Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Pertamina memecat operator SPBU di Bulungan setelah menemukan perbedaan nopol kendaraan dan melakukan penertiban data transaksi BBM.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pertamina memecat operator SPBU 64.772.01 di Bulungan setelah menemukan nopol kendaraan berbeda saat transaksi BBM, lalu menghapus data nopol terkait dari sistem setelah pemeriksaan internal.
Yang jadi perhatian bukan cuma sanksi operator, tetapi kecocokan identitas kendaraan dengan transaksi BBM. Kenapa nopol jadi bagian penting? Simak duduk perkaranya.
Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Warga Haur Gading HST Kesulitan Air Bersih
Perbedaan Nopol Terungkap Saat Pemeriksaan
Kasus ini bermula dari pengisian BBM oleh sebuah truk di SPBU 64.772.01, Bulungan, pada Selasa (22/9/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pemeriksaan menemukan nomor polisi yang terlihat pada kendaraan berbeda dengan nomor yang tercatat ketika transaksi berlangsung.
Pertamina mencocokkan sejumlah data, mulai dari rekaman CCTV, dokumentasi kendaraan hingga data transaksi di SPBU.
Dari pemeriksaan tersebut, Pertamina juga menemukan indikasi adanya pelapisan pada nomor polisi kendaraan ketika berada di area SPBU.
Temuan ini kemudian menjadi dasar untuk mengambil tindakan terhadap operator yang bertugas.
Operator SPBU Terbukti Melanggar dan Di-PHK
Setelah proses pemeriksaan, Pertamina menyatakan operator tersebut terbukti melakukan pelanggaran.
“Temuan ini kami tangani dengan serius. Pertamina saat ini sudah melakukan pengakhiran hubungan kerja kepada operator yang terbukti melakukan pelanggaran,” kata Edi.
Artinya, tindakan Pertamina tidak berhenti pada pemeriksaan transaksi. Operator yang dinyatakan terbukti melanggar langsung dikenai pengakhiran hubungan kerja atau PHK.
Bagi konsumen, bagian ini menjadi penting karena proses pengisian BBM tidak hanya berkaitan dengan kendaraan dan bahan bakar yang dibeli, tetapi juga pencatatan identitas kendaraan dalam sistem.
Nopol Kendaraan Juga Dihapus dari Sistem
Pertamina turut menertibkan data kendaraan yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Nomor polisi yang tercantum pada kendaraan telah dihapus dari sistem setelah proses verifikasi dilakukan.
“Sesuai hasil verifikasi dan ketentuan yang berlaku, nomor polisi atau nopol yang tercantum pada kendaraan tersebut saat ini juga sudah dihapus,” jelas Edi.
Dalam sistem Subsidi Tepat Pertamina, nomor polisi memang menjadi bagian penting dalam identifikasi kendaraan. Pertamina menyebut QR Code kendaraan bersifat khusus untuk satu kendaraan terdaftar dan pelayanan BBM bersubsidi dilakukan apabila QR Code sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Karena itu, perbedaan antara identitas kendaraan yang terlihat secara fisik dan data transaksi dapat menjadi persoalan dalam proses penyaluran BBM.
Penelusuran Transaksi Masih Berlanjut
Pertamina belum menutup penanganan kasus tersebut.
Edi mengatakan penelusuran terhadap transaksi yang berkaitan dengan kejadian masih dilanjutkan. Pengelola SPBU juga diminta memastikan setiap pengisian BBM dilakukan sesuai identitas kendaraan dan ketentuan penyaluran yang berlaku.
Jika pemeriksaan lanjutan menemukan pelanggaran lain, Pertamina menyatakan akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada operator, tetapi juga pada transaksi dan sistem pelayanan di SPBU.
Baca Juga: Seluruh Fraksi Setujui Perubahan APBD Mempawah 2026, Ini Tahapan Berikutnya
Pengawasan SPBU Bakal Diperkuat
Pertamina memastikan pengawasan di SPBU akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.
Bagi masyarakat yang menggunakan layanan SPBU, kecocokan identitas kendaraan menjadi bagian penting dalam proses transaksi, terutama ketika pengisian berkaitan dengan mekanisme pendataan BBM bersubsidi.
Pertamina juga meminta pengelola SPBU memastikan BBM disalurkan kepada konsumen sesuai ketentuan.
“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap ketepatan penyaluran BBM. Terima kasih atas informasi yang disampaikan. Pengawasan di SPBU akan kami perkuat agar pelayanan berlangsung tertib dan BBM disalurkan kepada konsumen yang berhak,” pungkas Edi.
Poin Penting
- Operator SPBU 64.772.01 Bulungan dikenai PHK setelah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran.
- Pemeriksaan menemukan perbedaan nopol kendaraan dengan nomor yang tercatat dalam transaksi.
- Pertamina menemukan indikasi pelapisan nomor polisi kendaraan di area SPBU.
- Nopol kendaraan terkait telah dihapus dari sistem setelah proses verifikasi.
- Pertamina masih melanjutkan penelusuran transaksi yang berkaitan dengan kejadian.
- Pengawasan SPBU akan diperkuat untuk memastikan pelayanan dan penyaluran BBM sesuai ketentuan.
Insight Redaksi
Kasus ini menunjukkan bahwa nomor polisi bukan sekadar identitas di kendaraan. Dalam ekosistem BBM bersubsidi, nopol terhubung dengan data dan QR Code kendaraan. Ketika identitas fisik dan data transaksi tidak cocok, persoalannya bisa masuk ke ranah pengawasan penyaluran. Di Bulungan, ketelitian di SPBU jadi kunci.
Pastikan data kendaraan dan transaksi BBM selalu sesuai, biar urusan di SPBU tetap lancar dan tidak bikin repot.
Kalau informasi ini berguna, bagikan ke keluarga atau teman yang rutin mengisi BBM supaya sama-sama paham pentingnya kecocokan data kendaraan.
Tetap pantau info energi dan layanan publik terbaru di Balikpapan TV, karena urusan BBM pun perlu dipahami sebelum jadi masalah. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang terjadi di SPBU 64.772.01 Bulungan?
Pertamina menemukan perbedaan nomor polisi kendaraan dengan nomor yang tercatat saat transaksi BBM.
2. Apa sanksi untuk operator SPBU tersebut?
Operator yang dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran telah dikenai pengakhiran hubungan kerja atau PHK.
3. Apa yang terjadi pada nopol kendaraan terkait?
Nomor polisi yang tercantum pada kendaraan tersebut telah dihapus dari sistem setelah proses verifikasi.
4. Apakah Pertamina masih memeriksa kasus ini?
Ya. Pertamina masih melanjutkan penelusuran terhadap transaksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
5. Mengapa kecocokan nopol penting dalam transaksi BBM?
Nopol menjadi bagian dari identitas kendaraan dalam sistem Subsidi Tepat. Pertamina menyatakan QR Code kendaraan harus sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang terdaftar.
Sumber Informasi: Radar Tarakan, dengan judul “Nopol Dihapus, Operator SPBU di Bulungan Di PHK”, 29 September 2026. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.