Balikpapantv.id - Hai Cess! Kerajinan tangan khas Kalimantan Timur nggak cuma soal cantiknya hasil akhir, tapi juga kisah sejarah dan kekuatan budaya yang tersimpan di baliknya. Dari manik-manik Dayak yang sakral, anyaman anjat serbaguna, sampai tenun ulap doyo yang ikonik, semua punya cerita yang bisa bikin kamu bilang, "Wah, ini keren banget!" Yuk kita telusuri lebih dalam warisan budaya yang nggak lekang oleh waktu ini.
1. Manik-Manik Dayak: Aksesoris Bernilai Magis
Manik-manik di Kalimantan Timur bukan sekadar hiasan. Sejak zaman nenek moyang, masyarakat Dayak—terutama Dayak Benuaq—sudah mengandalkan manik sebagai simbol status, bekal kubur, hingga perlengkapan pernikahan kerajaan Kutai Kertanegara. Bahan pembuatnya bervariasi, mulai dari batu, kayu, hingga kaca dan kulit tiram. Teknik pembuatan dilakukan lewat pengeboran manual untuk menciptakan lubang kecil. Wah, kebayang dong repotnya!
Sejarah dan Perpindahan Budaya Manik
Menurut peneliti Belanda, Dayak Benuaq di Kalimantan Timur berasal dari suku Lewangan Kalimantan Tengah. Perpindahan ini turut membawa budaya manik-manik yang akhirnya menyebar luas ke Kalimantan Selatan dan Timur. Maka jangan heran kalau desain dan warna manik di beberapa daerah terasa mirip, karena mereka punya akar sejarah yang sama.
2. Anjat: Tas Punggung Multifungsi ala Dayak Kenyah
Anyaman rotan jadi primadona di Kalimantan Timur. Salah satu bentuk paling ikoniknya adalah anjat—tas punggung khas Dayak Kenyah Bakung. Bentuknya tabung setinggi 70 cm, ideal buat membawa peralatan berburu, hasil kebun, atau bahkan baju dan makanan. Rotan dipilih karena kuat, lentur, dan ramah lingkungan. Nggak cuma fungsional, motifnya juga cantik dan sarat makna.
Kain tenun ulap doyo berasal dari serat daun doyo, tanaman mirip pandan yang tumbuh liar di daerah Tanjung Isuy dan Kutai Barat. Daun dikeringkan, disayat halus, lalu dijalin jadi benang. Hasilnya? Kain kuat yang bisa dijadikan pakaian, tas, taplak, bahkan cover buku. Warna dan motif ulap doyo juga penuh filosofi, menggambarkan alam dan kehidupan sehari-hari suku Dayak Benuaq.
Kerajinan ini bukan cuma barang estetik, tapi juga jendela budaya. Wisatawan datang bukan cuma untuk beli, tapi juga untuk belajar. Workshop membuat anjat atau tenun ulap doyo kini makin populer di kalangan traveler, khususnya generasi muda yang haus pengalaman autentik.
Peluang Ekonomi dan Pelestarian Budaya
Kerajinan khas Kalimantan Timur jadi peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan. Tapi, penting juga menjaga nilai budaya agar tidak hanya jadi 'souvenir belaka'. Pemerintah daerah dan komunitas budaya lokal terus berupaya mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang nilai sejarah di balik setiap karya.
Cinta Budaya, Cinta Diri Sendiri!
Cess, mengenal budaya itu sama aja kayak mengenal jati diri. Manik-manik, ulap doyo, dan anjat bukan sekadar kerajinan—tapi cerminan kekuatan, kreativitas, dan filosofi hidup masyarakat Kalimantan Timur. Yuk, bantu lestarikan dengan cara bangga pakai, beli dari pengrajin lokal, dan sebarin info positif ini ke semua teman kamu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'
(maelani)
Editor : Arya Kusuma