Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pemprov Kaltim Gencar Dorong Transisi Energi ke EBT, Era Batu Bara Mulai Ditinggalkan!

Rizkiyan Akbar • Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:42 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Kaltim (Kalimantan Timur) lagi serius banget bertransformasi menuju masa depan energi bersih.

Pemprov Kaltim terus tancap gas mendorong transisi energi dari sumber fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT), sejalan dengan agenda nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara. 

Langkah ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga masa depan ekonomi daerah. Kaltim punya tiga potensi besar dalam pengembangan EBT: tenaga air, tenaga surya, dan biomassa.

Nah, penasaran gimana rencana Kaltim mengubah arah energi menuju hijau? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!

Baca Juga: SMAN 10 Samarinda Resmi Jadi Sekolah Garuda, Terapkan Kurikulum Global Setara S1

Apa Potensi Energi Baru Terbarukan yang Dimiliki Kaltim?

Transisi energi ke EBT didorong Pemprov Kaltim untuk kurangi ketergantungan batu bara, Rabu (15 Oktober 2025).
Transisi energi ke EBT didorong Pemprov Kaltim untuk kurangi ketergantungan batu bara, Rabu (15 Oktober 2025).

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rahmad, tiga potensi utama EBT di Kaltim — tenaga air, surya, dan biomassa — punya peran besar untuk mendukung transisi energi.

“Tiga potensi ini sangat strategis untuk mendukung transisi energi di Kaltim. Namun, tentunya dibutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat serta investasi dari sektor swasta maupun PLN untuk pengembangannya,” ujarnya, Rabu (15 Oktober 2025). 

Tenaga air bisa dikembangkan lewat sungai-sungai besar yang melintasi Kalimantan Timur, sementara tenaga surya cocok buat daerah dengan intensitas cahaya tinggi. Lalu, biomassa bisa jadi andalan lewat pengolahan limbah perkebunan kelapa sawit dan hasil hutan industri.

Kombinasi ini bisa jadi energi bersih sekaligus solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Kenapa Transisi Energi Ini Penting Buat Kaltim?

Kaltim selama ini dikenal sebagai daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Tapi, era batu bara nggak selamanya abadi.

Menurut Ujang, “Ketersediaan listrik ramah lingkungan dengan harga terjangkau akan membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih luas serta mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltim.”

Jadi, langkah ke energi hijau bukan cuma tren global, tapi juga strategi lokal buat menjaga ekonomi tetap tumbuh di tengah peralihan dari batu bara.

Ini bukan sekadar soal listrik hijau, tapi juga soal menciptakan lapangan kerja baru, menumbuhkan industri berkelanjutan, dan menjaga daya saing daerah di masa depan.

Gimana Peran PLN dalam Perubahan Energi Ini?

Tak mau ketinggalan, PT PLN (Persero) juga udah nyiapin Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang lebih hijau untuk 2025–2034. 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rahmad, menjelaskan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Kaltim, Rabu (15 Oktober 2025).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rahmad, menjelaskan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Kaltim, Rabu (15 Oktober 2025).

Hendra Irawan, Manager PT PLN UP3 Samarinda, menjelaskan, “Kami menargetkan tambahan kapasitas sebesar 1.122 Mega Watt dari pembangkit EBT, khususnya untuk wilayah terpencil dan tertinggal, termasuk di Kalimantan Timur. Pembangkit ini akan terhubung dengan jaringan transmisi yang menjangkau daerah-daerah tersebut.”

Langkah PLN ini bisa memperkuat ekosistem energi bersih di Kaltim. Bayangin, daerah-daerah terpencil bisa dapat listrik tanpa bergantung sama bahan bakar fosil.

Sementara itu, tantangannya nggak kecil juga, terutama soal izin dan pendanaan yang perlu sinergi lintas sektor biar target ini nggak cuma wacana di atas kertas.

Baca Juga: Dana TKD Dipangkas, Pemprov Kaltim Tegaskan Program Gratispol dan Jospol Tetap Jalan

Apa Tantangan dan Peluang Kaltim Menuju Energi Hijau?

Tantangan terbesar ada di infrastruktur dan investasi. Proses pembangunan jaringan transmisi sering terkendala perizinan dan biaya yang tinggi.

Tapi di sisi lain, peluangnya juga besar banget: Banyak investor mulai melirik sektor EBT karena arah kebijakan nasional makin condong ke energi hijau.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat, kolaborasi PLN, dan partisipasi swasta, Kaltim punya peluang besar jadi provinsi percontohan dalam transisi energi Indonesia.

Dan kalau ini berhasil, bukan cuma energi bersih yang tercipta, tapi juga ekonomi yang lebih berkelanjutan — dari hulu sampai hilir.

Bagaimana Masyarakat Bisa Dukung Perubahan Ini?

Masyarakat bisa ikut berperan lewat hal sederhana seperti menggunakan energi hemat, mendukung program energi bersih lokal, atau bahkan berinovasi dalam pemanfaatan limbah jadi sumber energi alternatif.

Transisi energi bukan cuma tanggung jawab pemerintah atau perusahaan besar, tapi juga kita semua. Semakin banyak yang sadar dan terlibat, semakin cepat pula Kalimantan Timur melangkah menuju masa depan hijau yang berkelanjutan.

Kalimantan Timur lagi bersiap jadi pionir energi terbarukan di Indonesia. Dari potensi alamnya sampai dukungan lintas sektor, semuanya diarahkan buat mewujudkan energi hijau yang adil dan berkelanjutan.

Jadi, yuk dukung bareng-bareng langkah Kaltim menuju energi masa depan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu biar makin banyak orang yang tau tentang gerakan energi hijau di Kalimantan Timur, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ Seputar Transisi Energi di Kaltim

1. Apa saja potensi Energi Baru Terbarukan di Kalimantan Timur?

Kaltim punya tiga potensi besar: tenaga air, tenaga surya, dan biomassa dari limbah sawit dan hutan industri.

2. Siapa yang berperan penting dalam pengembangan energi hijau di Kaltim?

Pemprov Kaltim, pemerintah pusat, PLN, dan investor swasta jadi kunci utama dalam mewujudkan transisi energi.

3. Kapan target tambahan kapasitas pembangkit EBT di Kaltim?

PLN menargetkan penambahan 1.122 Mega Watt dari pembangkit EBT dalam periode 2025–2034.

Hendra Irawan, Manajer PT PLN UP3 Samarinda, menjelaskan peran PLN dalam pengembangan energi baru terbarukan di Kaltim, Rabu (15 Oktober 2025).
Hendra Irawan, Manajer PT PLN UP3 Samarinda, menjelaskan peran PLN dalam pengembangan energi baru terbarukan di Kaltim, Rabu (15 Oktober 2025).

Editor : Arya Kusuma
#transisi energi #ebt #kaltim #pemprov #energi baru terbarukan