolaan energi di Kalimantan Timur?

PHKT merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia yang menjalankan operasi hulu migas di wilayah kerja East Kalimantan & Attaka.

Dalam menjalankan operasinya, perusahaan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Prinsip ini menjadi dasar dalam pengelolaan bisnis migas yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHKT bersama anak perusahaan serta afiliasi lainnya terus melakukan inovasi teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, serta ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Komitmen ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi.

Semua upaya tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia.

Poin Penting dari Artikel Ini

1. PHKT melakukan pengeboran dua sumur infill di Lapangan Kerindingan sejak Februari hingga Maret 2026.
2. Lapangan Kerindingan ditemukan pada 1972 dan mulai berproduksi pada 1976.
3. Hingga Juli 2025 tercatat 34 sumur telah dibor di lapangan tersebut.
4. Sumur infill dibor di antara sumur existing untuk meningkatkan produksi dan perolehan cadangan.
5. PHKT menjalankan operasi migas dengan pendekatan teknologi, efisiensi, dan prinsip ESG.

Insight: Lapangan migas tua sering dianggap sudah mendekati batas produksi. Padahal, melalui strategi teknis seperti pengeboran infill, potensi cadangan masih bisa dioptimalkan. Nah di situlah letak strategi industri energi sekarang. Bukan cuma membuka lapangan baru, tapi memaksimalkan yang sudah ada. Efisien pang. Lapangan lama tetap produktif, biaya eksplorasi baru juga dapat ditekan. Dari sisi energi nasional, langkah ini penting. Produksi stabil, ketahanan energi ikut terjaga. Pahamlah ikam.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan industri energi di Kalimantan Timur, Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (ADEL)

FAQ

Apa itu sumur infill dalam industri migas?
Sumur infill adalah sumur tambahan yang dibor di antara sumur yang sudah ada untuk meningkatkan perolehan cadangan dan mengoptimalkan produksi reservoir.

Di mana lokasi Lapangan Kerindingan?
Lapangan Kerindingan berada di lepas pantai Selat Makassar dan termasuk wilayah Daerah Operasi Bagian Utara PHKT di Kalimantan Timur.

Sejak kapan Lapangan Kerindingan berproduksi?
Lapangan ini mulai berproduksi pada tahun 1976 setelah ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Industri migas Kalimantan Timur #Selat Makassar #Pengeboran sumur infill #PHKT #Lapangan Kerindingan