Balikpapan TV - Hai Cess! Jelang momen 5 Rajab Sekumpul atau yang dikenal luas sebagai Haul Guru Sekumpul, akses jalur alternatif Martapura dari Sungai Tabuk dilaporkan terdampak banjir. Genangan air muncul di sejumlah titik, bahkan luapan sungai meluber hingga ke badan jalan dan berpotensi membuat kendaraan mogok. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat jalur tersebut kerap dipilih jemaah sebagai akses menuju Martapura.
Situasi di lapangan terus berkembang. Air belum sepenuhnya surut, sementara intensitas hujan masih tinggi. Nah, sebelum ikam berangkat atau sekadar ingin tahu kondisi terkini, baca terus laporan lengkap ini sampai habis Cess!
Jalur alternatif Martapura–Sungai Tabuk jadi perhatian jelang 5 Rajab
Jalur alternatif Martapura–Sungai Tabuk dikenal sebagai salah satu akses penting, terutama saat momentum besar seperti Haul Guru Sekumpul. Saat arus utama padat, jalur ini sering jadi pilihan bubuhan untuk mempersingkat waktu tempuh. Namun kali ini, kondisi alam berkata lain. Genangan air muncul di beberapa titik, dengan luapan sungai yang langsung menutup sebagian badan jalan.
Warga setempat merasakan langsung dampaknya. Air yang makin terasa meluap membuat aktivitas harian terganggu, terlebih kendaraan roda dua dan mobil kecil berisiko mogok. Seorang warga di Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong Ilir, Martapura Barat, menyampaikan harapannya agar air segera surut supaya akses kembali normal.
“Benar air yang meluap ke jalan makin terasa ini. Semoga saja nanti makin surut,” kata warga tersebut, Kamis (25/12/2025). Kondisi ini membuat banyak orang memilih lebih waspada sebelum melintas, ya’kalo pahamlah ikam.
Seberapa luas banjir genangan di Kabupaten Banjar saat ini?
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Banjar, banjir genangan tercatat terjadi sejak Rabu (24/12/2025) hingga pukul 16.00 Wita. Data sementara menunjukkan banjir melanda lima kecamatan dengan sebaran di 26 desa. Tim Reaksi Cepat, Pusdalops BPBD, serta laporan masyarakat mengonfirmasi genangan masih terpantau di sejumlah wilayah.
Di Kecamatan Sungai Tabuk, genangan terjadi di Desa Sungai Tabuk Keramat dan Desa Pembantanan. Sementara di Kecamatan Martapura, banjir melanda enam desa, termasuk Bincau, Bincau Muara, hingga Tunggul Irang Ulu. Kecamatan Martapura Barat juga terdampak, khususnya Desa Teluk Selong Ulu.
Wilayah Martapura Timur menjadi salah satu yang cukup luas terdampak, mencakup sekitar 20 desa seperti Pekauman, Melayu, Keramat, Dalam Pagar, hingga Tambak Anyar Ulu. Di sisi lain, sejumlah kecamatan lain dilaporkan nihil genangan, nah’ itu sudah, setidaknya ada kabar sedikit lega di tengah situasi ini.
Apa dampak banjir terhadap warga dan fasilitas umum?
Banjir besar dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan pada kehidupan warga Kabupaten Banjar. Data Pusdalops BPBD Kalimantan Selatan mencatat, hingga Kamis (25/12/2025), sebanyak 2.363 rumah terendam. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 2.598 KK atau sekitar 6.464 jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyebutkan banjir tidak hanya merendam rumah warga. Fasilitas umum, perkantoran, tempat ibadah, sekolah, hingga akses jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer ikut tergenang. Kelompok rentan juga terdampak, mulai dari lansia, balita, bayi, anak-anak, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas.
Di Desa Teluk Selong Ulu, genangan yang berlangsung sejak pertengahan Desember mulai berdampak pada kesehatan warga. Penyakit kulit seperti gatal-gatal dan iritasi muncul, terutama pada anak-anak dan lansia. Kondisi ini tentu jadi perhatian bersama, kekawalan ikam.
Bagaimana kondisi terbaru cuaca ekstrem dan respons BPBD?
Di tengah banjir yang belum surut, cuaca ekstrem kembali memicu angin puting beliung. Tiga desa di dua kecamatan terdampak, yakni Desa Melayu di Martapura Timur, serta Desa Tuan Ilir dan Desa Benua Anyar di Astambul. Total 27 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Yayan Daryanto menjelaskan, kerusakan terbanyak terjadi di Desa Melayu dan Desa Tuan Ilir, masing-masing 13 rumah. Mayoritas kerusakan berada pada atap dan dinding yang terlepas akibat angin kencang. BPBD Banjar bersama TRC, TNI, Polri, dan pemerintah setempat terus melakukan pemantauan lapangan.
“Kami tetap mewaspadai potensi banjir dan genangan susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga,” tegasnya. Tips singkat untuk bubuhan:
• Pantau informasi resmi BPBD sebelum melintas jalur rawan
• Hindari jalur tergenang jika ketinggian air tak terpantau
• Utamakan keselamatan diri dan keluarga
Ikhtisar Singkat
Banjir genangan masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar jelang 5 Rajab Sekumpul, termasuk jalur alternatif Martapura–Sungai Tabuk yang tergenang dan berisiko bagi kendaraan. Dampak meluas ke ribuan rumah, fasilitas umum, serta kelompok rentan, ditambah cuaca ekstrem berupa angin puting beliung. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi terkini di lapangan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa jalur alternatif Martapura–Sungai Tabuk masih bisa dilewati?
Masih, namun terdapat genangan di beberapa titik dan pengendara diimbau ekstra waspada.
Wilayah mana yang paling terdampak banjir di Kabupaten Banjar?
Lima kecamatan terdampak, termasuk Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, dan Astambul.
Apa langkah BPBD menghadapi potensi banjir susulan?
BPBD terus melakukan pemantauan lapangan dan pendataan warga terdampak karena hujan masih berintensitas tinggi.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.