Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Ancaman Pencurian Tutup Drainase Kota Banjarmasin Jadi Sorotan Saat Infrastruktur Banjarmasin Dibenahi

Arya Kusuma • Selasa, 3 Februari 2026 | 15:02 WIB

Tutup drainase besi di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat yang sempat terbuka akibat diduga sempat dicuri kini telah diganti
Tutup drainase besi di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat yang sempat terbuka akibat diduga sempat dicuri kini telah diganti

Ikhtisar: Pencurian tutup drainase besi di Banjarmasin memicu risiko keselamatan, evaluasi desain, serta percepatan penanganan drainase pengendali banjir.

Balikpapan TV - Hai Cess! Dugaan pencurian fasilitas umum kembali muncul di tengah gencarnya pembenahan infrastruktur pengendali banjir di Kota Banjarmasin. Sasaran kali ini bukan main-main. Tutup drainase berbahan besi yang dirancang khusus demi kelancaran resapan air justru dicopot, meninggalkan lubang menganga dan risiko keselamatan bagi pengendara.

Isu ini bukan cerita baru, tapi efeknya terasa langsung di jalan. Kenapa tutup drainase ini penting, bagaimana dampaknya ke warga, dan apa langkah PUPR Banjarmasin ke depan? Terus simak sampai tuntas, biar gambarnya utuh dan pahamlah ikam, Cess!

Apa yang sebenarnya terjadi dengan tutup drainase besi di Banjarmasin?
Kasus hilangnya tutup drainase terjadi di Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Dinas PUPR Banjarmasin mencatat, kejadian serupa sebelumnya juga pernah muncul di Kompleks Dharma Praja, Banjarmasin Timur. Artinya, ini bukan kejadian tunggal, tapi pola yang berulang dan patut diwaspadai.

Tutup drainase tersebut bukan sekadar penutup biasa. Bahannya besi, berlubang, dan didesain agar daya resap air lebih efektif. Nilainya pun tidak murah, berkisar Rp2 juta per unit. Saat satu saja hilang, dampaknya berlapis. Infrastruktur rusak, pekerjaan pemerintah bertambah, dan ruang publik berubah jadi titik rawan kecelakaan.

Kondisi ini memicu respons serius dari PUPR. Laporan polisi sudah dibuat sejak kejadian pertama. Meski begitu, penelusuran pelaku masih menemui jalan buntu. Rekaman CCTV sempat menangkap pergerakan, namun identitas hingga plat kendaraan belum terbaca jelas.

Baca Juga: Respons Sigap Damkar HSU Amankan Biawak dari Garasi Rumah Warga di Amuntai

Mengapa pencurian fasum drainase berbahaya bagi pengendara?
Risiko paling nyata muncul di jalan. Tutup drainase yang dicopot meninggalkan lubang terbuka, terutama berbahaya saat malam atau hujan. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan. Sekali lengah, potensi celaka sulit dihindari, nah’ itu sudah…!

Kabid Drainase PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania, menegaskan aspek keselamatan jauh lebih penting dari sekadar nilai materi. “Memang tidak sebanding dengan harga asli, tapi ini soal risiko keselamatan pengendara,” ujarnya, Senin (2/2/2026) petang.

Secara hukum, pencurian fasum merupakan tindak pidana dan termasuk delik umum. Artinya, proses hukum bisa berjalan tanpa harus menunggu laporan korban. Masalahnya, meski tutup besi berlogo pemerintah kota, pelacakan tetap sulit dilakukan di lapangan.

Baca Juga: Respons Sigap Damkar HSU Amankan Biawak dari Garasi Rumah Warga di Amuntai

Langkah apa yang disiapkan PUPR Banjarmasin untuk mencegah kejadian serupa?
Evaluasi desain menjadi salah satu fokus utama. PUPR Banjarmasin menilai perlu ada penyesuaian agar tutup drainase lebih aman dari potensi pencurian dan tetap kuat menghadapi angkutan bertonase besar, terutama di kawasan Kuin Selatan yang lalu lintasnya cukup padat.

“Meski terdapat kekurangan, kita coba bertahap, pelan-pelan,” ungkap Harwita. Evaluasi ini tidak berdiri sendiri, tapi sejalan dengan target besar pengendalian banjir kota. Desain drainase harus aman, fungsional, dan menyatu dengan kondisi jalan.

Selain itu, PUPR juga merevisi masterplan drainase. Tujuannya agar pembangunan lebih terstruktur dan terintegrasi dengan proyek jalan. Drainase ditempatkan sebagai pelengkap vital, bukan tambahan belakangan.

Bagaimana rencana penanganan drainase 2026 untuk pengendalian banjir?
Tahun 2026, PUPR Banjarmasin menyiapkan penanganan drainase dengan total panjang sekitar 2,5 kilometer. Program ini dibagi dalam beberapa segmen yang tersebar di kawasan rawan genangan, termasuk Jalan Kelayan B arah KS Tubun, Jalan Madang, dan Saka Permai.

Ruas tersebut hanya bagian dari keseluruhan rencana. Fokus utama saat ini memastikan jaringan drainase terhubung hingga ke sungai. “Fokus kami bagaimana sistem aliran air bisa tersambung dengan baik,” tutur Harwita.

Pendekatan ini mengacu pada pengalaman di Mandastana dan Simpang Limau. Di sana, saluran air dan boks culvert terbukti memperlancar aliran dan mengurangi genangan. Untuk pekerjaan fisik drainase ini, pagu anggaran disiapkan sekitar Rp7 miliar, dengan target lelang diupayakan berjalan paling tidak bulan Maret.

Insight: Kasus pencurian fasum drainase membuka mata soal pentingnya menjaga infrastruktur publik bersama. Drainase bukan sekadar saluran air, tapi penopang keselamatan dan pengendalian banjir kota. Ketika satu komponen hilang, dampaknya merembet ke banyak sisi. Kesadaran kolektif warga dan pengawasan berkelanjutan jadi kunci agar upaya pemerintah berjalan efektif dan manfaatnya terasa luas.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham dan ikut menjaga fasilitas umum di sekitar, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ
Apa itu tutup drainase berlubang dan fungsinya?
Tutup drainase berlubang berbahan besi dirancang agar air lebih cepat meresap tanpa mengganggu lalu lintas di atasnya.

Di mana saja kasus pencurian tutup drainase terjadi?
Kasus tercatat di Kuin Selatan, Banjarmasin Barat, serta sebelumnya di Kompleks Dharma Praja, Banjarmasin Timur.

Apa fokus utama PUPR Banjarmasin dalam penanganan banjir 2026?
Fokus utama pada integrasi jaringan drainase hingga ke sungai agar aliran air tersambung dan genangan berkurang.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#PUPR Banjarmasin #Kuin Selatan #Tutup Drainase Besi #pengendalian banjir #Drainase Kota Banjarmasin