Balikpapantv.id - Hai Cess! Kamu tahu nggak sih, ada satu festival budaya di Kalimantan Timur yang bukan cuma penuh warna, tapi juga punya sejarah yang panjang dan sarat makna. Yap, kita lagi ngomongin Festival Erau yang tiap tahunnya bikin Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, jadi pusat perhatian.
Bukan cuma masyarakat lokal, tapi juga wisatawan dari dalam dan luar negeri tumplek blek buat ngerayain festival keren ini. Yuk, kita kulik bareng kenapa Festival Erau itu spesial banget, dan kenapa kamu wajib masukin agenda ini ke wishlist liburan kamu tahun ini!
Sejarah dan Makna Festival Erau
Festival Erau bukan festival biasa, Cess. Ini adalah tradisi yang punya akar kuat dari Kesultanan Kutai Kartanegara, kerajaan tertua di Indonesia yang eksis sejak abad ke-13. Nama “Erau” sendiri berasal dari bahasa Kutai, “eroh,” yang berarti riuh dan penuh sukacita. Bayangkan suasana pasar malam digabung sama upacara adat kerajaan—begitulah vibe Erau yang meriah sekaligus sakral.
Pada awalnya, Erau adalah ritual penobatan raja atau upacara penting kerajaan. Tapi seiring waktu, festival ini berevolusi jadi selebrasi budaya yang terbuka untuk semua orang.
Sekarang, siapa aja bisa ikut menikmati, bahkan wisatawan mancanegara. Jadi, kamu bukan cuma nonton, tapi juga bisa ngerasain langsung denyut tradisi nenek moyang kita.
Upacara Adat dan Warisan Kesultanan
Kalau kamu pengin tahu budaya Kutai dari dekat, Erau adalah tempatnya. Di sini kamu bisa lihat upacara adat seperti Ngulur Naga, yaitu prosesi mengantar naga raksasa simbol kerajaan ke Sungai Mahakam, serta Belimbur, ritual penyucian diri dengan saling siram air yang jadi puncak acara Erau. Nggak cuma sakral, tapi juga seru banget!
Selain itu, masih ada berbagai kegiatan adat lain seperti pembacaan mantra, tari-tarian sakral, hingga ritual kerajaan yang dilakukan oleh keturunan Kesultanan Kutai Kartanegara. Semua ini bukan sekadar tontonan, tapi juga ajakan buat kita belajar menghargai akar budaya kita sendiri.
Panggung Kesenian dan Hiburan Rakyat
Nah, kalau kamu doyan nonton pertunjukan seni, Erau juga punya banyak banget suguhan. Mulai dari tari tradisional Kutai, musik etnik, hingga atraksi budaya dari negara lain yang datang sebagai tamu undangan. Yup, Erau sekarang udah level internasional, Cess!
Nggak hanya itu, ada juga lomba-lomba seru seperti balap perahu naga di Sungai Mahakam, olahraga tradisional, hingga festival kuliner khas Kutai yang siap manjain lidah kamu. Bisa dibilang, selama Erau berlangsung, Tenggarong berubah jadi kota pesta yang nggak ada matinya.
Tradisi Belimbur: Guyuran Air, Guyuran Berkah Ini dia acara yang paling ditunggu: Belimbur. Tradisi ini diadakan di akhir festival dan jadi simbol penyucian diri serta rasa syukur masyarakat. Warga dan wisatawan tumpah ruah ke jalanan buat saling siram air pakai ember, gayung, bahkan selang!
“Belimbur itu bukan cuma seru-seruan, tapi juga simbol pembersihan diri. Air melambangkan kehidupan dan keberkahan,” kata salah satu tokoh adat setempat. Jadi jangan heran kalau semua orang ikutan, dari anak-anak sampai orang tua, bahkan turis mancanegara juga nggak mau ketinggalan.
Baca Juga: Edukasi Listrik PLN di Sekolah! PLN Tanamkan Keselamatan Listrik Sejak Dini di Tanjung Redeb
Erau Goes International
Dulu Erau cuma dinikmati warga lokal, sekarang festival ini jadi magnet budaya internasional. Tiap tahun, delegasi budaya dari berbagai negara ikut meramaikan, seperti Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Jepang, hingga Rusia. Mereka tampil bareng seniman lokal dalam International Folk Art Festival (IFAF).
Kolaborasi lintas budaya ini bikin Erau makin kaya dan beragam. Kamu bisa lihat tari zapin berdampingan dengan tarian Mongolia, atau musik sampean dipadukan dengan alat musik etnik luar negeri. Pokoknya bikin kamu merasa sedang keliling dunia dalam satu event.
Pariwisata Bangkit, UMKM Meningkat Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdekatan, Erau jadi daya tarik wisata utama Kalimantan Timur. “Erau bukan cuma festival budaya, tapi juga momentum ekonomi bagi UMKM dan pelaku wisata lokal,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.
Selama Erau berlangsung, hotel penuh, warung makan rame, penjual oleh-oleh panen cuan. Pemerintah daerah juga aktif mendorong promosi lewat media sosial dan digital. Jadi, festival ini bukan cuma ngangkat budaya, tapi juga nambah pemasukan warga sekitar.
Pelestarian Kearifan Lokal
Di balik keriuhan Erau, ada semangat kuat untuk menjaga kearifan lokal. Festival ini jadi sarana edukasi yang hidup, di mana anak muda bisa belajar langsung dari para tetua adat.
Ada workshop batik Kutai, pelatihan tari tradisional, sampai cerita-cerita sejarah yang dikemas kekinian.
Dengan banyaknya generasi muda yang terlibat sebagai panitia, pengisi acara, bahkan influencer lokal yang ikut mempromosikan, Erau jadi ajang lintas generasi yang bikin budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi. Keren banget kan, Cess?
Erau di Mata Dunia Digital Zaman sekarang, kalau nggak ke-upload ya nggak rame, ya kan? Untungnya, Festival Erau juga paham betul pentingnya eksistensi di dunia maya. Event ini selalu ramai di TikTok, Instagram, dan YouTube. Bahkan beberapa kontennya sempat trending dan viral!
Pemkab Kutai Kartanegara juga rajin kolaborasi sama content creator lokal buat nge-boost eksposur Erau. Jadi, kamu nggak cuma bisa nonton di tempat, tapi juga menikmati vibe-nya lewat layar. Tapi tetap, experience langsungnya nggak ada yang ngalahin.
Siap Jadi Bagian dari Erau 2025?
Nah, gimana Cess? Udah kebayang serunya Erau tahun ini? Jangan cuma jadi penonton di medsos. Langsung aja atur cuti, ajak temen atau keluarga, dan jadilah bagian dari sejarah hidup Festival Erau. Karena sekali kamu merasakan suasana Erau, kamu pasti bakal pengin balik lagi.
Pesta budaya, pelestarian adat, dan ajang kekinian bersatu dalam Festival Erau. Kalau kamu pengin pengalaman liburan yang beda dan penuh makna, inilah saatnya. Jangan cuma scroll doang, share juga artikel ini ke temen-temen kamu, dan rencanakan perjalanan ke Tenggarong sekarang juga!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'
(maelani)