Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Kaltim Menuju Era Digital 2.200 Titik WiFi Gratis! Gebrakan Kaltim Digital Harum Tegaskan Konektivitas Jadi Fondasi Pembangunan

Arya Kusuma • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:18 WIB

Gubernur Harum dan jajaran Telkom berdiskusi dengan latar peta Kaltim dan ilustrasi jaringan digital sebagai simbol konektivitas.
Gubernur Harum dan jajaran Telkom berdiskusi dengan latar peta Kaltim dan ilustrasi jaringan digital sebagai simbol konektivitas.

Balikpapan TV – Rabu, 3 Desember 2025, Hai Cess! Konektivitas kembali menjadi sorotan utama arah pembangunan Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud atau Harum menegaskan masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kekuatan hubungan antarwilayah, baik lewat akses jalan dan jembatan, maupun internet yang merata hingga pelosok Cess!

Pertemuannya bersama jajaran Telkom Regional Kalimantan, dipimpin GM Witel Kaltimtara I Nyoman Hardiana Artha pada Senin (1/12), membuka ruang pembahasan serius mengenai akselerasi pemerataan digital.

Kaltim memiliki wilayah luas, 127 ribu kilometer persegi dengan 841 desa, dan sebagian masih berjuang menikmati listrik dan konektivitas stabil. Kondisi ini membuat pemerataan akses online dan offline bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi fondasi masa depan. Harum menyebut digitalisasi harus dimulai dari desa, dan itu kini jadi prioritas strategis bagi pemerintah provinsi Cess!

Bagaimana Gubernur Harum menegaskan urgensi konektivitas di Kaltim

Harum menempatkan konektivitas sebagai infrastruktur dasar, bukan lagi fasilitas tambahan. “Internet itu jalan tol digital. Tanpa konektivitas, daerah tidak akan maju. Digitalisasi harus dimulai dari desa,” tegasnya.

Pandangan tersebut mencerminkan tantangan nyata Kaltim. Desa-desa terpencil masih memiliki hambatan listrik dan sinyal, sementara kebutuhan digitalisasi kini makin mendesak. Inilah alasan konektivitas menjadi fondasi pembangunan.

Mengapa wilayah perbatasan seperti Long Apari jadi perhatian pemerintah

Harum memberi perhatian khusus pada Long Apari di Mahakam Ulu, wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kaltara, Kalbar, dan Kalteng. Lokasinya berstatus strategis, namun tantangan konektivitasnya besar.

“Wilayah perbatasan harus mendapat perhatian serius. Jangan sampai jalan offline tidak ada, jalan online juga tidak ada,” ujarnya. Konektivitas di perbatasan menjadi simbol kedaulatan dan kesejahteraan bubuhan warga.

Baca Juga: Update BNPB Sumatera! 1,5 Juta Warga Terdampak Bencana, Korban Meninggal Capai 604 Orang

Apa saja langkah Telkom dalam mendukung perluasan akses digital Kaltim

GM Telkom Regional Kalimantan, I Nyoman Hardiana Artha, melaporkan bahwa Telkom telah menyediakan sekitar 2.200 titik WiFi gratis di Kaltim. Sebanyak 900 titik berada di Berau, dengan jaringan fiber optic menjangkau 47–50 persen wilayah.

Infrastruktur konektivitas itu diperkuat oleh 5.500 BTS Telkomsel dari total 17.400 BTS di Pulau Kalimantan. Ke depan, Telkom memperluas fokus digitalisasi ke sektor perkebunan dan memperkuat sinergi pentahelix melalui Borneo Digital Summit ke-3 Cess!

Mengapa perkebunan menjadi fokus digitalisasi baru di Kaltim

Kaltim memiliki 3 juta hektare lahan sawit dengan 1,5 juta hektare telah beroperasi dan menyerap 314 ribu pekerja. Karena itu Harum menilai sektor ini harus ikut terdigitalisasi agar proses produksi, logistik, dan manajemen lebih efisien.

“Akses digital di perkebunan harus diperkuat. Telkom harus menyiapkan layanan yang kompetitif. Jangan sampai nanti diambil alih Elon Musk,” ujarnya sambil berkelakar. Digitalisasi sawit dinilai mampu meningkatkan nilai tambah industri Cess!

Bagaimana kolaborasi pentahelix mempercepat pemerataan internet

Harum menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, Telkom, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lain untuk menghadirkan internet terjangkau hingga pedalaman. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci pemerataan digital yang efektif.

Ketika bubuhan masyarakat terhubung dengan jaringan stabil, maka akses pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik akan meningkat. Pemerataan internet bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keadilan pembangunan.

Gubernur Harum menegaskan bahwa masa depan Kaltim ditentukan oleh kualitas konektivitas offline dan online. Perbatasan, desa terpencil, serta sektor perkebunan sawit menjadi fokus prioritas. Telkom telah menghadirkan 2.200 titik WiFi dan ribuan BTS untuk memperluas akses.

Kolaborasi pentahelix didorong untuk mempercepat pemerataan digital, demi membuka peluang lebih luas bagi bubuhan masyarakat Cess!

Ayo bantu sebarkan artikel ini supaya lebih banyak warga tahu arah pembangunan digital Kaltim Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Mengapa konektivitas digital dianggap penting di Kaltim
Karena internet kini menjadi infrastruktur dasar bagi layanan publik, pendidikan, ekonomi, dan daya saing daerah.

Apa saja langkah Telkom dalam memperluas internet di Kaltim
Telkom membangun ribuan titik WiFi gratis, memperkuat jaringan fiber optic, serta mendukung digitalisasi perkebunan.

Mengapa wilayah perbatasan seperti Long Apari menjadi prioritas
Karena posisinya strategis bagi keamanan, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Desa Digital Kaltim #Perkebunan Sawit Kalimantan #Telkom Regional Kalimantan #Rudy Masud Harum