Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pemprov Kaltim Raih Penghargaan Nasional Penanganan Stunting Terbaik dari Kemenkes RI

Rizkiyan Akbar • Rabu, 12 November 2025 | 18:53 WIB
Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud berpose sambil menunjukkan penghargaan nasional sebagai Provinsi dengan Penanganan Stunting Terbaik dari Kemenkes RI, Rabu (12 November 2025).
Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud berpose sambil menunjukkan penghargaan nasional sebagai Provinsi dengan Penanganan Stunting Terbaik dari Kemenkes RI, Rabu (12 November 2025).

Balikpapan TV – Hai Cess! Pemprov Kaltim sukses meraih penghargaan nasional sebagai Provinsi dengan Capaian Intervensi Spesifik Stunting Terbaik Kategori Regional II dari Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia).

Penghargaan ini menjadi kado spesial di momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada hari Rabu (12 November 2025), sekaligus bukti nyata bahwa komitmen Kaltim untuk melawan stunting bukan sekadar wacana.

“Selamat kepada Bapak Gubernur atas penghargaan penanganan intervensi stunting terbaik Regional II. Semoga angka stunting di Kaltim bisa terus menurun secara signifikan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, Rabu (12 November 2025).

Nah, penasaran apa saja program yang dijalankan hingga membuat Kaltim meraih penghargaan stunting nasional Ini? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!

Apa yang Membuat Kaltim Layak Raih Penghargaan Stunting Nasional Ini?

Capaian ini bukan hasil semalam. Pemprov Kaltim selama ini fokus pada program intervensi spesifik di bidang kesehatan—mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan ibu dan balita.

Menurut dr. Jaya Mualimin, Dinkes Kaltim menjalankan 11 kegiatan utama, di antaranya skrining anemia, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), pemantauan kehamilan (ANC), hingga edukasi keluarga tentang gizi seimbang.

Semua diarahkan untuk satu tujuan besar: menurunkan angka stunting secara signifikan dan berkelanjutan.

Bagaimana Peran Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan di Lapangan?

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan-tangan hebat para kader Posyandu, bidan, dan tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota. Mereka menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Jaya menyebut, “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga dukungan penuh pemerintah kabupaten/kota di seluruh Kaltim.”

Peran aktif mereka inilah yang memastikan setiap ibu hamil, remaja putri, dan balita mendapatkan layanan kesehatan serta edukasi gizi yang tepat.

Baca Juga: Brimob Hadirkan Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar Balikpapan, Cek Rute dan Jadwalnya!

Program Apa Saja yang Bikin Kaltim Jadi Teladan Nasional?

Dinas Kesehatan Kaltim menjalankan beragam intervensi spesifik yang menyentuh langsung masyarakat. Misalnya, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil kurang energi kronik (KEK), promosi ASI eksklusif, serta pemberian MPASI kaya protein hewani bagi balita.

Tak hanya itu, cakupan imunisasi juga diperluas, sementara edukasi gizi terus digencarkan melalui sekolah, Posyandu, dan kampanye komunitas.

Singkatnya, semua langkah itu saling terhubung untuk memastikan anak-anak Kaltim tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan, Cess!

Apa Makna Penghargaan Ini Bagi Kaltim?

Bagi Kaltim, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tapi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tantangan stunting masih ada, tapi komitmen Pemprov dan masyarakat terus diperkuat agar target penurunan nasional bisa tercapai.

Menariknya, penghargaan juga diberikan kepada kader Posyandu dan daerah dengan inovasi terbaik, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci sukses membangun generasi sehat dan bebas stunting. 

Tips Singkat untuk Dukung Gerakan Anti-Stunting

1. Pastikan asupan gizi seimbang: Perbanyak protein hewani, sayur, dan buah dalam menu harian.

2. Rutin periksa kehamilan: Deteksi dini gangguan gizi bisa mencegah stunting sejak dalam kandungan.

3. Ajak lingkungan sekitar sadar gizi: Edukasi ringan di komunitas bisa jadi langkah kecil berdampak besar.

Dengan segala capaian ini, Kaltim membuktikan diri sebagai provinsi pelopor intervensi spesifik stunting di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah sampai kader di lapangan, jadi contoh nyata bahwa kerja bersama selalu berbuah hasil.

Kalau kamu bangga dengan prestasi ini, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan intervensi spesifik stunting?

Program yang fokus langsung pada penyebab stunting seperti kekurangan gizi, anemia, dan pola asuh kesehatan anak serta ibu hamil.

2. Siapa saja pihak yang terlibat dalam keberhasilan Kaltim menurunkan stunting?

Pemprov Kaltim, Dinas Kesehatan, tenaga medis, kader Posyandu, serta dukungan masyarakat dan kabupaten/kota.

3. Bagaimana masyarakat bisa ikut berperan menurunkan angka stunting?

Dengan menjaga pola makan sehat, mengikuti kegiatan Posyandu, dan mendukung program edukasi gizi di lingkungan sekitar.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#hari kesehatan nasional #Dinkes Kaltim #pemprov kaltim #stunting #kemenkes ri