Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

7 Sungai Paling Penting di Kalimantan Timur yang Jarang Dibahas, Ternyata Penuh Cerita!

AdminBTV • Rabu, 30 Juli 2025 | 10:10 WIB
Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Kalau kamu lagi cari cerita soal sungai-sungai keren yang jadi urat nadi kehidupan di Kalimantan Timur, kamu datang ke tempat yang tepat. Bukan cuma soal air yang ngalir deras, tapi juga kisah di balik alirannya. Mulai dari sungai yang jadi tempat hidup satwa langka, sampai yang jadi jalur transportasi warga, semua punya cerita menarik dan edukatif yang sayang buat dilewatkan. Yuk, kita jelajahi bareng sungai-sungai penting di Kalimantan Timur!

1. Sungai Berau: Nadi Utama Kabupaten Berau

Sungai Mahakam di Kalimantan Timur penting tentang konservasi sungai dan biodiversitas air tawar.
Sungai Mahakam di Kalimantan Timur penting tentang konservasi sungai dan biodiversitas air tawar.

Sungai Berau mengalir membelah kabupaten dengan nama yang sama, dan jadi salah satu sumber kehidupan utama masyarakat setempat. Sungai ini membentang jauh di bagian timur laut Kalimantan Timur, sekitar 1500 km dari Jakarta. Meski jaraknya jauh dari pusat ibu kota, tapi fungsinya besar bagi warga lokal—baik untuk air bersih, aktivitas nelayan, sampai transportasi air. Anak sungai utamanya adalah Sungai Kelai, yang turut memberi kontribusi dalam mendistribusikan air dan hasil bumi.

Selain fungsinya, Sungai Berau juga menyimpan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan, terutama bagi para pecinta alam. Aktivitas seperti susur sungai, melihat kehidupan masyarakat pesisir, sampai menyaksikan fauna liar di tepi sungai adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan. Sungai ini menghidupkan daerah Berau bukan hanya secara ekologis, tapi juga secara ekonomi dan budaya.

2. Sungai Kelai: Anak Sungai Berau yang Kaya Biodiversitas

Sungai Kelai adalah anak sungai dari Sungai Berau. Meski ukurannya lebih kecil, Sungai Kelai tidak kalah pentingnya. Sungai ini juga membentang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kelai menjadi tumpuan banyak komunitas lokal untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi, bahkan mengairi lahan pertanian.

Uniknya, beberapa bagian Sungai Kelai masih tergolong alami dan belum terlalu terjamah pembangunan. Ekosistemnya pun cukup beragam. Tak sedikit penggiat lingkungan yang menjadikan daerah aliran sungai (DAS) Kelai sebagai wilayah pemantauan fauna endemik Kalimantan. Masyarakat di sekitar sungai ini hidup berdampingan dengan alam, menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan.

3. Sungai Dondang: Si Tenang dari Selatan Kukar

Sungai Dondang terletak di wilayah selatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meskipun tidak sepanjang Mahakam atau sebesar Sungai Berau, namun keberadaan Sungai Dondang sangat penting bagi warga di sekitarnya. Sungai ini menjadi jalur transportasi air lokal dan sumber irigasi untuk pertanian dan perkebunan masyarakat.

Banyak penduduk yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Dondang mengandalkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kegiatan seperti memancing dan menangkap ikan menggunakan alat tradisional masih dilakukan di sungai ini, menandakan kuatnya budaya lokal yang masih bertahan. Ada juga festival lokal yang rutin diadakan di bantaran sungai sebagai bentuk penghormatan terhadap sumber daya alam tersebut.

4. Sungai Mahakam: Raja Sungai Kalimantan Timur

Sungai Mahakam adalah ikon sungai terbesar dan terpenting di Kalimantan Timur. Dengan panjang sekitar 920 km, Mahakam mengalir dari hulu di Kabupaten Kutai Barat hingga bermuara di Selat Makassar melalui Kota Samarinda. Fungsi Mahakam sangat strategis, mulai dari jalur transportasi, irigasi pertanian, penghasil ikan air tawar, sampai potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Salah satu hal paling ikonik dari Mahakam adalah keberadaan Pesut Mahakam, mamalia air tawar yang kini statusnya sangat terancam punah. Pesut ini menjadi simbol penting konservasi di Kalimantan Timur dan menarik banyak perhatian pegiat lingkungan internasional. Selain pesut, Mahakam juga kaya akan flora dan fauna lain yang menjadikannya sebagai rumah bagi biodiversitas tropis yang luar biasa.

5. Sungai Belayan: Anak Mahakam yang Berpotensi Besar

Sungai Belayan adalah anak sungai dari Mahakam, dan juga mengalir di Kalimantan Timur sekitar 1300 km dari Jakarta. Meski disebut sebagai anak sungai, perannya tidak bisa diremehkan. Belayan mengaliri kawasan dengan potensi ekonomi yang tinggi, mulai dari tambang, perkebunan, hingga perikanan.

Belayan juga menjadi salah satu jalur penting bagi distribusi logistik lokal, terutama bagi warga di pedalaman. Tak jarang perahu besar atau kapal kayu tradisional melintasi sungai ini membawa hasil bumi atau logistik bahan pokok. Bahkan, banyak cerita rakyat yang berkembang di sepanjang Belayan dan menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat setempat.

6. Sungai Jembayan: Jalur Air Multiguna yang Kaya Anak Sungai

Sungai Jembayan membentang sejauh 180 km di wilayah Kutai Kartanegara. Sungai ini berhulu di perbukitan Gunung Patinjau, berbatasan antara Desa Jonggon dengan Kecamatan Sepaku di Penajam Paser Utara. Menariknya, lebar sungai ini bisa mencapai 80 meter, dan bisa dilayari hingga 112 km dari muaranya—ini menjadikannya sebagai salah satu jalur transportasi penting di kawasan tersebut.

Sungai Jembayan punya banyak anak sungai, antara lain Sungai Beroak, Sungai Asam, Sungai Kedak, Sungai Jembayan Kanan, dan Sungai Gitan. Dengan banyaknya anak sungai tersebut, Jembayan jadi pusat aliran yang menyuplai air ke berbagai titik pemukiman dan lahan pertanian. Pemandangan di sekitar sungai ini juga cukup memesona, cocok untuk para penggemar wisata alam atau kegiatan luar ruang seperti kayak dan memancing.

7. Sungai Karang Mumus: Sungai Perkotaan yang Butuh Perhatian

Sungai Karang Mumus membelah langsung Kota Samarinda, dan merupakan anak sungai dari Mahakam. Dengan panjang sekitar 34,7 km, sungai ini sangat dekat dengan aktivitas keseharian warga kota. Dari mencuci, mandi, sampai jalur alternatif transportasi air, semua bisa dilakukan di sini.

Namun sayangnya, Sungai Karang Mumus kini sedang menghadapi tantangan besar berupa pencemaran limbah rumah tangga. Menurut laporan dari Badan Lingkungan Hidup Samarinda, kualitas air sungai ini sudah melebihi ambang batas limbah normal.

Ini tentu menjadi peringatan bersama agar semua warga lebih peduli dalam menjaga kebersihan sungai yang telah lama menjadi denyut kehidupan kota.

Ajakan untuk Melestarikan dan Mengenal Sungai Kita Lebih Dekat

Sungai bukan hanya aliran air biasa. Di Kalimantan Timur, mereka adalah urat nadi kehidupan, jalur ekonomi, pusat budaya, dan tempat tinggal satwa langka. Melestarikan sungai berarti melindungi masa depan. Mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai, hingga ikut serta dalam gerakan bersih sungai atau konservasi pesut, semua langkah kita berarti besar.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!' Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu biar makin banyak yang sadar pentingnya sungai di Kalimantan Timur, ya Cess!

(maelani)

 

Editor : Arya Kusuma
#Sungai Mahakam Kalimantan Timur #Sungai Karang Mumus Samarinda #Anak Sungai Mahakam