Balikpapan TV - Hai Cess! Arus penumpang angkutan udara domestik di Kalimantan Timur tercatat menurun pada November 2025. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penumpang pesawat mencapai 230.040 orang, turun 3,87 persen dibandingkan Oktober 2025. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika aktivitas penerbangan di bandara-bandara utama Kaltim, sementara sebagian bandara lain justru memperlihatkan pergerakan yang meningkat.
Menariknya, di balik angka penurunan itu, ada cerita berbeda dari sejumlah bandara daerah yang mencatat lonjakan penumpang. Pergerakan ini bikin penasaran, karena menggambarkan pola mobilitas masyarakat yang tidak seragam di seluruh wilayah. Penasaran apa saja faktanya dan bagaimana peta penerbangan Kaltim saat ini? Ikuti terus sampai akhir Cess!
Baca Juga: Area Check In Timur Bandara Sepinggan Balikpapan Aktif Kembali, Ini Daftar Maskapai yang Beroperasi
Kenapa jumlah penumpang pesawat di Kaltim menurun pada November 2025?
Penurunan arus penumpang udara domestik di Kalimantan Timur dipengaruhi berkurangnya aktivitas penerbangan di bandara-bandara besar. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa kondisi ini terlihat jelas dari data bulanan yang mereka catat. Fokus penurunan ada pada bandara dengan volume penumpang tinggi.
Bandara APT Pranoto Samarinda mencatat penurunan terdalam, yakni 10,47 persen. Angka ini menunjukkan berkurangnya mobilitas melalui jalur udara di Samarinda pada periode tersebut. Situasi serupa juga terjadi di Bandara Sepinggan Balikpapan dengan penurunan 4,92 persen.
Selain itu, Bandara Melalan Kutai Barat juga mengalami penurunan meski relatif kecil, sebesar 0,89 persen. Data ini memperlihatkan bahwa penurunan tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi terjadi di beberapa titik penting penerbangan domestik Kaltim.
Bandara mana saja yang paling terdampak penurunan penumpang?
Bandara APT Pranoto Samarinda menjadi yang paling terdampak dalam catatan BPS Kaltim. Dengan penurunan lebih dari sepuluh persen, bandara ini mencerminkan melemahnya pergerakan penumpang pada November 2025. Kondisi ini berpengaruh langsung pada total arus penumpang provinsi.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, sebagai bandara tersibuk di Kaltim, juga mengalami penurunan. Meski persentasenya lebih kecil dibanding Samarinda, dampaknya tetap signifikan karena volume penumpangnya sangat besar. Nah, itu sudah terlihat dari kontribusinya terhadap total penumpang Kaltim, pahamlah ikam.
Sementara Bandara Melalan Kutai Barat mencatat penurunan tipis. Angka ini menunjukkan bahwa dampak penurunan di bandara ini tidak sedalam bandara utama, namun tetap masuk dalam tren penurunan secara keseluruhan.
Bandara mana yang justru mengalami kenaikan penumpang?
Di tengah tren penurunan, beberapa bandara di Kalimantan Timur malah mencatat kenaikan jumlah penumpang. Bandara Kalimarau Berau mengalami peningkatan tertinggi, yakni 20,51 persen. Kenaikan ini menjadi kontras di antara bandara-bandara lain yang justru menurun.
Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 10,27 persen. Angka ini menandakan adanya peningkatan mobilitas udara di wilayah tersebut pada November 2025.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pergerakan penumpang udara di Kaltim tidak merata. Sebagian wilayah justru mengalami peningkatan, sementara bandara besar mengalami penurunan. Kondisi ini memberi gambaran dinamisnya pola perjalanan masyarakat, ya’kalo pahamlah ikam.
Bagaimana peta penerbangan utama Kaltim menurut data BPS?
Meski terjadi fluktuasi, jalur penerbangan di Kalimantan Timur masih didominasi oleh dua bandara utama. Yusniar menegaskan bahwa Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda tetap menjadi tulang punggung angkutan udara di provinsi ini.
Data BPS menunjukkan Bandara Sepinggan Balikpapan melayani 172.270 penumpang domestik pada November 2025. Jumlah ini setara dengan 74,89 persen dari total penumpang domestik Kaltim, menjadikannya pintu keluar-masuk terbesar.
Bandara APT Pranoto Samarinda berada di posisi kedua dengan 34.357 penumpang atau sekitar 14,94 persen. Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang tercatat 4.211 orang, turun 7,02 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun secara kumulatif Januari hingga November 2025, jumlah penumpang internasional mencapai 57.384 orang, naik 26,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ikhtisar
Data BPS Kaltim menunjukkan arus penumpang udara domestik pada November 2025 menurun 3,87 persen. Penurunan paling terasa terjadi di bandara besar seperti Samarinda dan Balikpapan, sementara beberapa bandara daerah justru mencatat kenaikan. Meski fluktuatif, Sepinggan Balikpapan dan APT Pranoto Samarinda tetap menjadi jalur utama penerbangan di Kalimantan Timur.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi penerbangan Kaltim saat ini. Info lokal begini penting buat jadi bahan obrolan dan wawasan bareng, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Kenapa arus penumpang udara Kaltim menurun pada November 2025?
Penurunan dipengaruhi berkurangnya aktivitas penerbangan di bandara-bandara utama, terutama Samarinda dan Balikpapan.
Bandara apa yang mengalami kenaikan penumpang?
Bandara Kalimarau Berau dan Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu mencatat kenaikan penumpang pada November 2025.
Apakah penerbangan internasional di Kaltim ikut menurun?
Secara bulanan menurun, namun secara kumulatif Januari–November 2025 justru meningkat signifikan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.