Ikhtisar: Penguatan infrastruktur pesisir Biduk-Biduk membuka akses, mempercepat mobilitas, dan mendorong lonjakan pariwisata Berau berdampak luas bagi ekonomi lokal.
Balikpapan TV - Hai Cess! Penguatan infrastruktur pesisir selatan Kabupaten Berau kembali menunjukkan hasil nyata. Jalan, jembatan, hingga dermaga yang rampung dan diresmikan awal 2026 di Kecamatan Biduk-Biduk kini menjadi penopang utama pergerakan wisata, logistik, dan aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah menempatkan pembangunan ini sebagai kunci membuka akses dan memaksimalkan potensi pesisir yang selama ini tumbuh bertahap namun konsisten.
Teruskan menyimak sampai akhir, karena cerita soal dampak infrastruktur ini bukan sekadar beton dan baja. Ada angka kunjungan, manfaat ekonomi, sampai harapan jangka panjang masyarakat pesisir yang mulai terasa, pahamlah ikam Cess!
Bagaimana infrastruktur pesisir mendorong kunjungan wisata Berau?
Pembangunan jembatan dan dermaga di Biduk-Biduk diproyeksikan langsung menyasar sektor pariwisata. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, penguatan akses jalan dan jembatan bertujuan menarik lebih banyak kunjungan karena pariwisata memberi dampak berganda. Mulai kuliner, ekonomi kreatif, penginapan, hingga aktivitas turunan lain ikut bergerak.
Data kunjungan memperlihatkan tren positif. Pada 2023 tercatat 422.592 wisatawan datang ke Berau. Angka ini naik menjadi 464.163 kunjungan pada 2024. Sementara selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah kunjungan mencapai 36.096 orang, didominasi wisatawan nusantara sebanyak 35.305 orang dan wisatawan mancanegara 791 orang.
Kenaikan ini menguatkan alasan sektor wisata mendapat perhatian khusus. Infrastruktur pesisir berperan sebagai pintu masuk yang memudahkan mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan Berau, nah’ itu sudah, efeknya terasa ke banyak lini Cess!
Apa peran Jembatan Kelomang dan Sei Bataan bagi masyarakat?
Dua jembatan yang diresmikan, yakni Jembatan Kelomang atau Sei Sumbang dan Jembatan Sei Bataan, menjadi penghubung vital di kawasan pesisir selatan. Jembatan Kelomang di Kampung Teluk Sumbang diresmikan pada 13 Januari 2026, dibangun dengan konstruksi rangka baja girder custom, kelas tipe C, panjang 40 meter dan lebar 4 meter, dengan anggaran Rp14,8 miliar.
Keberadaan jembatan ini bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga menghadirkan nilai visual. Desain menyerupai kelomang langsung mencuri perhatian dan berdiri strategis sebagai gerbang menuju Pantai Sinondok. Panorama laut dan batu koral menjadikannya spot foto favorit wisatawan.
Sementara Jembatan Sei Bataan dibangun dengan anggaran Rp23,1 miliar, bentang 55 meter dan lebar efektif 7 meter, menggunakan rangka baja tipe truss bridge kelas B. Jembatan ini memperpendek akses menuju Kutai Timur dan memperlancar arus barang, jasa, serta pergerakan wisatawan.
Mengapa Dermaga Teluk Sulaiman jadi simpul penting pesisir?
Dermaga Teluk Sulaiman menjadi simpul logistik dan transportasi laut yang dirancang untuk kebutuhan jangka panjang. Proyek ini dibangun bertahap sejak 2020 hingga 2025 dengan total anggaran Rp54,3 miliar dari APBD Berau dan bantuan keuangan Pemprov Kalimantan Timur. Fungsinya mencakup sandar kapal, bongkar muat barang, hingga transportasi penumpang.
Bupati Sri Juniarsih menyampaikan bahwa dermaga ini diharapkan menjadi pusat pergerakan hasil laut dan perdagangan masyarakat Biduk-Biduk. Dengan kapasitas melayani kapal di atas 1.000 gross ton, peluang masuknya kapal ferry dan kapal perintis seperti Sabuk Nusantara semakin terbuka.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, menambahkan bahwa dermaga dirancang dengan sistem bracing dan konstruksi hybrid agar aman menghadapi kondisi zona gempa Palukoro dan Sangkulirang, dengan usia pakai hingga 50 tahun.
Apa dampak jangka panjang pembangunan ini bagi ekonomi pesisir?
Pemerintah daerah menilai infrastruktur pesisir ini membawa manfaat berlapis. Akses transportasi semakin terbuka, distribusi hasil perikanan lebih lancar, dan potensi wisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sri Juniarsih menegaskan, pembangunan ini bagian dari strategi jangka panjang menghadirkan pemerataan hingga kawasan pesisir.
Pengakuan atas upaya ini datang pada HUT Provinsi Kalimantan Timur ke-69, 9 Januari 2026. Kabupaten Berau meraih penghargaan Arindama Terbaik bidang pembangunan pariwisata sepanjang 2025. Prestasi ini berkaitan erat dengan peningkatan kunjungan dan pengelolaan destinasi.
Destinasi seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, Tepian Ahmad Yani, Air Panas Asin Pemapak, Telaga Biru Nek Lenggo, dan Labuan Cermin terus menjadi magnet wisata. Infrastruktur pesisir berperan sebagai fondasi agar potensi tersebut terus tumbuh dan terhubung dengan baik.
Insight: Penguatan infrastruktur pesisir di Biduk-Biduk menunjukkan bahwa akses adalah kunci pemerataan. Jalan, jembatan, dan dermaga membuka peluang ekonomi, mempercepat distribusi, serta memperkuat daya tarik wisata. Bagi masyarakat pesisir, manfaatnya terasa langsung dalam aktivitas harian dan peluang usaha, sementara bagi daerah, ini menjadi investasi jangka panjang yang menjaga pertumbuhan tetap seimbang dan berkelanjutan.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya semakin banyak yang paham arah pembangunan pesisir Berau, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa tujuan utama pembangunan infrastruktur pesisir Berau?
Untuk membuka akses, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata pesisir.
Di mana lokasi jembatan dan dermaga yang diresmikan?
Seluruhnya berada di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau.
Apa dampak langsung bagi masyarakat pesisir?
Akses transportasi lebih lancar, distribusi hasil perikanan meningkat, dan peluang ekonomi wisata berkembang.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.