Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Jalan Poros Samarinda–Balikpapan Jadi Sorotan, Sunmori Dinilai Gerus Rasa Aman

AdminBTV • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:08 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Fenomena Sunday Morning Ride alias sunmori di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan kini bukan lagi cerita santai soal hobi berkendara di Minggu pagi. Aktivitas ini dinilai sudah berubah jadi persoalan serius yang menyentuh rasa aman warga. Jalur vital dengan mobilitas tinggi itu kerap dipakai untuk berkendara berisiko, sementara pengawasan dianggap belum konsisten.

Nah, sebelum ikam geser ke berita lain, tahan dulu skrolnya. Isu ini menyangkut ruang publik, keselamatan, dan peran negara yang seharusnya hadir. Baca sampai habis supaya pahamlah ikam duduk perkaranya, Cess!

Baca Juga: Tidur Nyaman Dimulai dari Kamar, Ini Perlengkapan Penting yang Sering Diremehkan

Kenapa Sunmori di Jalan Poros Jadi Sorotan Publik?

Sunmori di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan dinilai melampaui batas kewajaran karena dilakukan di jalur strategis yang padat dan punya fungsi vital. Aktivitas yang berlangsung rutin, terbuka, dan mudah diprediksi ini dianggap berisiko tinggi terhadap keselamatan umum. Bukan cuma potensi kecelakaan, tapi juga rasa tidak aman bagi pengguna jalan lain.

Sekretaris Umum DPK KNPI Loa Janan, Muhammad Hasbi, menilai fenomena ini mencerminkan lemahnya kendali negara atas ruang publik. Saat aktivitas berbahaya terus berulang tanpa pengaturan jelas, persoalan bergeser dari perilaku individu ke sistem pengawasan yang tidak berjalan optimal.

“Ketika aktivitas berisiko tinggi berlangsung terbuka, berulang dan dapat diprediksi namun tidak dikendalikan, maka masalahnya bukan lagi dipelaku, melainkan pada sistem pengawasan negara yang melemah,” papar Hasbi, Senin (5/1/2026).

Apa Dampak Sunmori Terhadap Rasa Aman Warga?

Jalan poros Samarinda–Balikpapan adalah jalur utama dengan mobilitas tinggi. Ketika ruang ini dikuasai aktivitas berkendara berisiko, rasa aman masyarakat ikut tergerus. Warga yang melintas tidak tahu kapan harus ekstra waspada, karena situasi berbahaya bisa muncul sewaktu-waktu.

Hasbi menilai kondisi ini menunjukkan negara belum menjalankan fungsi dasarnya sebagai penjamin keamanan publik. Pembiaran yang terus terjadi berpotensi membuat pelanggaran terbuka dianggap lumrah. Nah’ itu sudah, kalau pelanggaran terasa biasa, wibawa aturan ikut menurun.

“Jika ruang publik dibiarkan dikuasai oleh kepentingan segelintir kelompok, maka hukum kehilangan wibawanya. Ini berbahaya, karena lama-kelamaan masyarakat akan menilai aturan bisa dinegosiasikan,” ucapnya.

Di Mana Peran Negara dalam Mengelola Ruang Publik?

Menurut DPK KNPI Loa Janan, absennya kehadiran negara terlihat dari pola penanganan yang cenderung reaktif. Aparat sering baru muncul setelah kecelakaan terjadi. Padahal, pencegahan seharusnya jadi kunci utama dalam menjaga keselamatan publik.

Pendekatan seperti ini dinilai tidak cukup. Negara semestinya hadir sebelum risiko berubah menjadi korban. Jalan poros bukan ruang privat komunitas tertentu, melainkan fasilitas umum yang hak keamanannya melekat pada seluruh warga.

“Negara seharusnya hadir sebelum risiko berubah menjadi korban. Pencegahan adalah inti dari keselamatan publik, bukan sekadar penanganan pascakejadian,” tegas Hasbi.

Langkah Apa yang Didorong untuk Mengatasi Fenomena Sunmori?

DPK KNPI Loa Janan mendorong aparat kepolisian memulihkan otoritas negara di ruang publik. Pengawasan rutin, penegakan aturan yang konsisten, dan kebijakan jelas terhadap aktivitas berkendara berisiko di jalur umum dinilai penting untuk segera dilakukan.

Tujuannya bukan mematikan hobi, tetapi memastikan keselamatan bersama tetap jadi prioritas. Keselamatan warga tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Ketika negara hadir secara konsisten, rasa aman publik bisa kembali pulih.

“Keselamatan warga tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Ketika negara absen, yang muncul adalah ketakutan. Dan itu tidak boleh dibiarkan menjadi hal yang normal,” tutup Hasbi.

Ikhtisar
Fenomena sunmori di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan negara atas ruang publik strategis. DPK KNPI Loa Janan menyoroti dampaknya terhadap rasa aman warga dan menekankan pentingnya pencegahan, pengawasan rutin, serta penegakan aturan yang konsisten demi keselamatan bersama.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal pentingnya keselamatan di ruang publik, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (Rafi)

 

FAQ

Apa itu sunmori yang dimaksud dalam artikel ini?
Sunmori adalah aktivitas berkendara di Minggu pagi yang rutin terjadi di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan.

Kenapa Jalan Poros Samarinda–Balikpapan dianggap rawan?
Karena jalur ini memiliki mobilitas tinggi dan fungsi strategis sehingga aktivitas berisiko dapat mengganggu keselamatan umum.

Apa harapan DPK KNPI Loa Janan terhadap aparat?
Mendorong pengawasan rutin, penegakan aturan konsisten, dan kebijakan jelas agar keselamatan publik terjamin.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Aktivitas sunmori di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan yang memicu sorotan soal keselamatan ruang publik.
Aktivitas sunmori di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan yang memicu sorotan soal keselamatan ruang publik.

Editor : Arya Kusuma
#Sunmori Samarinda Balikpapan #Keselamatan ruang publik #Jalan Poros Samarinda Balikpapan