Balikpapan TV - Hai Cess! Pemprov Kaltim kembali menegaskan langkah memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha lokal melalui sinergi bersama Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kaltim.
Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPPI Kaltim periode 2025–2030 resmi digelar pada Sabtu (1 November 2025) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.
Momen ini menjadi titik penting dalam upaya meningkatkan keterlibatan pengusaha daerah untuk memperkuat rantai pasok pembangunan dan membentuk SDM unggul yang mampu bersaing hingga level nasional dan global.
Bukan sekadar seremoni, langkah ini membawa harapan baru bagi pelaku usaha lokal berbasis UMKM. Kalau penasaran seperti apa arah kerjanya, yuk lanjut baca sampai habis, Cess!
Baca Juga: Pemprov Kaltim Gencar Dorong Transisi Energi ke EBT, Era Batu Bara Mulai Ditinggalkan!
Apa Makna Strategis Kolaborasi Pemprov Kaltim dan HIPPI?
Kerja sama ini menjadi pondasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Pemprov Kaltim mendorong dunia usaha agar bisa terlibat langsung dalam pembangunan yang inklusif.
HIPPI Kaltim mengambil peran sebagai jembatan antara pelaku usaha lokal dan pemerintah, memberi ruang bertumbuh sekaligus memperluas akses ke pasar yang lebih besar.
Ketua Umum DPD HIPPI Kaltim, Montik Dewi Rahayu, menyampaikan komitmennya untuk mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha daerah.
“HIPPI Kaltim hadir untuk melahirkan SDM yang naik kelas — mandiri, inovatif, dan mampu membawa kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin memastikan pertumbuhan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh rakyat Kaltim,” ujarnya.
Bagaimana Peran HIPPI dalam Penguatan SDM dan Lapangan Kerja Lokal?
HIPPI Kaltim berupaya memperluas kesempatan usaha dengan memberdayakan masyarakat dari berbagai latar belakang. Ini menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan wirausaha agar tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh.
Dukungan Pemprov hadir dalam bentuk fasilitasi, sinergi program, dan dorongan pembukaan ruang usaha baru. Harapannya, hadir lapangan kerja yang memberi nilai bagi ekonomi kerakyatan.
Artinya, bukan hanya usaha berkembang, tapi juga kualitas hidup ikut terdongkrak perlahan.
Mengapa Kaltim Perlu Menguatkan Usaha Lokal Berbasis Nonmigas?
Kaltim memiliki potensi ekonomi yang luas, khususnya untuk penguatan sektor nonmigas yang berkelanjutan. Ketergantungan terhadap komoditas ekstraktif perlu diimbangi dengan sektor yang lebih adaptif dan tahan jangka panjang.
Hal ini ditegaskan oleh Nidya Listyono, Direktur Utama Perseroda Bara Kaltim Sejahtera (BKS) sekaligus Dewan Pertimbangan HIPPI Kaltim.
“Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Melalui HIPPI, kami akan berupaya membangun usaha lokal agar dapat mengambil peran nyata dalam kemajuan ekonomi Kaltim jangka panjang,” jelasnya.
Sinergi Lintas Stakeholder Jadi Kunci, Apa Output yang Diharapkan?
HIPPI Kaltim membuka ruang kolaborasi antara BUMD, pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. Sinkronisasi ini diharapkan menciptakan alur program yang jelas dan berdampak nyata.
Nidya menilai, penguatan hubungan antar pihak menjadi modal penting membangun ekonomi daerah yang tangguh. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, aktivitas usaha tidak hanya menciptakan perputaran ekonomi, tapi juga membangun kemandirian.
Dalam konteks visi Kaltim Berdaulat, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal, meningkatkan kemampuan SDM, dan menyebarkan kesejahteraan secara merata.
Sinergi Pemprov Kaltim dan HIPPI bukan sekadar agenda seremonial, tapi langkah konkret menuju ekonomi daerah yang berkelanjutan dan adaptif.
Semua pihak berharap kolaborasi ini mampu memperkuat daya saing usaha lokal dan melahirkan SDM yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
Yuk, bagikan artikel ini agar semakin banyak yang memahami arah pembangunan ekonomi Kaltim ke depan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa tujuan utama kolaborasi Pemprov Kaltim dan HIPPI?
Untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha daerah.
2. Siapa yang memimpin HIPPI Kaltim periode 2025–2030?
Dipimpin oleh Montik Dewi Rahayu sebagai Ketua Umum.
3. Apa fokus upaya HIPPI ke depan?
Mendorong penguatan UMKM dan tenaga kerja lokal agar kompetitif hingga tingkat nasional.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.