Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Derawan Ubah Sampah Plastik Jadi Rupiah, Investasi Hijau Mulai Bergerak di Pulau Wisata

Arya Kusuma • Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:07 WIB

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Aktivitas pemilahan sampah plastik di TPS3R Rupiah Pulau Derawan, simbol perubahan sampah jadi nilai ekonomi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Aktivitas pemilahan sampah plastik di TPS3R Rupiah Pulau Derawan, simbol perubahan sampah jadi nilai ekonomi.

Ikhtisar: TPS3R Rupiah di Pulau Derawan mengubah sampah plastik menjadi sumber ekonomi baru. Kolaborasi WWF dan Pemkab Berau dorong model sirkular di destinasi wisata bahari unggulan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Tumpukan sampah plastik di Pulau Derawan kini tak lagi sekadar urusan kebersihan. Lewat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R Rumah Pilah Sampah Rupiah, limbah anorganik mulai diposisikan sebagai sumber pendapatan baru masyarakat pulau wisata tersebut.

Lonjakan wisata yang semula menghadirkan masalah, kini diarahkan menjadi peluang ekonomi. Penasaran bagaimana sampah bisa berubah jadi rupiah dan investasi hijau masuk ke pulau kecil ini? Baca terus sampai habis Cess!

Bagaimana lonjakan sampah wisata di Pulau Derawan memicu perubahan besar?

Volume sampah di Pulau Derawan meningkat drastis saat musim liburan. Di puncak kunjungan, aktivitas pariwisata menghasilkan hingga 46.105,1 kilogram sampah non-rumah tangga per hari. Angka ini termasuk limbah dari hotel dan penginapan yang ramai oleh wisatawan.

Sebelumnya, timbunan tersebut menjadi beban serius bagi pulau kecil yang infrastrukturnya terbatas. Sampah plastik dan kemasan makanan berisiko mencemari laut, padahal daya tarik utama Derawan adalah wisata baharinya.

Kini pendekatannya berubah. Sampah tak lagi dilihat sebagai residu akhir, tetapi sebagai bahan baku ekonomi sirkular. Dari persoalan lingkungan, arahnya bergeser menjadi peluang usaha berbasis pengelolaan terstruktur. Pahamlah ikam, perubahan cara pandang ini yang bikin beda Cess.

Apa itu TPS3R Rumah Pilah Sampah Rupiah dan bagaimana cara kerjanya?

TPS3R Rupiah dibangun sejak September 2025 melalui kolaborasi WWF-Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Berau. Fasilitas ini fokus mengolah sampah anorganik seperti botol plastik HDPE, LDPE, kaleng, dan kemasan makanan.

Prosesnya dimulai dari pemilahan dan pengelompokan. Sampah yang sudah terpilah kemudian dikirim keluar pulau untuk dijual ke pasar daur ulang. Artinya, ada mata rantai ekonomi yang bergerak dari rumah tangga, hotel, petugas angkut, hingga pengepul luar daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, berharap fasilitas ini memberi nilai tambah. “Semoga dengan adanya TPS3R Rupiah ini juga akan bernilai ekonomi dan menjadi rezeki untuk masyarakat,” ujarnya. Fokusnya jelas, kebersihan jalan, ekonomi ikut tumbuh.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, Pemkot Samarinda Tertibkan Gerai Zakat dan Penukaran Uang Lebaran, Warga Diminta Ikuti Aturan Resmi! Ini Alasan Pemerintah

Siapa saja yang terlibat dalam investasi hijau di Derawan?

TPS3R Rupiah lahir dari kolaborasi lintas sektor. WWF-Indonesia bersama WWF-Netherlands menggandeng mitra korporasi seperti Epson South East Asia dan Hilton Global Foundation untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, Candhika Yusuf, menegaskan inisiatif ini bertujuan mengurangi dampak aktivitas wisata terhadap ekosistem laut. Derawan yang bergantung pada pariwisata perlu menjaga kualitas lingkungannya agar roda ekonomi tetap berputar.

Data Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut 2022 mencatat sampah plastik yang mencemari laut Indonesia mencapai 398.000 ton. Angka itu menjadi alarm keras bagi kawasan wisata bahari. Nah’ itu sudah, kalau laut tercemar, wisata bisa turun, ekonomi ikut terdampak.

Apa tantangan mengelola sampah di pulau kecil seperti Derawan?

Mengelola sampah di pulau kecil berbeda dengan di daratan. Keterbatasan listrik menjadi tantangan utama, terutama untuk proses pengepresan plastik yang membutuhkan daya besar.

Selain itu, biaya pengiriman sampah terpilah antarpulau turut menekan margin keuntungan. Jika biaya operasional lebih tinggi dibanding harga jual plastik, keberlanjutan ekonomi TPS3R bisa terganggu.

Karena itu efisiensi menjadi kunci. Pengelolaan harus presisi, mulai dari pemilahan hingga distribusi. Model bisnisnya harus stabil agar investasi hijau ini tak berhenti di tengah jalan.

Bagaimana dampaknya bagi ekonomi dan masyarakat lokal?

TPS3R ini dikelola oleh 10 orang tim operasional yang telah mendapat pelatihan pemilahan, pengepakan, hingga keselamatan kerja. Artinya, ada kapasitas baru yang tumbuh di tingkat lokal.

Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni, menyebut warga siap mendukung agar pengelolaan sampah berjalan maksimal dan memberi manfaat ekonomi jangka panjang. Optimisme itu terasa karena sistem ini membuka peluang tambahan penghasilan.

Jika stabil, Derawan bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga sebagai contoh pulau kecil yang mampu mengubah sampah menjadi rupiah. Cess, ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi strategi ekonomi jangka panjang.

Apakah TPS3R Rupiah bisa menjadi model bagi pulau lain?

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyampaikan harapannya agar TPS3R Rupiah tak hanya menjadi pusat pengolahan sampah.

"Ke depan, TPS3R RUPIAH diharapkan tak hanya menjadi pusat pengolahan sampah, tetapi juga pusat edukasi dan model replikasi bagi pulau-pulau kecil lainnya," terangnya.

Jika sistem ini berjalan stabil, Derawan bisa menjadi referensi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular untuk wilayah kepulauan lain. Investasi hijau bukan sekadar tren, tetapi fondasi menjaga laut sekaligus menjaga perputaran uang masyarakat.

Insight: TPS3R Rupiah menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal. Model ini menekankan efisiensi operasional, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi warga. Bagi kawasan wisata bahari, kebersihan laut bukan hanya nilai ekologis, tetapi aset ekonomi jangka panjang yang menentukan keberlanjutan pariwisata.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa sampah pun bisa bernilai jika dikelola serius Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Berapa volume sampah di Pulau Derawan saat musim liburan?
Pada puncak musim liburan, sampah non-rumah tangga mencapai 46.105,1 kilogram per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.

2. Apa saja jenis sampah yang diolah di TPS3R Rupiah?
Sampah anorganik seperti botol plastik HDPE, LDPE, kaleng, dan kemasan makanan dipilah dan dikirim ke pasar daur ulang di luar pulau.

3. Siapa saja pihak yang terlibat dalam proyek TPS3R Rupiah?
WWF-Indonesia, WWF-Netherlands, Epson South East Asia, Hilton Global Foundation, serta Pemerintah Kabupaten Berau terlibat dalam kolaborasi ini.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia. 

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#sampah plastik wisata #pulau derawan #kabupaten berau #TPS3R Rupiah #wwf indonesia