Balikpapan TV - Hai Cess! Operasi Jaran Mahakam 2025 oleh Polda Kaltim berhasil mengungkap 86 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), menangkap 95 tersangka, dan mengamankan 79 unit kendaraan dari tangan pelaku.
Operasi ini berlangsung sejak 13 Oktober hingga 1 November 2025, menyasar jaringan kejahatan kendaraan bermotor di wilayah Kalimantan Timur.
Nah, penasaran apa fokus utama dalam operasi ini dan bagaimana modus yang sering digunakan para pelaku? yuk lanjut baca sampai habis, Cess!
Apa Fokus Utama Operasi Jaran Mahakam 2025?
Operasi Jaran merupakan operasi kepolisian yang secara khusus difokuskan untuk menekan angka curanmor dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah hukum Kalimantan Timur.
"Operasi Jaran adalah operasi kejahatan kendaraan. Semua bentuk kejahatan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor—mulai dari pencurian, penggelapan, pemalsuan dokumen, hingga penadahan—masuk dalam sasaran operasi ini,” Jelas IPTU Onesimus Padaunan, Panit Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim dalam talkshow Ngopi, Selasa (11 November 2025).
Bagaimana Tren Kejahatan Curanmor dalam Tiga Tahun Terakhir?
Menurut data dari Bagian BinOps Polda Kaltim, tren kejahatan kendaraan bermotor dalam tiga tahun terakhir—2023, 2024, hingga 2025—terbilang stabil, bahkan mengalami sedikit penurunan di tahun 2025 ini.
Penurunan ini tentu jadi angin segar bagi masyarakat, namun kewaspadaan tetap penting. Sebab pelaku kejahatan umumnya adaptif terhadap perubahan keamanan di lapangan.
Modus Seperti Apa yang Sering Digunakan Pelaku?
Modus paling sering ditemukan adalah penggunaan kunci T untuk membobol motor. Lokasi favorit mereka biasanya area parkir sepi seperti rumah kos atau perumahan minim lampu jalan.
Selain itu, ditemukan juga modus baru dengan radio jamming, yaitu alat yang digunakan untuk mengacaukan sinyal remote kendaraan, sehingga mobil tidak terkunci sempurna.
“Khusus kendaraan mobil, radio jamming membuat sinyal remote terganggu. Pemilik akhirnya mengunci manual, dan saat dibobol, alarm tidak berbunyi. Ini membuat pelaku leluasa membawa kabur kendaraan,” ujar IPTU Onesimus.
Dari Mana Asal Para Pelaku dan Ke Mana Hasil Curian Dibawa?
Dari 95 tersangka yang ditangkap, sebagian besar berasal dari Banjarmasin dan Sulawesi, sementara sisanya warga lokal Kalimantan Timur.
Pelaku dari luar daerah umumnya datang ke Kaltim khusus untuk melakukan pencurian, kemudian membawa hasil curian ke luar provinsi, terutama ke Banjarmasin, menggunakan jalur darat.
“Motor hasil curian dimasukkan ke mobil rental berwarna gelap, dua sampai tiga unit sekaligus. Sesampainya di Banjarmasin, motor dijual kepada penadah di area perkebunan sawit,” terang Onesimus.
Kendaraan curian dijual dengan harga sangat rendah, yakni Rp2–3 juta per unit motor, sementara mobil dijual antara Rp20–30 juta lengkap dengan dokumen palsu seperti STNK dan BPKB yang sangat menyerupai asli.
Apa Imbauan Kepolisian untuk Masyarakat?
IPTU Onesimus menekankan agar masyarakat memeriksa dokumen kendaraan bekas di kantor SAMSAT. Ada kode rangka dan nomor mesin yang menjadi identifikasi asli kendaraan.
“Pelaku bisa membuat dokumen palsu yang mirip aslinya. Karena itu, sebaiknya masyarakat membawa atau mengirimkan foto dokumen ke petugas SAMSAT untuk dicek nomor rangka dan nomor mesin. Ada kode unik yang tidak bisa dipalsukan,” imbaunya.
Wilayah Mana Saja yang Rawan Curanmor?
Berdasarkan data pengungkapan, wilayah paling rawan curanmor di Kaltim berada di area parkiran rumah kos, serta perumahan dengan penerangan minim dan kondisi sepi, terutama pada malam hari.
“Bukan hanya di Samarinda atau Balikpapan, tapi hampir di semua kota besar pola kejadiannya sama. Tempat sepi dan gelap selalu jadi target,” pungkas IPTU Onesimus.
Baca Juga: Bantuan Insentif Guru Non ASN Kaltim 2025 Resmi Cair, Segini Anggaran yang Dikucurkan!
Tips Anti Curanmor Biar Kendaraan Tetap Aman
1. Parkir di area terang dan ramai
2. Gunakan kunci pengaman tambahan
3. Pastikan remote kendaraan benar-benar mengunci
4. Simpan kendaraan dalam jangkauan kamera CCTV rumah atau lingkungan.
Operasi Jaran Mahakam 2025 telah memberikan dampak signifikan dalam menekan kejahatan kendaraan bermotor. Namun, keamanan juga lahir dari kewaspadaan masing-masing.
Yuk, bagikan artikel ini, Cess! Biar makin banyak orang yang waspada.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apakah kendaraan curian bisa kembali ke pemilik?
Bisa, selama pemilik memiliki bukti kepemilikan dan dokumen asli untuk proses kecocokan data.
2. Apakah pemeriksaan dokumen di SAMSAT berbayar?
Tidak. Proses pengecekan keaslian dokumen dapat dibantu petugas tanpa biaya tambahan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.