Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gaspol Swasembada Beras! Begini Langkah Kaltim Wujudkan Ketahanan Pangan dari Sawah hingga Distribusi Tahun 2026

Arya Kusuma • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:22 WIB

Rakor Ketahanan Pangan Kaltim 2025, Pemprov dan Bulog bersinergi wujudkan target swasembada beras demi ketahanan pangan daerah.
Rakor Ketahanan Pangan Kaltim 2025, Pemprov dan Bulog bersinergi wujudkan target swasembada beras demi ketahanan pangan daerah.

Balikpapan TV - Hai Cess! Kalimantan Timur lagi serius nih soal urusan perut warganya. Selasa (1/10/2025), Pemprov Kaltim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Pertemuan ini jadi ajang bahas strategi percepatan swasembada beras dan penguatan cadangan pangan. Forkopimda, OPD terkait, hingga Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara hadir langsung.

Targetnya ambisius, produksi beras 350 ribu ton per tahun mulai 2026. Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan, kemandirian pangan harus jadi prioritas agar Kaltim tak bergantung pada pasokan luar daerah. Apalagi sempat ada pengalaman pahit ketika isu beras oplosan melanda. Dari situlah muncul kesadaran: pangan lokal wajib diperkuat, demi ketahanan sekaligus harga diri daerah.

Dorong Swasembada Lewat Optimalisasi Lahan Sawah

Saat ini, Kaltim punya total 46 ribu hektare lahan baku sawah. Dari jumlah itu, sekitar 33 ribu hektare sudah aktif digarap kelompok tani lewat program Optimalisasi Lahan (Oplah). Pemprov menargetkan dalam tiga bulan ke depan lahan produktif bisa bertambah hingga 40 ribu hektare.

Seno Aji menyebut, langkah ini butuh gotong royong semua pihak. “Kita harapkan tiga bulan mendatang lahan itu meningkat dari 33 ribu hektare menjadi kurang lebih 40 ribu hektare. Ini tugas besar dinas pertanian kabupaten/kota bekerja sama dengan kementerian,” ujarnya.

Mesin Pertanian Modern Siap Gempur Produksi

Bukan cuma lahan, Pemprov juga siap memaksimalkan teknologi. Bantuan Alsintan dari pusat dalam waktu dekat segera dikirim. Ada enam unit combine harvester, traktor, hingga mesin tanam yang akan memudahkan petani mempercepat masa produksi.

Teknologi ini jadi harapan baru. Dengan alat modern, panen bisa lebih efisien, tenaga petani lebih ringan, hasil pun meningkat. Kombinasi antara lahan luas dan mesin canggih bikin target 350 ribu ton bukan sekadar mimpi di atas kertas.

Baca Juga: Pemprov Kaltim dan Bank Indonesia Perkuat RIRU untuk Tarik Investor Asing dan Percepat Investasi Daerah

Cadangan Pangan Daerah, Bulog All Out!

Peran Bulog juga vital dalam rantai ketahanan pangan. Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, memastikan pihaknya siap menyerap gabah petani. “Kami siap membeli gabah dengan total 6.500 ton dan harga sesuai HPP,” tegasnya.

Fakta menarik, target penyerapan sebelumnya hanya setara 5.400 ton beras. Tapi realisasi malah tembus 9.500 ton, alias 166 persen dari target. Tak berhenti di situ, Bulog juga siapkan gudang baru di Kutai Timur, Mahakam Ulu, dan Bontang untuk mempercepat distribusi.

Ketahanan Pangan: Belajar dari Krisis dan Oplosan

Seno Aji mengingatkan kembali pengalaman pahit saat pasokan beras dari luar sempat seret. “Kemarin kita sempat merasakan dampak beras oplosan. Seminggu saja tanpa pasokan dari luar, kita sudah kelabakan. Karena itu, beras Kaltim harus kembali untuk masyarakat Kaltim,” katanya.

Kejadian itu jadi alarm keras. Meski produksi lokal sudah menutup sekitar 50 persen kebutuhan, indeks ketahanan pangan masih rawan. Makanya, strategi sistemik diperlukan agar stok tidak bergantung pada daerah lain.

Dari Sawah ke Meja Makan: Harapan Baru Petani Lokal

Di balik angka-angka besar, ada wajah-wajah petani yang jadi ujung tombak. Mereka yang setiap hari turun ke sawah, berpanas-panasan, dan menaruh harapan pada musim panen. Dengan dukungan alat modern serta akses pasar yang jelas, kesejahteraan petani juga ikut naik.

Ketahanan pangan bukan sekadar soal stok beras di gudang. Ini soal keberlangsungan hidup petani, soal kemandirian daerah, dan soal rasa aman masyarakat ketika harga beras stabil. Semua punya kepentingan, semua harus terlibat.

Tips Singkat: Dari Konsumen untuk Dukung Swasembada

Buat kita sebagai konsumen, ada hal kecil tapi berdampak besar. Pertama, prioritaskan konsumsi beras lokal. Dengan begitu, hasil panen petani terserap maksimal. Kedua, bijak membeli sesuai kebutuhan, biar stok aman dan harga tetap stabil.

Ketiga, jangan lupa dukung program diversifikasi pangan. Singkong, jagung, atau sagu juga bisa jadi sumber energi yang sehat. Jadi, bukan hanya perut kenyang, tapi juga ikut menjaga ekosistem pangan daerah.

Harapan 2026: Swasembada Jadi Kenyataan

Target 350 ribu ton di tahun depan memang ambisius. Tapi dengan lahan aktif yang terus meluas, teknologi modern yang mendukung, serta distribusi yang makin efisien, jalan menuju swasembada terbuka lebar.

Pemprov Kaltim, Bulog, petani, hingga masyarakat punya peran masing-masing. Jika semua bergerak bareng, bukan mustahil Kaltim benar-benar mandiri urusan pangan. Dari sawah Etam untuk masyarakat Etam.

Ayo, Cess! Mari dukung gerakan swasembada beras di Kaltim. Bagikan informasi ini biar makin banyak yang paham pentingnya kemandirian pangan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#produksi beras lokal 2026 #Ketahanan pangan Kalimantan Timur #pemprov kaltim #Swasembada beras Kaltim