Balikpapan TV - Hai Cess! Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2025 tercatat berada di angka 5,18 persen, sedikit naik 0,04 persen poin dibandingkan periode tahun 2024.
Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim yang menjelaskan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang belum memiliki pekerjaan.
Jumlah penduduk yang bekerja pun turun menjadi 1.969.739 orang, berkurang sekitar 6.708 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Fenomena ini memberi gambaran bahwa dinamika pasar kerja di Kaltim masih cukup dinamis. Ada sektor yang tetap menyerap tenaga kerja secara konsisten, ada pula yang kontribusinya masih kecil.
Nah, biar makin paham kondisi ekonomi Kaltim, yuk baca sampai habis — banyak insight berguna buat kamu yang lagi menyiapkan langkah karier, Cess!
Baca Juga: Pemprov Kaltim Gencar Dorong Transisi Energi ke EBT, Era Batu Bara Mulai Ditinggalkan!
Apa Sektor yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja di Kaltim?
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menjadi yang paling mendominasi lapangan kerja di Kaltim.
Kontribusinya mencapai 19,05 persen, atau sekitar 375.137 orang bekerja di dalamnya. Artinya, sektor ini masih menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Pengadaan Listrik, Gas, Uap, dan Pengelolaan Air-Limbah justru berkontribusi paling rendah. Jumlah pekerjanya hanya 11.569 orang atau sekitar 0,59 persen.
“Sektor dengan kontribusi paling rendah adalah Pengadaan Listrik, Gas, Uap, serta Treatment Air, Limbah, dan Sampah yang hanya mencapai 0,59 persen atau 11.569 orang,” ujar Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi besar di sektor utilitas, namun dengan kebutuhan kompetensi yang masih sangat spesifik.
Bagaimana Perbandingan Pengangguran Laki-Laki dan Perempuan?
Data menunjukkan TPT laki-laki berada di 5,21 persen, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang berada di 5,13 persen. TPT laki-laki meningkat 0,49 persen poin, sedangkan perempuan justru turun 0,78 persen poin dibanding Agustus 2024.
Pergerakan angka ini memberikan sinyal bahwa kesempatan kerja saat ini lebih terbuka untuk perempuan di beberapa sektor tertentu, terutama layanan dan perdagangan.
Kelompok Pendidikan Mana yang Paling Berisiko Mengalami Pengangguran?
Lulusan SMK masih menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, yakni 7,72 persen. Sebaliknya, SD ke bawah mencatat TPT terendah, yaitu 2,48 persen. Ada dinamika menarik di sini: lulusan dengan keterampilan teknis belum tentu langsung terserap industri.
TPT yang naik:
1. Lulusan SMA: naik 0,38 persen poin
2. Universitas: naik 1,35 persen poin
TPT yang turun:
1. Diploma: turun 3,91 persen poin
2. SMK: turun 0,54 persen poin
3. SMP: turun 0,41 persen poin
4. SD ke bawah: turun 0,14 persen poin
Ini menunjukkan bahwa persaingan kerja kini bukan hanya soal ijazah, tetapi kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga: Bappenas Beberkan Strategi Hadapi Pengangguran Akibat Transisi Energi di Kaltim
Tips Cess:
Perbanyak sertifikasi kompetensi singkat, workshop, dan pengalaman magang. Hal-hal praktis sering jadi pembeda di ruang rekrutmen.
Apa yang Dimaksud dengan ‘Setengah Pengangguran’ dan Kenapa Meningkat?
Setengah pengangguran adalah kondisi ketika seseorang bekerja, namun jam kerja atau pendapatannya belum sesuai kebutuhan sehingga masih mencari tambahan pekerjaan. Di Kaltim, tren ini tumbuh dalam dua tahun terakhir.
1. Agustus 2023 → 2024: naik 1,17 persen poin
2. Agustus 2024 → 2025: naik 1,05 persen poin
Pada Agustus 2025:
1. Laki-laki: 5,86 persen
2. Perempuan: 5,29 persen
Keduanya mengalami peningkatan, dengan laki-laki naik 0,88 persen poin dan perempuan 1,38 persen poin. Banyak pekerja sekarang ingin pekerjaan yang lebih stabil, lebih sesuai kompetensi, dan tentunya penghasilan yang memenuhi kebutuhan hidup layak.
Sebagai akhir dari bahasan ini, kondisi pengangguran di Kaltim menunjukkan bahwa dunia kerja masih berubah dan bergerak. Ada sektor dominan, ada peluang, dan ada tantangan. Kuncinya adalah adaptasi, peningkatan keterampilan, dan membaca peluang pasar.
Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk share ke teman-temanmu, Cess! Agar makin banyak yang melek perkembangan ekonomi daerah kita.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa penyebab utama kenaikan pengangguran di Kaltim tahun ini?
Dipengaruhi dinamika sektor kerja, kompetensi tenaga kerja, dan kebutuhan industri yang berubah.
2. Apakah sektor perdagangan masih menarik untuk peluang kerja?
Masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar, sehingga peluang tetap terbuka luas.
3. Bagaimana strategi agar lulusan SMK lebih terserap kerja?
Penguatan praktik kerja industri, sertifikasi teknis, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan lapangan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.