Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

10 Kabupaten/Kota di Kaltim Ikuti Lomba Pangan Lokal B2SA 2025, Upaya Tekan Angka Stunting

Rizkiyan Akbar • Rabu, 15 Oktober 2025 | 06:43 WIB

Peserta Lomba B2SA Kaltim 2025 menampilkan kreasi pangan lokal non-beras dan non-terigu yang penuh warna dan bernutrisi di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).
Peserta Lomba B2SA Kaltim 2025 menampilkan kreasi pangan lokal non-beras dan non-terigu yang penuh warna dan bernutrisi di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).

Balikpapan TV – Hai Cess! Sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) kompak adu kreatif dalam Lomba Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar Sabtu (11 Oktober 2025) di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim.

Acara ini jadi gebrakan keren dari Pemprov Kaltim buat ngajak masyarakat lebih cinta pangan lokal dan bantu tekan angka stunting yang masih jadi PR besar di daerah ini.

Lomba ini bukan sekadar adu rasa, tapi juga ajang menunjukkan bagaimana pangan lokal bisa tampil keren, bergizi, dan menyehatkan.

Nah, penasaran siapa aja yang ikut, apa yang disajikan, dan kenapa acara ini penting banget buat masa depan pangan Kaltim? Yuk lanjut baca, Cess!

Baca Juga: SMAN 10 Samarinda Resmi Jadi Sekolah Garuda, Terapkan Kurikulum Global Setara S1

Apa Tujuan Lomba Pangan Lokal B2SA 2025 Ini Digelar?

Pemprov Kaltim punya misi kuat di balik lomba ini: mendorong masyarakat mengonsumsi pangan lokal sehat tanpa tergantung pada beras dan terigu impor.

Langkah ini juga jadi bagian dari strategi besar buat menurunkan angka stunting yang kini masih di kisaran 22 persen di Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji menjelaskan tujuan Lomba Pangan Lokal B2SA di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).
Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji menjelaskan tujuan Lomba Pangan Lokal B2SA di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).

Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji menegaskan pentingnya diversifikasi pangan untuk memperbaiki gizi masyarakat.

“Angka stunting di Kaltim saat ini masih berada di kisaran 22 persen. Ini tentu menjadi perhatian bersama. Upaya seperti lomba B2SA ini diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka tersebut melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi,” ujarnya.

Langkah sederhana seperti lomba ini ternyata punya efek domino besar — dari edukasi gizi, peningkatan kesadaran masyarakat, sampai dukungan buat petani lokal yang hasil panennya bisa lebih dikenal dan dimanfaatkan luas.

Siapa Aja yang Ikut dan Apa yang Mereka Sajikan?

Serunya, lomba ini diikuti oleh Tim Penggerak PKK dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim dan juga Dharma Wanita Persatuan.

Bayangin aja, puluhan tim datang dengan berbagai kreasi menu unik berbahan dasar kentang, jagung, buah lokal, dan umbi-umbian.

Beberapa makanan disajikan dalam Lomba Pangan Lokal B2SA di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).
Beberapa makanan disajikan dalam Lomba Pangan Lokal B2SA di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11 Oktober 2025).

Menunya bukan cuma sehat, tapi juga menggoda mata. Ada puding buah lokal segar, perkedel kentang tanpa terigu, hingga olahan jagung yang disulap jadi hidangan utama bernutrisi tinggi.
Semua dibuat sesuai prinsip B2SA — Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.

Kesan “pangan lokal itu membosankan” langsung sirna, karena ternyata bahan sederhana bisa tampil modern dan lezat kalau diolah dengan sentuhan kreatif.

Kenapa Diversifikasi Pangan Itu Penting Banget?

Diversifikasi pangan bukan cuma tren, tapi kebutuhan. Terlalu lama masyarakat Indonesia bergantung pada beras dan terigu impor. Nah, kalau kita terus-terusan mengandalkan itu, bisa-bisa ketahanan pangan nasional jadi rapuh.

Menurut Seno Aji, “Pangan lokal kita sangat kaya. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya secara kreatif dan bernutrisi. Dengan begitu, ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat bisa berjalan beriringan,” tegasnya.

Artinya, kemandirian pangan harus dimulai dari rumah tangga sendiri. Coba deh sesekali ganti nasi putih dengan singkong rebus atau jagung manis.

Selain sehat, juga bantu kurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Genjot Penataan Kabel Bawah Tanah, Dukung Smart City dan Tambah PAD

Bagaimana Lomba Ini Berperan Dalam Penurunan Stunting?

Nah, ini poin pentingnya, Cess. Lomba B2SA bukan cuma lomba masak biasa. Ini adalah gerakan sosial edukatif.

Dengan memperkenalkan menu bergizi dari bahan lokal, masyarakat jadi tahu bahwa gizi seimbang bisa didapat tanpa bahan mahal atau impor.

Menu seperti perkedel kentang tanpa terigu misalnya, punya kandungan protein dan karbohidrat cukup buat tumbuh kembang anak. Sementara buah-buahan lokal kaya vitamin bantu meningkatkan imun keluarga.

Kegiatan ini juga bikin kesadaran kolektif tumbuh: bahwa melawan stunting itu bisa dimulai dari dapur sendiri. Mulai dari memilih bahan lokal bergizi, sampai mengatur pola makan keluarga agar lebih seimbang.

Apa Manfaat Langsung Bagi Warga Kaltim?

Selain jadi ajang unjuk kreasi, lomba ini juga membuka peluang ekonomi baru. Petani lokal bisa makin semangat produksi bahan pangan karena permintaannya naik, apalagi kalau produk mereka dilirik pasar luas.

Masyarakat juga dapat edukasi langsung tentang gizi seimbang dan keamanan pangan.
Jadi, nggak cuma sekadar tahu teori, tapi juga praktik langsung bagaimana mengolah bahan lokal jadi menu sehat dan menarik.

Intinya, acara ini adalah contoh nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku lokal dalam membangun ketahanan pangan daerah.

Tips Singkat Biar Gaya Makan Lebih “Lokal dan Sehat”

1. Coba variasikan menu mingguan – Misal, ganti nasi dengan ubi atau jagung dua kali seminggu.

2. Belanja di pasar lokal – Selain bantu ekonomi sekitar, bahan segar juga lebih mudah didapat.

3. Eksperimen resep lokal modern – Puding pisang tanpa terigu, misalnya, bisa jadi camilan sehat.

4. Edukasi anak sejak dini – Kenalkan rasa pangan lokal lewat olahan yang menarik.

Kecil-kecil sih langkahnya, tapi efeknya bisa besar buat kesehatan keluarga dan masa depan pangan Kaltim.

Dari lomba B2SA ini, Kaltim membuktikan bahwa pangan lokal bisa naik kelas — sehat, lezat, dan bernilai gizi tinggi.

Lewat kreasi sederhana, masyarakat diajak bareng-bareng mengubah cara pandang terhadap makanan sehari-hari.

Yuk, mulai dari rumah, cintai pangan lokal demi masa depan bebas stunting. Bagikan info positif ini biar makin banyak yang terinspirasi ya, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa itu konsep B2SA yang diterapkan Pemprov Kaltim?
B2SA adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman, prinsip makan sehat berbasis pangan lokal.

2. Bagaimana lomba B2SA bisa bantu turunkan stunting?
Dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dari bahan lokal bergizi, murah, dan mudah diperoleh.

3. Siapa saja yang bisa ikut lomba B2SA tahun depan?
Biasanya peserta berasal dari PKK kabupaten/kota, Dharma Wanita, dan komunitas lokal yang peduli pangan sehat.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#lomba pangan lokal #kaltim #stunting #seno aji #B2SA