Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya, jarak pandang menurun, sementara kualitas udara berada pada kategori buruk hingga berbahaya.
Balikpapan TV - Hai Ces! Bukannya bisa bernapas lega, warga Palangka Raya kembali menghadapi kabut asap pada Selasa (29/9/2026). Kondisi tersebut membuat langit kota berubah kelabu, sementara jarak pandang ikut menyusut hingga berdampak terhadap penerbangan.
Di tengah kondisi itu, kualitas udara Palangka Raya dilaporkan berada pada kategori buruk hingga berbahaya. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 disebut menjadi salah satu perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun masih dilakukan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, patroli, hingga pembasahan lahan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Kabut Asap Kembali Selimuti Palangka Raya
Kabut asap kembali terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Palangka Raya pada Selasa. Kondisi langit yang berubah kelabu menjadi salah satu gambaran situasi akibat sebaran asap karhutla.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, menyusutnya jarak pandang juga berdampak pada sektor penerbangan. Materi sumber menyebut kondisi asap turut menyebabkan gangguan terhadap penerbangan.
Di sisi lain, indeks kualitas udara atau AQI pada hari tersebut tercatat berada pada kategori buruk hingga berbahaya. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 menjadi salah satu faktor yang disebut berkaitan dengan kondisi tersebut.
Kondisi kualitas udara seperti ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Baca Juga: Pasutri Sampit Diduga Curi Motor untuk Biaya Berobat, Pelarian Berakhir di Palangka Raya
BPBPK Kalteng Dorong Pemadaman dan Pencegahan
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama satuan tugas gabungan masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar.
Menurutnya, pencegahan, patroli, dan pembasahan lahan juga diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Penanganan tidak berhenti pada pemadaman ketika api muncul. Upaya pencegahan dan pembasahan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.”
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan diminta mendapatkan perlindungan lebih.
Pangdam Minta Titik Api Segera Ditangani
Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meminta seluruh prajurit yang terlibat dalam penanganan karhutla bergerak cepat dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Ia menekankan pentingnya penanganan secara terpadu dan responsif, mulai dari patroli rutin hingga deteksi dini titik api.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan responsif. Lakukan patroli rutin, deteksi dini titik api, dan segera padamkan sebelum meluas. Jangan beri ruang bagi pembakaran lahan.”
Menurut Zainul, pencegahan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi karhutla. Titik api yang terlambat ditangani dapat meluas dan membuat proses pemadaman semakin sulit.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga hutan dan lingkungan. Pembukaan lahan dengan cara membakar disebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Personel Kodim Lakukan Pendinginan
Penanganan karhutla juga didukung Kodim 1016/Palangka Raya. Personel tidak hanya diterjunkan ketika api masih berkobar, tetapi juga melakukan pemantauan setelah kebakaran berhasil dipadamkan.
Komandan Kodim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan personel di lapangan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan terhadap lokasi yang telah terbakar.
Pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi bara atau titik panas kembali memicu kebakaran.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami beserta pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat.”
Baca Juga: Beras Fortifikasi Bermasalah Masih Dipajang di Swalayan Sampit, Dua Merek Ditarik
Poin Penting
-
Kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya pada Selasa (29/9/2026).
-
Jarak pandang dilaporkan menyusut dan berdampak terhadap penerbangan.
-
AQI disebut berada pada kategori buruk hingga berbahaya.
-
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 menjadi perhatian dalam kondisi kualitas udara tersebut.
-
BPBPK Kalteng bersama satuan tugas gabungan masih menangani karhutla.
-
Pencegahan, patroli, pemadaman, dan pembasahan lahan terus dilakukan.
-
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus keluar.
-
Kelompok rentan diminta mendapat perlindungan lebih.
-
Personel Kodim juga melakukan pendinginan untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.
Insight Redaksi
Kabut asap di Palangka Raya tidak hanya berkaitan dengan keberadaan api di lapangan. Dampaknya juga terasa melalui penurunan kualitas udara dan berkurangnya jarak pandang.
Karena itu, penanganan karhutla tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pembasahan dan pendinginan menjadi bagian dari upaya mencegah titik panas kembali berkembang.
Di sisi masyarakat, langkah pencegahan juga menjadi penting. Mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta melindungi kelompok rentan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan asap.
Sementara itu, pelaporan cepat ketika menemukan titik api dapat membantu aparat dan instansi terkait melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.
Informasi warga bisa jadi awal pengungkapan kondisi di lapangan, tapi kabar yang terverifikasi tetap yang utama. Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya?
Kabut asap kembali dilaporkan menyelimuti Palangka Raya pada Selasa, 29 September 2026.
2. Bagaimana kondisi kualitas udara Palangka Raya?
Materi sumber menyebut indeks kualitas udara (AQI) berada pada kategori buruk hingga berbahaya, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5.
3. Apa dampak kabut asap yang disebutkan?
Jarak pandang menyusut dan kondisi tersebut berdampak terhadap penerbangan. Kualitas udara yang memburuk juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
4. Apa yang dilakukan BPBPK Kalteng?
BPBPK Kalteng bersama satuan tugas gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, termasuk patroli serta pembasahan lahan untuk mencegah titik api kembali muncul.
5. Siapa yang perlu mendapat perlindungan lebih?
Anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan disebut perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan lebih.
6. Apa yang dilakukan personel Kodim 1016/Palangka Raya?
Selain membantu pemadaman, personel melakukan pendinginan terhadap lokasi yang telah terbakar untuk mengantisipasi bara atau titik panas kembali memicu kebakaran.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Sampit" Berjudul"Asap masih Betah Selimuti Palangka Raya”",oleh penulis Dodi Abdul Qadir. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Sampit