Balikpapan TV - Hai Cess! Jutaan jemaah dari berbagai daerah larut dalam suasana khusyuk pada peringatan 5 Rajab yang dipusatkan di Mushala Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar. Pengajian yang disiarkan langsung ini memancarkan getaran doa dan lantunan syair yang terasa hingga puluhan kilometer, menegaskan 5 Rajab sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar dan paling dinanti di kawasan ini.
Teruskan menyimak, karena kisah kebersamaan, ketertiban, dan pengalaman spiritual yang menggetarkan hati ini punya banyak sisi menarik untuk dipahami sampai akhir Cess!
Bagaimana suasana pengajian 5 Rajab terasa hingga ke berbagai penjuru daerah?
Suasana pengajian 5 Rajab tidak hanya terkonsentrasi di Sekumpul. Getaran spiritualnya menjalar jauh, bahkan hingga Banjarbaru. Di berbagai titik, jemaah berkumpul mengikuti siaran langsung, menyimak pengajian dengan khusyuk seolah berada di lokasi utama. Kebersamaan ini terasa kuat, menyatukan ribuan bahkan jutaan orang dalam satu niat dan doa yang sama.
Salah satu titik yang mencuri perhatian adalah Q Mall Banjarbaru. Area pusat perbelanjaan ini berubah menjadi ruang kebersamaan. Jemaah memadati hampir seluruh sudut, meluber sampai parkiran dan badan jalan. Tidak ada sekat status atau asal daerah. Semua duduk berdampingan, fokus mengikuti rangkaian pengajian yang berlangsung.
Bagi banyak jemaah, momen ini menjadi bukti bahwa 5 Rajab bukan sekadar kegiatan terpusat. Ia menjelma menjadi peristiwa kolektif lintas ruang. Nah, suasana seperti ini, pahamlah ikam, jarang ditemukan di agenda lain dengan skala sebesar ini.
Baca Juga: TKD Balikpapan Dipangkas, Pemkot Siapkan Strategi Cerdas Kelola APBD 2026
Apa yang membuat antusiasme jemaah tak pernah surut setiap tahun?
Muhammad Ihsan Saufi, jemaah asal Pulang Pisau, mengaku selalu terkesan dengan pelaksanaan 5 Rajab. Menurutnya, antusiasme jemaah pada agenda ini tidak pernah surut dari tahun ke tahun. Ia menyebut 5 Rajab sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Asia Tenggara yang selalu dirindukan.
Yang paling membekas bagi Ihsan adalah solidaritas warga. Tamu dari berbagai daerah disambut dengan kehangatan luar biasa. Rumah-rumah dibuka, jemaah diperlakukan seperti keluarga lama yang kembali pulang. “Kadang kami ditegur duluan, disuruh masuk istirahat dan disuguhi makanan,” tuturnya apa adanya.
Bagi Ihsan, 5 Rajab juga menjadi ruang rindu kepada almarhum Abah Guru Sekumpul. Ia datang bersama saudaranya tahun ini, sementara orang tuanya tidak lagi ikut karena faktor usia. Harapannya sederhana namun dalam. “Saya berharap selalu diberi umur panjang dan kesehatan agar bisa berkumpul kembali,” ucapnya. Cerita seperti ini, ya’kalo dipikir, pahamlah ikam kenapa momen ini begitu melekat.
Seperti apa dampak kepadatan jemaah terhadap kondisi lalu lintas?
Kepadatan jemaah terlihat jelas di Banjarbaru. Bundaran Simpang Empat Banjarbaru terkunci total oleh lautan manusia yang terus berdatangan sejak pagi. Arus kendaraan nyaris lumpuh seiring jutaan jemaah menuju Martapura untuk mengikuti pengajian rutin 5 Rajab.
Kepala Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalsel, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa arus jemaah mulai memadati Banjarbaru sejak pukul 09.00 WITA dan terus meningkat hingga sore. “Sejak pagi jemaah tidak henti-hentinya datang menuju Martapura. Alhamdulillah, kedisiplinan jemaah sangat baik dan mengikuti arahan panitia serta relawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses kendaraan di Tugu Adipura Banjarbaru ditutup sejak sore sebagai bagian dari sterilisasi jalur. Saat Magrib tiba, acara utama sudah dimulai dan kawasan dinyatakan penuh. Meski padat, situasi tetap terkendali berkat kerja sama semua pihak, nah’ itu sudah, kekompakan nyata di lapangan.
Mengapa momen Maulid Habsy dan Mahalul Qiyam begitu membekas?
Lantunan Maulid Habsy membuka majelis rutin Malam Senin di Musala Ar-Raudhah Sekumpul. Irama rebana bertalu lembut, mengiringi selawat yang dilantunkan bersama. Seiring pembacaan berlangsung, suasana religius semakin mengental, membungkus ribuan jemaah dalam nuansa syahdu.
Ketertiban tetap terjaga meski jemaah memadati lokasi. Tidak terdengar hiruk-pikuk. Yang ada hanya lantunan selawat, rebana, dan cahaya lampu malam yang temaram. Semua berpadu, menciptakan kekhusyukan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Saat syair Mahalul Qiyam dikumandangkan, jutaan jemaah serempak berdiri. Pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema, disertai linangan air mata. Qomariah, jemaah asal Sungai Tabuk, menyebut momen ini sebagai ruang spiritual yang hidup. “Bagi kami, suasana seperti ini adalah ruang perjumpaan spiritual untuk melepas rindu, harap, dan doa yang bersatu dalam lantunan syair,” tuturnya. Bahkan hujan ringan pun tidak mengurangi antusiasme jemaah.
Ikhtisar Singkat
Peringatan 5 Rajab di Sekumpul, Martapura, kembali memperlihatkan kekuatan kebersamaan dan spiritualitas. Jutaan jemaah memadati kawasan utama hingga Banjarbaru, mengikuti pengajian dengan tertib dan khusyuk. Solidaritas warga, ketertiban lalu lintas yang terkelola, serta momen Maulid Habsy dan Mahalul Qiyam menjadi gambaran kuat betapa 5 Rajab bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang rindu, doa, dan perjumpaan batin yang terus hidup.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham makna kebersamaan di momen 5 Rajab ini Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa itu pengajian rutin 5 Rajab di Sekumpul?
Pengajian rutin 5 Rajab merupakan agenda keagamaan tahunan yang dipusatkan di Sekumpul, Martapura, dan dikenal luas sebagai haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.
Mengapa Banjarbaru ikut terdampak kepadatan jemaah?
Karena banyak jemaah berkumpul di berbagai titik di Banjarbaru untuk mengikuti siaran langsung, termasuk pusat perbelanjaan dan ruas jalan utama.
Apa momen paling sakral dalam rangkaian 5 Rajab?
Bagi banyak jemaah, pembacaan Maulid Habsy dan Mahalul Qiyam menjadi momen paling sakral dan selalu dinanti.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.